Tadi ketika aku pergi ke Toko Buku yang di Gatsu, aku hampir ditabrak mobil yang sedang menyalip. Bukan salahku sebenarnya. Bahkan walaupun aku sudah berhentipun mungkin nyawaku tidak tertolong karena posisiku sudah diambang jurang. Entah kesadaran darimana akhirnya si mobil itu menginjak rem dan berhenti tepat pada waktunya.
Aku benar-benar syok. Tanganku masih bergemetaran. Niat untuk membuat tugaspun sudah tertinggal disana. Aku diam lama sekali diruang tamu. Dan entah kenapa tidak ada dari anggota keluargaku yang menyadari keadaanku yang agak aneh. Aku pergi kelantai dua menuju ke kamar. Mau istirahat.
Mata masih tidak bisa tertutup. Masih kepikiran kejadian tadi. Kulihat si Reddix menyala-nyala tanda ada telpon masuk. Tapi aku lagi tidak ingin diganggu. Huuft.
Malamnya aku ingin telpon Reckun sebentar. Pengen tenangin diri. Biasanya hal ini selalu berhasil ^^. Tapi dia tiba-tiba tidak membalas sms-ku. Aku pikir lagi bermain dengan Burhan. Aku menunggu. Daritadi hanya memegang Reddix. Hiks.. Kamu dimana sih..?
Akhirnya karena tidak sabar aku menelponnya. Dan ternyata dia sudah tidur. Berarti aku daritadi menunggu siapa..? Rasanya semakin drop keadaanku.. Kenapa tidak ada yang mengerti sih... . Aku benci keadaan ini.
Thx for coming to my page. I'm here just to shared what I think, feel, learn and heard. Enjoy.
Sunday, 28 November 2010
15 cm Lagi Aku Pasti Mati
Saturday, 27 November 2010
Berjuang Sedikit Lagi!
Malam ini seharusnya menjadi malam terakhir untuk begadang membuat si maket. Karena besok adalah hari terakhir pembuatan maket dan mulai fokus pada penggambaran. Aku mengejar banyak sekali untuk target besok. Hal ini dikarenakan aku membuat bentuk baru lagi pada hari yang seharusnya digunakan untuk membuat maket pengembangan. Aku membuat bentuk alternatif baru karena aku benar-benar tidak puas pada bentuk-bentuk sebelumnya dan ada beberapa bentuk-bentuk unik dari bangunanku diplagiat oleh seseorang. Karena ingin terlihat berbeda aku berjuang untuk membuat sesuatu yang baru. Dan akhirnya hal ini membuatku bekerja super ekstra.. Huhu.. T.T Ayo Mery. Kamu pasti bisaaa.. Hahahaa... *streesofstudiostarted
Tuesday, 23 November 2010
Harus Jadi Loh..
Huuuft... Malem menjelang pagi begini aku masih membuat tugas, lebih tepatnya membuat maket (bagi anak arsitek atau sejenisnya pasti tau :p). Besok studio. Dan maket harus dalam keadaan jadi. Bener-bener jadi loh.. Harus JADI. Dan sekarang keadaan maketku,, er,, *tengok kebelakang dulu.. dan tadaaa maketku baru jadi alas doank.. Padahal kurang dalam 7 jam harus udah jadi.. Hm.. Minta keajaiban nih.. Hiks.
Cuman sekedar melepas jenuh (sebenarnya sudah tingkat jenuh paling tinggii),, makanya aku nge-blog bentar.. Huhuuuu.. Aku sudah sangat mengantuk.. Hiks.. Moga-moga aku bisa bikin didalam mimpi. Trus tau-tau besok bangun malah uda selesai. Wah. Kalau beneran terjadi aku bakalan traktir anak-anak arsitek seangkatan makan KFC! Wkwkwkwk..
Oke deh hari ini cukup sekian. Aku akan posting lagi bagaimana kelanjutan tugasku yang impossible finish in 7 hours..
Bye. Doakan aku ya biar ga kenapa besok (nah loh??). xD
Cuman sekedar melepas jenuh (sebenarnya sudah tingkat jenuh paling tinggii),, makanya aku nge-blog bentar.. Huhuuuu.. Aku sudah sangat mengantuk.. Hiks.. Moga-moga aku bisa bikin didalam mimpi. Trus tau-tau besok bangun malah uda selesai. Wah. Kalau beneran terjadi aku bakalan traktir anak-anak arsitek seangkatan makan KFC! Wkwkwkwk..
Oke deh hari ini cukup sekian. Aku akan posting lagi bagaimana kelanjutan tugasku yang impossible finish in 7 hours..
Bye. Doakan aku ya biar ga kenapa besok (nah loh??). xD
Wednesday, 17 November 2010
Perjalanan dengan Kano!
Huuft. Gara-gara akhir-akhir ini banyak banget lomba-lomba foto, banyak pula pengalaman yang aku dapetin karena pengen coba-coba cari objek yang berhubungan dengan tema. Si Kano alias kamera dslr-ku pasti kelelahan juga (hah?).
Nah. Karena tema yang tersedia ada yang bertema malam hari maka aku sering banget cari-cari objek foto hingga malam hari. Sampai ke kota sebelah juga pernah gara-gara ga mau sama objeknya dengan peserta lain. Dan pulang-pulang diguyur hujan selama 2jam lebih dan sampai rumah jam 11.30pm. Untung waktu itu pakai mobil jadi kamera ga rusak (Yay!)
Ada yang bertema "Potret Kotaku". Aku berjalan kesana sini dipusat kota. Setiap orang yang aku foto, aku meminta izin lewat lisan. Dan ada seorang ibu yang menjawab dengan gembira, "oh ya tentu saja. Foto saja banyak-banyak. Biar saya terkenal ... !" .. Krik kriiik.. "Errr,,, iya bu. Makasih banyak ^^". Dan sempai titik pandangan terjauh pun ibu itu tetap menoleh kebelakang berharap untuk dipanggil lagi buat di foto.. Hadeeehh.. Akhirnya aku dan Koga ketawa disana karena tingkahnya..
Pernah waktu itu aku pergi ambil foto malam hari di pinggiran pantai. Eiits. Yang aku foto bukan pantainya.. (ya iyalah ¬.¬") Yang aku foto bangunan yang berjejer di pinggirannya.. Ramai banget. Ini karena daerah ini merupakan daerah pariwisata yang terkenal! Bangunan eksterior-nya keren banget.. Sumpah.. Coba deh mampir kesini.. Yang ada kamu melongo karena terkesima dengan keindahannya *cie ileh bahasanyaa.. xD. Dan disana aku ketemu bule yang tiba-tiba sengaja pasang muka oke alias senyum pamer gigi ketika lensa diarahan ke dia. Aku dan Koga langsung bertatapan dengan muka aneh.. =.="
Dan terakhir,, cerita ini hanya berhubungan sedikit dengan hobi anehku ini. Aku memesan ebook mengenai ilmu fotografi lewat online. Lama banget sampainya. Padahal ini sudah hari ke-3 setelah pembayaran. Masalahnya aku lagi perlu karena pengumpulan foto hampir dekat. Siapa tau aku dapat inspirasi dari sana.
Menunggu..
Dan akhirnya (dengan nada gembiraaa!! >,<) dihubungi oleh penjualnya dengan sms seperti ini, " Mohon maaf untuk pembeli yang sudah membayar ebook kami. Keterlambatan ini dikarenakan komputer kami yang terkena petir beberapa hari lalu dan baru bisa digunakan siang tadi. Barang akan dikirim besok pagi dengan paket YES alias Yakin Esok Sampai." Setelah baca sms ini yang ada aku ketawa. Hahaa... Ada-ada ajah. Aku doain ga kesambar lagi deh.
Nah. Karena tema yang tersedia ada yang bertema malam hari maka aku sering banget cari-cari objek foto hingga malam hari. Sampai ke kota sebelah juga pernah gara-gara ga mau sama objeknya dengan peserta lain. Dan pulang-pulang diguyur hujan selama 2jam lebih dan sampai rumah jam 11.30pm. Untung waktu itu pakai mobil jadi kamera ga rusak (Yay!)
Ada yang bertema "Potret Kotaku". Aku berjalan kesana sini dipusat kota. Setiap orang yang aku foto, aku meminta izin lewat lisan. Dan ada seorang ibu yang menjawab dengan gembira, "oh ya tentu saja. Foto saja banyak-banyak. Biar saya terkenal ... !" .. Krik kriiik.. "Errr,,, iya bu. Makasih banyak ^^". Dan sempai titik pandangan terjauh pun ibu itu tetap menoleh kebelakang berharap untuk dipanggil lagi buat di foto.. Hadeeehh.. Akhirnya aku dan Koga ketawa disana karena tingkahnya..
Pernah waktu itu aku pergi ambil foto malam hari di pinggiran pantai. Eiits. Yang aku foto bukan pantainya.. (ya iyalah ¬.¬") Yang aku foto bangunan yang berjejer di pinggirannya.. Ramai banget. Ini karena daerah ini merupakan daerah pariwisata yang terkenal! Bangunan eksterior-nya keren banget.. Sumpah.. Coba deh mampir kesini.. Yang ada kamu melongo karena terkesima dengan keindahannya *cie ileh bahasanyaa.. xD. Dan disana aku ketemu bule yang tiba-tiba sengaja pasang muka oke alias senyum pamer gigi ketika lensa diarahan ke dia. Aku dan Koga langsung bertatapan dengan muka aneh.. =.="
Dan terakhir,, cerita ini hanya berhubungan sedikit dengan hobi anehku ini. Aku memesan ebook mengenai ilmu fotografi lewat online. Lama banget sampainya. Padahal ini sudah hari ke-3 setelah pembayaran. Masalahnya aku lagi perlu karena pengumpulan foto hampir dekat. Siapa tau aku dapat inspirasi dari sana.
Menunggu..
Dan akhirnya (dengan nada gembiraaa!! >,<) dihubungi oleh penjualnya dengan sms seperti ini, " Mohon maaf untuk pembeli yang sudah membayar ebook kami. Keterlambatan ini dikarenakan komputer kami yang terkena petir beberapa hari lalu dan baru bisa digunakan siang tadi. Barang akan dikirim besok pagi dengan paket YES alias Yakin Esok Sampai." Setelah baca sms ini yang ada aku ketawa. Hahaa... Ada-ada ajah. Aku doain ga kesambar lagi deh.
Tuesday, 9 November 2010
Penipuan SMS
Belakangan lagi maraknya penipuan lewat sms dengan isi :
"Bpk lg pinjam hp org,tlng beliin bp plsa 50 rb ke no 081241929444, bp lg ada mslh di kantor polisi, jgn telp ato sms,nanti bp yg telp balik... "
Ada beberapa teman Ibuku tertipu hal ini karena memang banyak orang yang sms minta pulsa dengan cara ini. Jahat banget cari duit dengan cara begini. Aku juga sering sekali mendapat sms seperti ini dan dengan santai aku membalas pesannya dengan isi, 'Sudah terkirim 1 juta ke nomornya'.
Dan yang paling bikin aku kesel sms ini pernah sampai pula di temanku dan dia membalas sms dengan isi seperti ini, 'Iya pa tar aku kirimin pulsa. Baru tau di surga ada sinyal'. Kalau aku diposisinya mungkin aku sudah menangis lagi karena teringat kesedihan mendalam. Hiks.
"Bpk lg pinjam hp org,tlng beliin bp plsa 50 rb ke no 081241929444, bp lg ada mslh di kantor polisi, jgn telp ato sms,nanti bp yg telp balik... "
Ada beberapa teman Ibuku tertipu hal ini karena memang banyak orang yang sms minta pulsa dengan cara ini. Jahat banget cari duit dengan cara begini. Aku juga sering sekali mendapat sms seperti ini dan dengan santai aku membalas pesannya dengan isi, 'Sudah terkirim 1 juta ke nomornya'.
Dan yang paling bikin aku kesel sms ini pernah sampai pula di temanku dan dia membalas sms dengan isi seperti ini, 'Iya pa tar aku kirimin pulsa. Baru tau di surga ada sinyal'. Kalau aku diposisinya mungkin aku sudah menangis lagi karena teringat kesedihan mendalam. Hiks.
Monday, 8 November 2010
Tersesat Tapi Ga Jelas
Aku bingung banget belakangan.. Semua hal berjalan cepat hingga aku tidak sempat bernafas sejenak. Semua hal berlangsung cepat tanpa sempat aku sadari.
Aku bahkan bingung mau lakukan apa. Bingung mau bicara apa lagi. Bicara sedikit saja salah sampai aku merasa sakit banget mendengar kata-katanya. Melakukan apa pun salah. Kenapa sih mesti begini posisinya.. :(
Oh God, tolong donk kasih pencerahan... Tolong..
Aku bahkan bingung mau lakukan apa. Bingung mau bicara apa lagi. Bicara sedikit saja salah sampai aku merasa sakit banget mendengar kata-katanya. Melakukan apa pun salah. Kenapa sih mesti begini posisinya.. :(
Oh God, tolong donk kasih pencerahan... Tolong..
Sunday, 7 November 2010
Dikasih Iphone & Putus
Setiap aku melewati tempat kerjanya, aku selalu ingat cerita ini. Cerita mengenai temanku berinisial IP.
Tidak semua orang yang memiliki pekerjaan yang baik itu memiliki pasangan yang baik pula. Salah satu contoh nyata yang aku alami adalah kisah seorang temanku yang dulu pernah menyukaiku.. :p
Anaknya lucu. Perhatian. Dan dewasa. Dia memiliki hampir semuanya. Keluarganya baik-baik. Orangnya tidak terlalu jelek ataupun ganteng. Dan pekerjaannya cukup mengagumkan. Dia bekerja di perusahaan ternama dengan status pekerjaan yang cukup berpengaruh disana. Apalagi atasannya memang suka dengan pekerjaannya dan kepribadiannya yang menyenangkan. Tidak heran kalau karirnya cepat meningkat karena networking yang makin meluas karena atasannya. Orangnya juga cerdas dan tekun sekali. Aku kenal dengannnya ketika dia sudah bekerja disana dan putus dengan pacarnya karena masalah yang bahkan orang tidak bisa bayangkan.
Dia pacaran selama 4 tahun dan tidak pernah ada masalah yang serius. Selama pacaran, teman-temannya sering peringatkan dia bahwa pacarnya itu bukan orang baik-baik. Tipe wanita yang suka punya pacar cadangan. Apalagi teman-temannya sering kasih dia bukti lewat sebuah foto dari ponsel. Tapi dia tidak percaya. Dia yakin sekali dengan kesetiaan pacarnya itu. Dan tidak lupa dia mengucapkan terimakasih pada temannya yang sudah memperingatkannya.
Ketika dia naik pangkat kerja dan posisinya sudah mapan, dia bermaksud membelikan sebuah hadiah untuk pacarnya karena selama ini telah menyemangati dan mewarnai hidupnya. Karena dia bekerja di apple store, maka dia bermaksud membelikannya sebuah handphone yang waktu itu bernilai 15 juta rupiah alias Iphone 3G (lupa berapa Gb).
Tidak selang beberapa minggu mereka putus.
Alasannya karena wanita itu pergi dengan laki-laki lain, berpelukan layaknya seperti orang pacaran lewat matanya sendiri. Huuft tragis. Waktu itu juga karena ajakan temannya untuk menunjukkan kalau temannya itu memang tidak berbohong. Huuee.. Aku dengar cerita ini jadi ikut sedih.. T.T
Jika Tuhan tidak memberikan dia untukmu, Tuhan pasti akan memberikan seseorang yang jauh lebih baik darinya untukmu ^^. Ingatlah kalimat ini ya IP. Kamu orang yang baik. Kamu pasti menemukan orang yang tepat. Bukan mantanmu. Atau juga aku. Bless you always.
Tidak semua orang yang memiliki pekerjaan yang baik itu memiliki pasangan yang baik pula. Salah satu contoh nyata yang aku alami adalah kisah seorang temanku yang dulu pernah menyukaiku.. :p
Anaknya lucu. Perhatian. Dan dewasa. Dia memiliki hampir semuanya. Keluarganya baik-baik. Orangnya tidak terlalu jelek ataupun ganteng. Dan pekerjaannya cukup mengagumkan. Dia bekerja di perusahaan ternama dengan status pekerjaan yang cukup berpengaruh disana. Apalagi atasannya memang suka dengan pekerjaannya dan kepribadiannya yang menyenangkan. Tidak heran kalau karirnya cepat meningkat karena networking yang makin meluas karena atasannya. Orangnya juga cerdas dan tekun sekali. Aku kenal dengannnya ketika dia sudah bekerja disana dan putus dengan pacarnya karena masalah yang bahkan orang tidak bisa bayangkan.
Dia pacaran selama 4 tahun dan tidak pernah ada masalah yang serius. Selama pacaran, teman-temannya sering peringatkan dia bahwa pacarnya itu bukan orang baik-baik. Tipe wanita yang suka punya pacar cadangan. Apalagi teman-temannya sering kasih dia bukti lewat sebuah foto dari ponsel. Tapi dia tidak percaya. Dia yakin sekali dengan kesetiaan pacarnya itu. Dan tidak lupa dia mengucapkan terimakasih pada temannya yang sudah memperingatkannya.
Ketika dia naik pangkat kerja dan posisinya sudah mapan, dia bermaksud membelikan sebuah hadiah untuk pacarnya karena selama ini telah menyemangati dan mewarnai hidupnya. Karena dia bekerja di apple store, maka dia bermaksud membelikannya sebuah handphone yang waktu itu bernilai 15 juta rupiah alias Iphone 3G (lupa berapa Gb).
Tidak selang beberapa minggu mereka putus.
Alasannya karena wanita itu pergi dengan laki-laki lain, berpelukan layaknya seperti orang pacaran lewat matanya sendiri. Huuft tragis. Waktu itu juga karena ajakan temannya untuk menunjukkan kalau temannya itu memang tidak berbohong. Huuee.. Aku dengar cerita ini jadi ikut sedih.. T.T
Jika Tuhan tidak memberikan dia untukmu, Tuhan pasti akan memberikan seseorang yang jauh lebih baik darinya untukmu ^^. Ingatlah kalimat ini ya IP. Kamu orang yang baik. Kamu pasti menemukan orang yang tepat. Bukan mantanmu. Atau juga aku. Bless you always.
Saturday, 6 November 2010
Anak Berbaju Biru itu Mirip Kepiting
Pernahkah kamu lihat seorang anak SMP yang berkendara sendiri? Well, kali ini aku mau bercerita tentang anak SMP yang baru aku temui dijalan tadi.
Pagi-pagi karena tidak ada kuliah dan tidak tugas (dibaca : lupa akan tugas) aku berencana pergi ke rumah Reckun buat maen. Toh sudah lama ga kesana. Karena pagi-pagi langit sedang bermendung ria aku berencana menggunakan mobil. Maka berangkatlah aku kesana. Ditengah jalan aku bertemu anak SMP laki-laki yang menggunakan motor besar berkopling yang pura-pura bloon. Jalan pas-pasan untuk 1 mobil dan 1 motor berdampingan. So, kalau yang dari arah berlawanan lewatin jalan maka posisiku yang terjepit dan pasti berhenti. Nah itu anak SMP datang dari arah berlawanan dan berhenti disebelah mobil karena lampu merah. Dia berhenti iluar garis putih yang artinya dia ada di jalan yang seharusnya akan aku lewatin. Aku diam karena tidak bisa lewat. Kendaraan dibelakangku langsung memberikan bel peringatan. Dia pura-pura lihat kanan kiri. Aku kasih dia bel peringatan juga. Dan dia tetap pura-pura asyik lihat pemandangan kanan kiri sambil bersiul. Aku jadi ikut nolah-noleh mencoba mencari sesuatu yang menarik. Dan ternyata disekitarku hanya padang rumput penuh sapi-sapi.
Gubrak. Aku jedukin kepala ke setiran.
Ini anak ngapain coba? Setelah lampu menjadi hijau, akhirnya jalur jalanku pun kembali melaju.
Cerita kedua adalah pas aku pulang dari tempat cetak foto. Aku kesana ga bawa uang pula karena dekat. Dan aku pikir pasti ga bakal selesai saat itu juga karena foto maket yang akan dicetak lumayan banyak. Ketika aku pulang ketemu (lagi) dengan anak SMP. Kali ini perempuan dan boncengan. Mereka ngobrol asik banget dan ga sadar ada orang yang lagi emosi dibelakangnya. Mereka ngobrol terbahak-bahak sampai motor ikut miring-miring kanan kiri kayak kepiting. Setelah itu mereka bertemu dengan temannya dijalan dan menlanjutkan pembicaraan super asik mereka dengan teman barunya itu. Aku kesal dan bel-in mereka karena mereka lambat sekali dan aku tidak bisa menyalip sama sekali. Mereka tetap cuek bebek ~♫.
Aku kesal sampai urat kepala mau konslet. Jetyar! Aku pencet bel motor berkali-kali keras-keras. Kalau yang pernah dibel-in oleh Revo atau punya Revo pasti tau rasanya. Suaranya keras banget kayak klasonnya mobil Toyota. Bedanya si Revo lebih cempreng bikin kaca bergetar.
Hadeeeh. Mereka benar-benar ga sadar sedang melakukan apa dijalan yaa? Mereka pakai seragam biru-biru tanda anak SMP (melanggar kan?). Ga pakai helm (melanggar lagi). Jalan miring-miring (oke yang ini lupakan saja. Mungkin memang kebiasaan anak zaman sekarang =,=). Dan kemudian ngobrol dengan teman dengan posisi motor bersebelahan dan hampir makan jalan sebanyak sebuah mobil (bikin rusuh jalan).
Huuuft. Boleh koq kalian bawa kendaraan. Sudah dapat SIM atau belum I don't care at all. Yang penting kalian turuti aja itu peraturan lalu lintasnya. Kan kita pakainya sama-sama ^^"
Pagi-pagi karena tidak ada kuliah dan tidak tugas (dibaca : lupa akan tugas) aku berencana pergi ke rumah Reckun buat maen. Toh sudah lama ga kesana. Karena pagi-pagi langit sedang bermendung ria aku berencana menggunakan mobil. Maka berangkatlah aku kesana. Ditengah jalan aku bertemu anak SMP laki-laki yang menggunakan motor besar berkopling yang pura-pura bloon. Jalan pas-pasan untuk 1 mobil dan 1 motor berdampingan. So, kalau yang dari arah berlawanan lewatin jalan maka posisiku yang terjepit dan pasti berhenti. Nah itu anak SMP datang dari arah berlawanan dan berhenti disebelah mobil karena lampu merah. Dia berhenti iluar garis putih yang artinya dia ada di jalan yang seharusnya akan aku lewatin. Aku diam karena tidak bisa lewat. Kendaraan dibelakangku langsung memberikan bel peringatan. Dia pura-pura lihat kanan kiri. Aku kasih dia bel peringatan juga. Dan dia tetap pura-pura asyik lihat pemandangan kanan kiri sambil bersiul. Aku jadi ikut nolah-noleh mencoba mencari sesuatu yang menarik. Dan ternyata disekitarku hanya padang rumput penuh sapi-sapi.
Gubrak. Aku jedukin kepala ke setiran.
Ini anak ngapain coba? Setelah lampu menjadi hijau, akhirnya jalur jalanku pun kembali melaju.
Cerita kedua adalah pas aku pulang dari tempat cetak foto. Aku kesana ga bawa uang pula karena dekat. Dan aku pikir pasti ga bakal selesai saat itu juga karena foto maket yang akan dicetak lumayan banyak. Ketika aku pulang ketemu (lagi) dengan anak SMP. Kali ini perempuan dan boncengan. Mereka ngobrol asik banget dan ga sadar ada orang yang lagi emosi dibelakangnya. Mereka ngobrol terbahak-bahak sampai motor ikut miring-miring kanan kiri kayak kepiting. Setelah itu mereka bertemu dengan temannya dijalan dan menlanjutkan pembicaraan super asik mereka dengan teman barunya itu. Aku kesal dan bel-in mereka karena mereka lambat sekali dan aku tidak bisa menyalip sama sekali. Mereka tetap cuek bebek ~♫.
Aku kesal sampai urat kepala mau konslet. Jetyar! Aku pencet bel motor berkali-kali keras-keras. Kalau yang pernah dibel-in oleh Revo atau punya Revo pasti tau rasanya. Suaranya keras banget kayak klasonnya mobil Toyota. Bedanya si Revo lebih cempreng bikin kaca bergetar.
Hadeeeh. Mereka benar-benar ga sadar sedang melakukan apa dijalan yaa? Mereka pakai seragam biru-biru tanda anak SMP (melanggar kan?). Ga pakai helm (melanggar lagi). Jalan miring-miring (oke yang ini lupakan saja. Mungkin memang kebiasaan anak zaman sekarang =,=). Dan kemudian ngobrol dengan teman dengan posisi motor bersebelahan dan hampir makan jalan sebanyak sebuah mobil (bikin rusuh jalan).
Huuuft. Boleh koq kalian bawa kendaraan. Sudah dapat SIM atau belum I don't care at all. Yang penting kalian turuti aja itu peraturan lalu lintasnya. Kan kita pakainya sama-sama ^^"
Tuesday, 2 November 2010
Adventure at Kesiman #2
Oke kali ini aku mau lanjutin cerita perjalananku di Puri Kesiman. Ya seperti tugas-tugas sebelumnya di Puri ini aku mengambil berbagai gambar bagian dalam bangunan. Inilah hasil jelajahan yang bener-bener bersangkutan dengan tugas - yang sebelumnya asli ga nyambung banget.
Ini hasil foto dari bagian dalam bangunan tempat sucinya.
Bagus bangetkan ukiran di tiang-tiang bangunannya? Wuiih. Ga bakal deh kamu bayangin kalau kamu yang ngukir itu semua - ya iya lah, tukang ukir aja bikinnya rame-rame (ga asik kalau ga rame). xD
Nah yang ini bagian lantainyaa. Dinding lantainya ada sedikit ornamen dan ukiran juga.. wuih. Sentuhan arsitek banget. Pantesan si empunya (my lecture) itu berkuasa banget di wilayah ini.. Hm..
Pas lagi asik muter-muter celingak celinguk berbagai pose ga jelas, eh tau-tau ada seekor mahkluk kacil menyalak ringan dibelakangku dan temanku. Aaw aw aaaw ♥ itu anjing lucu banget. Love it ^^. Trus aku tinggal sambil pamitan loh. Tau-tau dia masih menggonggong disana. Semakin jauh jarakku suaranya makin keras.. Haee.. Menganggu saja ini anjing.. Pengen ta satee? wkwkkwk..
Fotonya burem ditempat yang salah gara-gara salah mau fokusin yang mana - pas mau foto di gonggong terus sama mahkluk ini.. Akhirnya objek yang paling jelas malah tu pohon - sampai kelihatan banget garis-garis kayunya. Haadeeeh.. ~
'Huuft,, lain kali pas aku pergi cari objek foto untuk tugas lagi jangan lupa bawa stungun', kataku untuk memperingatkan diri sendiri.
Ini hasil foto dari bagian dalam bangunan tempat sucinya.
Bagus bangetkan ukiran di tiang-tiang bangunannya? Wuiih. Ga bakal deh kamu bayangin kalau kamu yang ngukir itu semua - ya iya lah, tukang ukir aja bikinnya rame-rame (ga asik kalau ga rame). xD
Nah yang ini bagian lantainyaa. Dinding lantainya ada sedikit ornamen dan ukiran juga.. wuih. Sentuhan arsitek banget. Pantesan si empunya (my lecture) itu berkuasa banget di wilayah ini.. Hm..
Pas lagi asik muter-muter celingak celinguk berbagai pose ga jelas, eh tau-tau ada seekor mahkluk kacil menyalak ringan dibelakangku dan temanku. Aaw aw aaaw ♥ itu anjing lucu banget. Love it ^^. Trus aku tinggal sambil pamitan loh. Tau-tau dia masih menggonggong disana. Semakin jauh jarakku suaranya makin keras.. Haee.. Menganggu saja ini anjing.. Pengen ta satee? wkwkkwk..
Fotonya burem ditempat yang salah gara-gara salah mau fokusin yang mana - pas mau foto di gonggong terus sama mahkluk ini.. Akhirnya objek yang paling jelas malah tu pohon - sampai kelihatan banget garis-garis kayunya. Haadeeeh.. ~
'Huuft,, lain kali pas aku pergi cari objek foto untuk tugas lagi jangan lupa bawa stungun', kataku untuk memperingatkan diri sendiri.
Labels:
Accidental,
Art,
College,
Photography,
Study
Tuesday, 26 October 2010
Unimaginable Place xD
Aku lagi ingin pergi ketempat yang indah. Ketempat dengan pemandangan yang menajubkan. Aku ingin mengambil foto-foto yang banyak banget.. Banyak pemandangan yang ingin aku kumpulin.. Ingin sekali mengabadikan semuanya >.< Huaaaw... Dan lebih asik kalau perginya berdua.. wkkwkwk.. :p
*moodphotographyisturnon ♥
*moodphotographyisturnon ♥
Virus Detected! Ha!
Belakangan suasana hatiku lagi kacau sekali. Banyak masalah datang. Hiks. Mau lakukan apa saja harus tunggu sampai bikin mood bagus baru kerja. Apalagi kalau mau bikin disain baru, pasti langsung hank trus lola.. >> Sepertinya sudah kebanyakan masalah yang merambat pelan-pelan kedalam otakku dan menghancurkan sistem yang ada. Hadeeeh. @,@
Beda dengan dulu kalau lakukan apa saja langsung bisa tanpa menunggu. Hft. Semua orang jadi kena badmoodku. Dari teman-teman sekampus, teman-teman dekatku, orangtuaku, hingga Koga juga kena.Huuft.. Maaf ya semua. :'( Thx yang selama ini sudah ada yang mengerti situasiku. ^^
Beda dengan dulu kalau lakukan apa saja langsung bisa tanpa menunggu. Hft. Semua orang jadi kena badmoodku. Dari teman-teman sekampus, teman-teman dekatku, orangtuaku, hingga Koga juga kena.Huuft.. Maaf ya semua. :'( Thx yang selama ini sudah ada yang mengerti situasiku. ^^
Saturday, 16 October 2010
Caramu Selalu Unik
'Aku gk tau kenapa kamu suka nangis..
Jgn lama2 ya..
Cpet semangat lagi..'
Kalimat ini terus bergema dikepalaku.. Menyenangkan sekali ^^ . Aku ingat waktu itu entah kenapa aku tiba-tiba menangis. Aku tiba-tiba ingat kenangan buruk yang bikin hatiku sakit. Membuatku tidak bisa membendung airmata lagi. Aku tidak cerita ke siapapun. Dia sms apa aku tidak merespon seperti biasa. Karena itulah dia khawatir. Tapi dia diam saja seolah tidak peduli. Dan akhirnya dia sms seperti itu.. ^^ makasih ya.
Jgn lama2 ya..
Cpet semangat lagi..'
Kalimat ini terus bergema dikepalaku.. Menyenangkan sekali ^^ . Aku ingat waktu itu entah kenapa aku tiba-tiba menangis. Aku tiba-tiba ingat kenangan buruk yang bikin hatiku sakit. Membuatku tidak bisa membendung airmata lagi. Aku tidak cerita ke siapapun. Dia sms apa aku tidak merespon seperti biasa. Karena itulah dia khawatir. Tapi dia diam saja seolah tidak peduli. Dan akhirnya dia sms seperti itu.. ^^ makasih ya.
Menjelajah Puri Kesiman
Waktu ini ada tugas untuk mata kuliah Arsitektur Tradisional Bali 3. Nah dari sinilah alasan entah bagaimana caranya saya bisa menjelajah sebuah Puri terkenal di Denpasar bernama Puri Kesiman yang padahal tidak ada hubungan dengan tugas saya =,=. Salah satu dosen saya tinggal disini dan sekarang masih mengajar mahasiswa semester 1 jurusan Arsitektur pada mata kuliah Menggambar Arsitektur 1, hanya sekedar info. Hehe. Dan sekedar info juga, Puri merupakan tempat tinggal bagi yang mempunyai hubungan keluarga dekat dengan Kerajaan Bali dulu dan biasa orang sebut sebagai tempat tinggal bagi bangsawan Bali. Maka yang tinggal ditempat ini bukan orang biasa.
Oke balik ke perjalanan saya, disini ada sekumpulan kecil dari koleksi hasil foto dari perjalanan saya dengan Si Canon Kiss F. Tidak ada pengeditan dengan Adobe loh. Nah, mari saya persembahkan. Tadaaaaaaaaaaaaa ~ ♥
Kalau masuk ke Puri, inilah pemandangan pertama yang akan menyambut Anda.. Keren loh ~
Yang ini ... Hanya sepuncuk bunga melati yang berada dipekarangan Puri Kesiman dan tidak sengaja kefoto. Hehe ^^
Ini keseluruhan pekarangan Puri Kesiman. Dibelakangnya itu adalah tempat suci alias tempat sembayang. Banyak hamparan bunga jepunnya >.< so cool ~
Terdapat banyak sekali pot besar yang berisi tanaman ini beserta ikan kecil berwarna. Ini foto saya upload juga karena ikannya kefoto! Hihiihii.. ♥
Ini salah satu bagian depan rumah tradisional Bali. Ornamen dan Ukiran pintunya keren! Amazing!
Sekian dulu deh.
Capek uploadnya karena ukuran foto yang besaaar - wuoooh. Thx sudah lihat-lihat ^^
Oke balik ke perjalanan saya, disini ada sekumpulan kecil dari koleksi hasil foto dari perjalanan saya dengan Si Canon Kiss F. Tidak ada pengeditan dengan Adobe loh. Nah, mari saya persembahkan. Tadaaaaaaaaaaaaa ~ ♥
Kalau masuk ke Puri, inilah pemandangan pertama yang akan menyambut Anda.. Keren loh ~
Yang ini ... Hanya sepuncuk bunga melati yang berada dipekarangan Puri Kesiman dan tidak sengaja kefoto. Hehe ^^
Ini keseluruhan pekarangan Puri Kesiman. Dibelakangnya itu adalah tempat suci alias tempat sembayang. Banyak hamparan bunga jepunnya >.< so cool ~
Terdapat banyak sekali pot besar yang berisi tanaman ini beserta ikan kecil berwarna. Ini foto saya upload juga karena ikannya kefoto! Hihiihii.. ♥
Ini salah satu bagian depan rumah tradisional Bali. Ornamen dan Ukiran pintunya keren! Amazing!
Sekian dulu deh.
Capek uploadnya karena ukuran foto yang besaaar - wuoooh. Thx sudah lihat-lihat ^^
Friday, 15 October 2010
Pergi saja ke Psikiater!
"Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali. Yang mencoba saja salah apalagi yang belum mencoba? Kapan mau majunya kalian??!"
Ini hanya salah satu kalimat yang dilontarkan seorang dosen Studio Arsitekturku. Sebenarnya masih banyak kalimat lain yang tidak kalah menusuknya dari ini misalnya;
'Anak saya yang 3 tahun bahkan bisa membuat lebih lebik dari kalian.. ',
'Kalian itu bodoh! Kalian tau ketika di jaman saya, buku ini sulit sekali didapatkan! Sekarang ketika buku ini diterbitkan dalam jumlah banyak, kalian justru tidak mau membeli. Kalian mau belajar dari mana?!',
'Kalau kalian masih seperti ini silakan pergi ke psikiater saja'.
Huft. Katanya kami anak-anak bandel yang tidak mau bertanya dan ditanyakan. T.T. Walaupun begitu, Beliau punya ilmu yang menurut aku tidak bisa terkuras aku pelajari walaupun hingga aku lulus nanti. Wuooooooh~
Ini hanya salah satu kalimat yang dilontarkan seorang dosen Studio Arsitekturku. Sebenarnya masih banyak kalimat lain yang tidak kalah menusuknya dari ini misalnya;
'Anak saya yang 3 tahun bahkan bisa membuat lebih lebik dari kalian.. ',
'Kalian itu bodoh! Kalian tau ketika di jaman saya, buku ini sulit sekali didapatkan! Sekarang ketika buku ini diterbitkan dalam jumlah banyak, kalian justru tidak mau membeli. Kalian mau belajar dari mana?!',
'Kalau kalian masih seperti ini silakan pergi ke psikiater saja'.
Huft. Katanya kami anak-anak bandel yang tidak mau bertanya dan ditanyakan. T.T. Walaupun begitu, Beliau punya ilmu yang menurut aku tidak bisa terkuras aku pelajari walaupun hingga aku lulus nanti. Wuooooooh~
Saturday, 9 October 2010
Osaka? Yup!
Entah ini disebut keberuntungan atau tidak..
Huft. Sudah tidak ada tujuan lagi di sini. Banyak hal baik buruk aku lakui disini. Aku cuman perlu menyelesaikan kuliahku. Tidak ada lagi. Aku sudah memutuskannya. Hingga suatu hari aku minta persetujuan Ibuku dan ternyata Beliau menyatakan iya dengan tegas. Aku mungkin akan pergi dari Indonesia dalam 6 bulan lagi atau kurang lebih 3 tahun lagi. Aku akan ke Osaka tempat Okaasan dulu. Aku akan pergi. Kira-kira apa yang mau aku lakukan terakhir kali disini..? Hm.. *berpikir
Huft. Sudah tidak ada tujuan lagi di sini. Banyak hal baik buruk aku lakui disini. Aku cuman perlu menyelesaikan kuliahku. Tidak ada lagi. Aku sudah memutuskannya. Hingga suatu hari aku minta persetujuan Ibuku dan ternyata Beliau menyatakan iya dengan tegas. Aku mungkin akan pergi dari Indonesia dalam 6 bulan lagi atau kurang lebih 3 tahun lagi. Aku akan ke Osaka tempat Okaasan dulu. Aku akan pergi. Kira-kira apa yang mau aku lakukan terakhir kali disini..? Hm.. *berpikir
Friday, 8 October 2010
Life's Lesson
Gambar itu tidak bisa menipu. Gambarlah ketika perasaanmu sesuai dengan apa yang kamu gambarkan. Akan sangat percuma bila kamu menggambar orang tertawa ketika kamu ingin menangis.. Gambar itu menggambarkan perasaanmu sesungguhnya. Berbeda dengan senyuman yang bisa dilakukan kapan saja bahkan ketika hatimu berteriak marah. Hidup mempunyai banyak misteri yang akan dijalanin setiap hari. Karena kebanyakan pelajaran hidup harus dipelajari dengan kesedihan.
Labels:
Accidental,
Alone,
College,
Friendship,
Health,
Love,
Miracle,
Sacrifice,
Tears
Learned in Pain
If you think you know the real me
Always smiling, happy as can be…
Think again its all an act
If you knew me at all
You’d see that my heart has been cracked!
I keep silent even when I’m screaming inside my heart
Because the things that drive me crazy for every moment
I have no choice but to hide…
You got to hurt in order to know
Fall in order to grow
Lose in order to gain
Because most of life’s lessons
Are learned in pain…
I feel stressful
Feeling sad
Feeling angry
Feeling alone
But it's gone suddenly because,,
In your sweet embrace all my pain’s erased...
Always smiling, happy as can be…
Think again its all an act
If you knew me at all
You’d see that my heart has been cracked!
I keep silent even when I’m screaming inside my heart
Because the things that drive me crazy for every moment
I have no choice but to hide…
You got to hurt in order to know
Fall in order to grow
Lose in order to gain
Because most of life’s lessons
Are learned in pain…
I feel stressful
Feeling sad
Feeling angry
Feeling alone
But it's gone suddenly because,,
In your sweet embrace all my pain’s erased...
Wednesday, 15 September 2010
Pesawat Biruku
Aku suka main origami. Itu nama kerennya dari seni melipat kertas. Hehe. Dari kecil aku sudah suka lipat-lipat kertas apapun itu. Terkadang ketika dikelas pelajaran sedang berlansung aku sibuk merobek kertas dari buku tulisku dan lipat-lipat menjadi bentuk burung, kodok, pesawat, dan bentuk-bentuk yang diimprovikasi sendiri. Karena itu jangan heran kalau nilai kesenianku paling tinggi pas SD. Bikin bentuk-bentuk menarik sebenarnya keterampilan yang cukup unik dan kalau ditekuni mungkin akan menghasilkan uang (kata iklan :D).
Tapi hal ini membawa dampak buruk padaku. Ketika kelas 6 SD, aku diberi uang lembaran berwarna biru alias bernilai Rp. 50.000,- untuk dibelanjakan buku oleh Ibuku. Aku sorak-sorak kesenangan dan langsung berlari menuju toko buku sambil dilihatin oleh satpam yang cengar cengir ga jelas didepan dan masih ga sadar ketika aku melewatinya dengan berlari.
Aku sibuk dan begitu bersemangat mencari komik kesukaanku. Mataku sibuk berlari disetiap deretan dan loncat ke deretan lainnya. Begitu banyak judul yang menarik untukku. Tapi harus aku seleksi mengingat budget yang tersedia terbatas. Waktu itu komik seharga Rp. 9.500,- per komik dengan ukuran biasa. Berarti aku dapat membeli 5 komik saja. Hm. Keputusan yang bikin aku pusing sendiri disana. Setelah berkeliling dan mendapatkan 5 buku dengan segala pertimbangan dari segi kelucuan, daya tarik, dan keinginan maka berangkatlah aku menuju ke konter kasir.
Baru 2 langkah aku sadar uang yang tadi aku pegang hilang. Wew. Ingatanku langsung menunjuk ingatan yang menjadi kambing hitam. Dan barulah aku sadar bahwa tadi sambil keasikan memilih-milih buku aku melipat uang kertas tadi menjadi pesawat dan kemudian menerbangkan dengan cuek. Whuuuuush ~ Terbang deh 5 komikku tadi. Hiks.
Tapi hal ini membawa dampak buruk padaku. Ketika kelas 6 SD, aku diberi uang lembaran berwarna biru alias bernilai Rp. 50.000,- untuk dibelanjakan buku oleh Ibuku. Aku sorak-sorak kesenangan dan langsung berlari menuju toko buku sambil dilihatin oleh satpam yang cengar cengir ga jelas didepan dan masih ga sadar ketika aku melewatinya dengan berlari.
Aku sibuk dan begitu bersemangat mencari komik kesukaanku. Mataku sibuk berlari disetiap deretan dan loncat ke deretan lainnya. Begitu banyak judul yang menarik untukku. Tapi harus aku seleksi mengingat budget yang tersedia terbatas. Waktu itu komik seharga Rp. 9.500,- per komik dengan ukuran biasa. Berarti aku dapat membeli 5 komik saja. Hm. Keputusan yang bikin aku pusing sendiri disana. Setelah berkeliling dan mendapatkan 5 buku dengan segala pertimbangan dari segi kelucuan, daya tarik, dan keinginan maka berangkatlah aku menuju ke konter kasir.
Baru 2 langkah aku sadar uang yang tadi aku pegang hilang. Wew. Ingatanku langsung menunjuk ingatan yang menjadi kambing hitam. Dan barulah aku sadar bahwa tadi sambil keasikan memilih-milih buku aku melipat uang kertas tadi menjadi pesawat dan kemudian menerbangkan dengan cuek. Whuuuuush ~ Terbang deh 5 komikku tadi. Hiks.
Sunday, 4 July 2010
Siput Menjadi Macan Tutul
Ada sebuah buku yang sangat menginspirasi hidupku. Banyak buku-buku lain yang tidak kalah bagusnya tapi kali ini ada yang sangat tepat dengan posisiku. Sebuah moto hidup yang dilontarkan oleh atasan penulis tersebut sambil teriak-teriak diatas meja hingga jatuh, 'impposible we do, miracle we try!!!' Begitu katanya. Akan kuterapkan dalam hidupku. Haha. Kalimat yang bagus untuk hidupku yang berliku naik turun seperti ke bukit.
Terkadang hidup itu tidak boleh diratapi saja. Harus ada perubahan yang berarti. Harus ada langkah. Tidak boleh diam saja. Karena waktu terus berjalan dan akhirnya meninggalkan kita jauh dibelakang dan tawa dari si Waktu dapat kita dengar. Bukan 'hahaha' lagi tapi 'buahahahaaahahaaaaaaaaa'. Menyebalkan bukan? Ini pengalamanku ketika aku duduk di sekolah menengah atas. Menjelang Ujian Nasional aku hanya diam berleha-leha tidak tau apa yang mau dikerjakan. Guru les yang datang terus menerus mengulang pelajaran itu dengan sabar sampai aku suntuk banget. Ini sudah mendekati titik jenuh paling atas. Aku bosan. Hampir setengah tahun ini hanya mengulang-ngulang pelajaran SMA. Apalagi pelajaran matematika. Salah satu pelajaran kesukaanku karena tidak perlu menghafal melainkan menggunakan logika hasilpun bisa didapatkan dengan mudah. Semakin diingatkan pada rumus makin bosan aku. Bukan caraku menyelesaikan permasalahan matematika menggunakan rumus. Selama sekolah aku jarang menggunakan buku tulis. Semua aku tulis di buku pelajaran itu ataupun di kertas lain dan akhirnya dibuang. Ingatanku memang tidak bagus. Tapi aku tidak menutupinya dengan menulis di buku tulis. Menurutku itu buang-buang kertas. Kalau memang penting aku akan tulis di buku pelajaran yang bersangkutan. Lebih baik. Aku malas sekali kalau harus menulis keseluruhan tulisan yang diberikan oleh guru - jangan tersinggung ya my lovely teacher. Aku hanya menulis yang penting. Hanya itu. Menulis di buku pelajaran pada dibagian yang kosong dan buku pelajaran menjadi sangat-sangat penting karena multifungsinya itu. Jika buku itu hilang aku hanya dapat membelinya ulang tapi tidak beserta dengan catatanku yang amburadul didalamnya. Hal ini membuatku susah meminjamkan buku pelajaran kepada orang lain karena aku membutuhkannya juga. Bukan karena pelit. Harta pendidikanku semua hanya ada disana.
Waktu terus berjalan mendekati hari bersejarah dalam dunia (ku). Tapi aku makin tidak semangat mengikuti pelajaran yang ada. Ketika libur malah belajar. Tidak ada hiburan yang terselip sama sekali. Tiap hari aku diberi makan pelajaran yang termasuk dalam ujian nasional. Hari ini bahasa Indonesia. Besok matematika. Besok fisika. Besok kembali ke matematika (nah loh?). Besoknya biologi. Besoknya lagi Kimia. Setelah itu matematika lagi. Dan begitu seterusnya. Aku sempat berpikir kalau guru-guru bersangkutan pada stress semua hingga jadwalpun tidak terususun dengan baik nan indah - misalnya disisipin permainan ps. Setelah lulus baru aku tau maksud dari jadwal gawat ini. Hahaha. Maaf ya guru-guruku tercinta, aku sempat berpikir jelek-jelek waktu itu. Hahaha *murid durhaka nih.
Setelah ujian nasional akan mulai 7 hari lagi, aku mulai panik. Sangat panik! Banyak pikiran negatif menyerang pikiranku ini dengan pedang-pedang yang lancip itu - jadi ingat rumus lancipnya segitiga. Banyak pesan singkat yang masuk dalam ponselku yang harus di kirim ulang ke teman lain dengan ancaman tidak lulus ujian membuatku makin tidak karuan. Pulsa tidak mencukupi. Aku makin dan semakin panik hingga stress. UN didepan mata saja belum terurus apalagi nanti untuk masuk perguruan tingginya. Tiba-tiba jadi menyesal tidak belajar tekun waktu itu. Waktu terus berjalan dengan konsisten sementara aku yang awalnya jalan seperti siput jadi harus transformasi menjadi macan tutul. Bikin capek. Tapi akhirnya bisa juga aku lulus. Untung ingatan-ingatanku tidak bandel dan kabur pergi ketika hari H, yaitu ketika menjelang Ujian Nasional (UN) dan Ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri (SNMPTN). Dua-duanya lulus dan lolos seleksi padahal tidak belajar. Ketika UN tidak belajar karena penyakit malas kambuh dan pas SNMPTN-nya karena kecelakaan hingga masuk rumah sakit seminggu sebelum ujian. Hahaha. Its like a miracle for me. Kecelakaan membuatku kesulitan menyelesaikan soal-soal SNMPTN. That's why I said its miracle. Thx everyone. Especially my parent.
Terkadang hidup itu tidak boleh diratapi saja. Harus ada perubahan yang berarti. Harus ada langkah. Tidak boleh diam saja. Karena waktu terus berjalan dan akhirnya meninggalkan kita jauh dibelakang dan tawa dari si Waktu dapat kita dengar. Bukan 'hahaha' lagi tapi 'buahahahaaahahaaaaaaaaa'. Menyebalkan bukan? Ini pengalamanku ketika aku duduk di sekolah menengah atas. Menjelang Ujian Nasional aku hanya diam berleha-leha tidak tau apa yang mau dikerjakan. Guru les yang datang terus menerus mengulang pelajaran itu dengan sabar sampai aku suntuk banget. Ini sudah mendekati titik jenuh paling atas. Aku bosan. Hampir setengah tahun ini hanya mengulang-ngulang pelajaran SMA. Apalagi pelajaran matematika. Salah satu pelajaran kesukaanku karena tidak perlu menghafal melainkan menggunakan logika hasilpun bisa didapatkan dengan mudah. Semakin diingatkan pada rumus makin bosan aku. Bukan caraku menyelesaikan permasalahan matematika menggunakan rumus. Selama sekolah aku jarang menggunakan buku tulis. Semua aku tulis di buku pelajaran itu ataupun di kertas lain dan akhirnya dibuang. Ingatanku memang tidak bagus. Tapi aku tidak menutupinya dengan menulis di buku tulis. Menurutku itu buang-buang kertas. Kalau memang penting aku akan tulis di buku pelajaran yang bersangkutan. Lebih baik. Aku malas sekali kalau harus menulis keseluruhan tulisan yang diberikan oleh guru - jangan tersinggung ya my lovely teacher. Aku hanya menulis yang penting. Hanya itu. Menulis di buku pelajaran pada dibagian yang kosong dan buku pelajaran menjadi sangat-sangat penting karena multifungsinya itu. Jika buku itu hilang aku hanya dapat membelinya ulang tapi tidak beserta dengan catatanku yang amburadul didalamnya. Hal ini membuatku susah meminjamkan buku pelajaran kepada orang lain karena aku membutuhkannya juga. Bukan karena pelit. Harta pendidikanku semua hanya ada disana.
Waktu terus berjalan mendekati hari bersejarah dalam dunia (ku). Tapi aku makin tidak semangat mengikuti pelajaran yang ada. Ketika libur malah belajar. Tidak ada hiburan yang terselip sama sekali. Tiap hari aku diberi makan pelajaran yang termasuk dalam ujian nasional. Hari ini bahasa Indonesia. Besok matematika. Besok fisika. Besok kembali ke matematika (nah loh?). Besoknya biologi. Besoknya lagi Kimia. Setelah itu matematika lagi. Dan begitu seterusnya. Aku sempat berpikir kalau guru-guru bersangkutan pada stress semua hingga jadwalpun tidak terususun dengan baik nan indah - misalnya disisipin permainan ps. Setelah lulus baru aku tau maksud dari jadwal gawat ini. Hahaha. Maaf ya guru-guruku tercinta, aku sempat berpikir jelek-jelek waktu itu. Hahaha *murid durhaka nih.
Setelah ujian nasional akan mulai 7 hari lagi, aku mulai panik. Sangat panik! Banyak pikiran negatif menyerang pikiranku ini dengan pedang-pedang yang lancip itu - jadi ingat rumus lancipnya segitiga. Banyak pesan singkat yang masuk dalam ponselku yang harus di kirim ulang ke teman lain dengan ancaman tidak lulus ujian membuatku makin tidak karuan. Pulsa tidak mencukupi. Aku makin dan semakin panik hingga stress. UN didepan mata saja belum terurus apalagi nanti untuk masuk perguruan tingginya. Tiba-tiba jadi menyesal tidak belajar tekun waktu itu. Waktu terus berjalan dengan konsisten sementara aku yang awalnya jalan seperti siput jadi harus transformasi menjadi macan tutul. Bikin capek. Tapi akhirnya bisa juga aku lulus. Untung ingatan-ingatanku tidak bandel dan kabur pergi ketika hari H, yaitu ketika menjelang Ujian Nasional (UN) dan Ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri (SNMPTN). Dua-duanya lulus dan lolos seleksi padahal tidak belajar. Ketika UN tidak belajar karena penyakit malas kambuh dan pas SNMPTN-nya karena kecelakaan hingga masuk rumah sakit seminggu sebelum ujian. Hahaha. Its like a miracle for me. Kecelakaan membuatku kesulitan menyelesaikan soal-soal SNMPTN. That's why I said its miracle. Thx everyone. Especially my parent.
Hilang Kunci? Tidak!
Sebentar lagi liburan telah selesai. Liburan adikku yang masih sekolah maksudnya. Sebentar lagi harus masuk sekolah. Sementara selama ini mereka hanya tidur-tiduran dan main game online dirumah. Hampir tiap hari begitu. Aku jadi tidak mendapatkan jatah untuk internet. Setelah satunya sudah capek main dilanjutkan oleh adikku yang lain. Untung adikku hanya dua. Karena hampir seharian modem dimonopoli mereka maka waktu untuk internetku terpaksa harus pada malam hari sekitar jam 9 atau 10 ke atas. Niatnya buka FB jadi males. Inspirasi untuk nulis di blogspot juga sudah melayang ke langit. Mau cari sesuatu yang menarik juga sudah pudar. Haaish.
Walaupun begitu ada hal bagus yang dapat dipetik. Mobil jadi menganggur satu dirumah. Kalau dulu mesti bilang sebelumnya dan atur waktu baru dikasih bawa. Tapi sekarang jadi bebas. Bukan karena setiranku kacau - kalau kacau ga mungkin mobil selamat aku bawa ke bukit dan ke luar kota. Jadi terserah mau pakai apa saja. Motor oke. Pakai mobil juga silakan. Aku jadi tidak usah minta izin sehari sebelumnya lagi. Hahaha..*evil laugh.
Kendaraan itu cukup penting bagiku yang suka berpergian. Entah untuk ke sekolah (dulu), kampus, toko buku - hampir 2 atau 3 kali seminggu, ke supermarket - buat keperluan sendiri atau rumah, ke rumah teman buat kerjain tugas, dll. Kendaraan yang digunakan tentu harus sesuai dengan tujuan dan keperluan. Pernah waktu aku membeli keperluan untuk miniatur bangunan yang bahan-bahannya cukup besar seperti gabus sangat menyulitkanku karena waktu itu menggunakan motor. Lupa pakai mobil. Tapi sudah terlambat. Gara-gara itu aku diam diparkiran hingga 15 menit untuk berpikir kayak orang kehilangan kunci kendaraan. Diam saja melihat motor tapi sebenarnya pikiranku muter-muter jungkir balik dan loncat-loncat - pasti di otakku ada lahan kosong tempat senam lantai seluas 1 hektar. Berkali-kali aku didatangi oleh satpam yang berbeda-beda dan berkali-kali pula aku menyautnya, 'tidak ada apa-apa pak.' Kening Pak Satpam selalu mengerut sebelum akhirnya pergi. 'Anak aneh', begitu yang ada dibenaknya.
Walaupun begitu ada hal bagus yang dapat dipetik. Mobil jadi menganggur satu dirumah. Kalau dulu mesti bilang sebelumnya dan atur waktu baru dikasih bawa. Tapi sekarang jadi bebas. Bukan karena setiranku kacau - kalau kacau ga mungkin mobil selamat aku bawa ke bukit dan ke luar kota. Jadi terserah mau pakai apa saja. Motor oke. Pakai mobil juga silakan. Aku jadi tidak usah minta izin sehari sebelumnya lagi. Hahaha..*evil laugh.
Kendaraan itu cukup penting bagiku yang suka berpergian. Entah untuk ke sekolah (dulu), kampus, toko buku - hampir 2 atau 3 kali seminggu, ke supermarket - buat keperluan sendiri atau rumah, ke rumah teman buat kerjain tugas, dll. Kendaraan yang digunakan tentu harus sesuai dengan tujuan dan keperluan. Pernah waktu aku membeli keperluan untuk miniatur bangunan yang bahan-bahannya cukup besar seperti gabus sangat menyulitkanku karena waktu itu menggunakan motor. Lupa pakai mobil. Tapi sudah terlambat. Gara-gara itu aku diam diparkiran hingga 15 menit untuk berpikir kayak orang kehilangan kunci kendaraan. Diam saja melihat motor tapi sebenarnya pikiranku muter-muter jungkir balik dan loncat-loncat - pasti di otakku ada lahan kosong tempat senam lantai seluas 1 hektar. Berkali-kali aku didatangi oleh satpam yang berbeda-beda dan berkali-kali pula aku menyautnya, 'tidak ada apa-apa pak.' Kening Pak Satpam selalu mengerut sebelum akhirnya pergi. 'Anak aneh', begitu yang ada dibenaknya.
Labels:
Accidental,
Alone,
Holiday
Hal Kecil Menjadi Besar
Aku marah sekali dengannya. Kata-katanya seolah-olah menyamakan aku dengan orang lain. Dan lagi dia mengatakan kalau hal sepele ini tidak usah dipeributkan lagi. Sepele? Oke kalau itu maumu. Aku dengar kalimat itu rasanya seperti meledak kepalaku. Handphoneku sudah basah entah dari kapan airmata ini datang. Aku bingung. Apa aku yang terlalu perasa orangnya. Aku kesel sekali. Dari siang sudah cari gara-gara. Kata-katanya tajam sekali seperti cutter. Nusuk sekali. Membuatku terus berpikir letak kesalahanku dimana. Kalau bukan karena aku sangat menyayanginya aku tidak akan semarah ini. Perasaanku mulai tidak enak. Nafasku tidak beraturan. Pikiranku kacau sekali. Berpikir sana sini ga jelas. Mata sudah perih sampai kesulitan untuk sekedar membaca sms. Jadi ingat nasehat kakek studioku yang mengatakan berpikir banyak itu boleh tapi harus tetap pada pendirian. Sama seperti konsep struktur atap pada bangunan tradisional daerah sini.
Aku masih diam dikamar. Amarahku menurun perlahan karena tau dia juga merasa bersalah. Mengingat dia juga memiliki masalah lain yang juga harus dipikirkan. Masalahnya sebenernya sederhana tapi aku yang terlalu berlebihan dan dia yang terlalu malas memikirkannya dan menutup pembicaraan dengan kata-kata tidak enak. Tumbennya sehari ini dia mengatakan minta maaf hingga tujuh kali. Angka yang cukup besar menurutku. Dia orangnya realitis. Minta maaf pada waktunya. Dan tidak pernah mengatakan berlebihan. Kata maaf berkali-kali itu sudah cukup mewakili permintamaafnya. Walau sederhana berupa kata-kata, itu sudah sangat cukup bagiku. Itu karena aku sayang sekali padanya. ^^
Aku masih diam dikamar. Amarahku menurun perlahan karena tau dia juga merasa bersalah. Mengingat dia juga memiliki masalah lain yang juga harus dipikirkan. Masalahnya sebenernya sederhana tapi aku yang terlalu berlebihan dan dia yang terlalu malas memikirkannya dan menutup pembicaraan dengan kata-kata tidak enak. Tumbennya sehari ini dia mengatakan minta maaf hingga tujuh kali. Angka yang cukup besar menurutku. Dia orangnya realitis. Minta maaf pada waktunya. Dan tidak pernah mengatakan berlebihan. Kata maaf berkali-kali itu sudah cukup mewakili permintamaafnya. Walau sederhana berupa kata-kata, itu sudah sangat cukup bagiku. Itu karena aku sayang sekali padanya. ^^
Peringatan!
Seperti yang pernah saya bilang sebelumnya pada posting pertama, saya disini hanya bermaksud menceritakan apa yang saya alami atau orang sekitarku agar hal ini dapat menginspirasi pada hidup pembaca ataupun agar tidak ada yang mengulangi kesalahan seperti saya.
Tidak ada nama asli yang tercantum disini. Tidak ada maksud negatif seperti mengejek ataupun menghina. Semua yang saya tulis memang berdasarkan kisah nyata tapi nama dan tempat akan disamarkan untuk kebaikan masing-masing. Jika masih merasa tidak terima dengan apa yang saya tulis disini silakan komplain langsung ke saya (lihat ke profile) tanpa harus memberitakan sesuatu yang jelek dibelakang lebih dahulu. Terimakasih atas pengertiannya.
Enjoy reading my blog ^^
Tidak ada nama asli yang tercantum disini. Tidak ada maksud negatif seperti mengejek ataupun menghina. Semua yang saya tulis memang berdasarkan kisah nyata tapi nama dan tempat akan disamarkan untuk kebaikan masing-masing. Jika masih merasa tidak terima dengan apa yang saya tulis disini silakan komplain langsung ke saya (lihat ke profile) tanpa harus memberitakan sesuatu yang jelek dibelakang lebih dahulu. Terimakasih atas pengertiannya.
Enjoy reading my blog ^^
Labels:
pendahuluan
Friday, 2 July 2010
Kamarku Istanaku
Itu istilah yang tepat untuk kamarku. Bagaimana tidak? Kamarku memiliki berbagai fungsi selain menjadi tempat tidur. Selain ranjang di kamarku juga memiliki perabotan lainnya yang cukup memenuhi ruangan. Aku sudah menempati kamar ini sejak SD kelas 6 atau SMP kelas 1 -- kalau tidak salah ingat. Karena waktu itu aku masih seorang bocah yang taunya hanya menuntut ilmu dan membuat keonaran ga jelas ditetangga makanya dikamarku diletakan sebuah meja belajar yang entah darimana datangnya karena tau-tau sudah ada dikamarku waktu itu tanpa ada prosuder panjang.
Seperti kebanyakan anak-anak lainnya, membaca merupakan salah satu hobiku yang tertanam dari dulu dan masih berjaya hingga sekarang-- hahaha. Banyak sekali waktu aku habiskan untuk membaca. Tapi semenjak tau mataku mulai berkurang penglihatannya waktu membacapun aku kurangin. Biasanya satu minggu aku dapat menghabiskan hingga 100-an buku komik + novel hingga majalah dan koran. Tapi sekarang hanya seperlunya saja. Karena hobi aneh itulah kamarku dirobak hingga dapat memuat 1000 buku lebih.
Ada sebuah lemari yang menhabiskan tempat disalah satu dindingku. Benar-benar satu dinding. Dari bawah tempat aku berpijak dan loncat-loncat hingga mentok di langit-langit atap. Beragam buku ada disana. Mulai dari buku pelajaran SMA, seikat ijazah + sertifikat yang sudah lupa kapan dapatnya, piala juara dua - lupa juga juara apa dan letaknya diatas membuatku tidak dapat melihat jelas lomba yang dimenangkan, koleksi komik dari dora sampai serial detektive juga ada, sekumpulan novel-novel ga jelas mulai dari novel amburadul hingga serial sihir dan vampir, tumpukan beberapa buku hasil dari tulisanku yang benar-benar tidak sesuai EYD, kumpulan kamus berderet dari bahasa Indonesia (ada 3 buku) hingga bahasa Bali ada, buku-buku persiapan UN dan SNMPTN hampir menghabiskan tiga deret, ada boneka kecil-kecil pemberian orang, ada beberapa DVD jg karena memang bukan disini tempat penyimpanannya, ada deretan khusus diletakan segala pernak pernik obat berobat -- gara-gara dulu terobsesi menjadi dokter dan setelah ga dapet malah sering kecelakaan, dan masih banyak yang benar-benar susah untuk didiskripkan. Sudah banyak dibedah barang-barangnya. Seperti contoh buku-buku SMP yang dulunya menghuni lemari ini sekarang berada dipojokan gudang tanpa jendela lantai satu sambil menangis meraung -- eit, kayaknya yang meraung anjingku deh bukan buku SMPku.
Alhasil kamarku kelihatan kecil, sumpek, berdebu gara-gara lemari sedinding ini. Belum lagi setelah masuk jurusan tersibuk dan teraneh (kata Ibuku), datang sebuah meja gambar yang memakan tempat lumayan banyak karena besar papannya hingga a0 lebih 10 cm ditiap pinggirnya. Bikin makin sumpek aja. Harusnya sekalian aku request meja gambar lipat. Hahaha.. =,='
Tidur dengan lemari sedinding memerlukan adaptasi hingga 4 hari bagiku. Waktu itu masih SMP kelas 1, dan mendapatkan lemari yang tingginya hingga 3x tinggiku membuatku syok. Ketika tidur sering kali aku membayangkan sesuatu yang aneh-aneh seperti komik berjalan-jalan sendiri ataupun boneka yang tertawa sinis sambil menatapku tidur. Hiiiy. Setelah empat hari tidur tidak tenang bersama si lemari besar ini barulah aku bisa membiasakan diri. Huft. Perjuangan nih.
Seperti kebanyakan anak-anak lainnya, membaca merupakan salah satu hobiku yang tertanam dari dulu dan masih berjaya hingga sekarang-- hahaha. Banyak sekali waktu aku habiskan untuk membaca. Tapi semenjak tau mataku mulai berkurang penglihatannya waktu membacapun aku kurangin. Biasanya satu minggu aku dapat menghabiskan hingga 100-an buku komik + novel hingga majalah dan koran. Tapi sekarang hanya seperlunya saja. Karena hobi aneh itulah kamarku dirobak hingga dapat memuat 1000 buku lebih.
Ada sebuah lemari yang menhabiskan tempat disalah satu dindingku. Benar-benar satu dinding. Dari bawah tempat aku berpijak dan loncat-loncat hingga mentok di langit-langit atap. Beragam buku ada disana. Mulai dari buku pelajaran SMA, seikat ijazah + sertifikat yang sudah lupa kapan dapatnya, piala juara dua - lupa juga juara apa dan letaknya diatas membuatku tidak dapat melihat jelas lomba yang dimenangkan, koleksi komik dari dora sampai serial detektive juga ada, sekumpulan novel-novel ga jelas mulai dari novel amburadul hingga serial sihir dan vampir, tumpukan beberapa buku hasil dari tulisanku yang benar-benar tidak sesuai EYD, kumpulan kamus berderet dari bahasa Indonesia (ada 3 buku) hingga bahasa Bali ada, buku-buku persiapan UN dan SNMPTN hampir menghabiskan tiga deret, ada boneka kecil-kecil pemberian orang, ada beberapa DVD jg karena memang bukan disini tempat penyimpanannya, ada deretan khusus diletakan segala pernak pernik obat berobat -- gara-gara dulu terobsesi menjadi dokter dan setelah ga dapet malah sering kecelakaan, dan masih banyak yang benar-benar susah untuk didiskripkan. Sudah banyak dibedah barang-barangnya. Seperti contoh buku-buku SMP yang dulunya menghuni lemari ini sekarang berada dipojokan gudang tanpa jendela lantai satu sambil menangis meraung -- eit, kayaknya yang meraung anjingku deh bukan buku SMPku.
Alhasil kamarku kelihatan kecil, sumpek, berdebu gara-gara lemari sedinding ini. Belum lagi setelah masuk jurusan tersibuk dan teraneh (kata Ibuku), datang sebuah meja gambar yang memakan tempat lumayan banyak karena besar papannya hingga a0 lebih 10 cm ditiap pinggirnya. Bikin makin sumpek aja. Harusnya sekalian aku request meja gambar lipat. Hahaha.. =,='
Tidur dengan lemari sedinding memerlukan adaptasi hingga 4 hari bagiku. Waktu itu masih SMP kelas 1, dan mendapatkan lemari yang tingginya hingga 3x tinggiku membuatku syok. Ketika tidur sering kali aku membayangkan sesuatu yang aneh-aneh seperti komik berjalan-jalan sendiri ataupun boneka yang tertawa sinis sambil menatapku tidur. Hiiiy. Setelah empat hari tidur tidak tenang bersama si lemari besar ini barulah aku bisa membiasakan diri. Huft. Perjuangan nih.
Wednesday, 30 June 2010
Janjiku Dibawah Hujan
Ada jalur perjalanan yang hampir selalu aku lewati untuk menuju ke rumah. Disana ada sesuatu yang cukup menarik perhatianku. Ada seseorang lelaki lusuh yang duduk di trotoar diseberang supermarket ternama. Rambutnya panjang kusut berantakan. Baju yang dikenakan sudah longgar dan terdapat robekan dimana-mana. Warnanya pun sudah tidak dapat dikenali lagi karena luntur akibat sinar matahari dan hujan. Tangannya selalu terulur ke orang-orang untuk meminta belas kasihan. Profesinya tak lain adalah seorang pengemis.
Aku sudah melihatnya sejak aku masuk ke bangku SD kelas 4. Aku pernah pulang dengan berjalan kaki dan melewati pengemis itu. Karena itulah keberadaan orang itu cukup membekas dalam ingatanku. Hingga sekarang, sudah 9 tahun lebih lelaki itu berada ditempat yang sama dengan baju yang sama dia kenakan ketika aku yang masih kelas 4. Mungkin karena kakinya yang lumpuh membuatnya sulit untuk beranjak dari sana.
Suatu hari aku pulang dari kampusku yang berada di Pusat Kota. Aku lewati jalan itu lagi. Dan tentunya melihat dia masih berada disana. Dengan pose yang sama seperti kemarin. Banyak pertanyaan yang berkecambuk dalam pikiranku. Dimana dia biasanya bermalam? Apakah dia mendapatkan makan yang cukup? Hal ini tidak dapat kubayangkan sebelumnya. Sinar matahari yang terik membuatku mempercepat kendaraanku hingga ke rumah dan melupakan apa yang baru kupikirkan.
Tepat 7 tahun yang lalu, aku dan keluargaku berkunjung kerumah teman Ayahku yang letaknya kebetulan dekat tempat pengemis itu berada. Saat itu aku disibukkan oleh urusan teman Ayahku itu dan melupakan mengenai pengemis itu. Setelah urusan selesai, kami bermaksud pulang. Tapi tiba-tiba hujan yang deras turun seenaknya. Teman Ayah langsung menyuguhkan teh dan meminta kami untuk diam sejenak disana hingga hujan berhenti. Kami tidak bisa menolaknya. Lagipula hari itu kami memang tidak mempunyai kesibukan lainnya.
Aku diam duduk dimeja dengan tangan menyangga wajahku. Pandanganku lurus ke arah luar ketempat hujan berada. Tiba-tiba aku langsung ingat mengenai pengemis tersebut. Segera aku lari keluar dan mengambil cepat payung yang ada. Aku berlari keluar dan melihat pengemis itu tetap berada diposisinya. Seperti patung. Dia tidak bergerak dengan posisi duduk. Aku hampir tidak dapat bernafas. Pemandangan ini hatiku bergerak. Air mataku menetes perlahan dan berbaur dengan air hujan. Aku perlahan mendekati lelaki itu. Perlahan. Dengan kaki terseret. Aku takut ternyata dugaanku tepat. Aku takut kalau ternyata benar lelaki itu telah meninggal. Rasanya tidak enak mengetahui dia telah pergi sebelum aku dapat melakukan apa-apa. Apa yang kulakukan selama ini? Hanya melihatnya dan pergi. Oh Tuhan maafkan hambamu ini.
Jarakku dengan pengemis itu hanya 20 cm. Lebar payungku dapat menjangkaunya dan membuat air hujan tidak mengenainya untuk sementara. Jarak ini membuatku cukup jelas melihat tubuhnya sedikit bergerak. Dadanya masih naik turun menandakan dia masih bernafas walaupun sangat pelan. Matanya yang semula terpejam kini terbuka perlahan-lahan. Dia menatapku dengan matanya yang berwarna abu-abu. Dia berbicara. Tapi aku sama sekali tidak dapat menangkap satupun kata-katanya. Dia hanya mengulang-ngulang sebuah kata. Mungkin sebuah nama. Dia membuka mulutnya dan mengucapkan sebuah kata lagi. Dan lagi. Aku seperti anak TK disana karena aku sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakannya. Aku bermaksud membantunya tapi tidak tau harus membantu apa. Aku mengeluarkan uang yang merupakan uang sakuku yang terkhir dan memberikan kepadanya. Aku menaruh uang itu diatas telapak tangan lelaki itu dan menggerakkan tangan itu untuk menggenggamnya. Aku berkata,'Ini semua uang yang kumiliki, ambillah. Suatu hari jika aku sudah bekerja dan kakek masih disini aku akan datang kesini setiap hari dan memberi kakek makanan dan baju yang layak. Semoga kakek dilindungi sama Tuhan.' Aku berdiri. Dan dengan berat hari beranjak dari sana.
Setelah kejadian itu aku masih melihatnya disana terus menerus ketika pulang dari sekolah. Pulang dari kampus. Hingga sekarang.
Aku sudah melihatnya sejak aku masuk ke bangku SD kelas 4. Aku pernah pulang dengan berjalan kaki dan melewati pengemis itu. Karena itulah keberadaan orang itu cukup membekas dalam ingatanku. Hingga sekarang, sudah 9 tahun lebih lelaki itu berada ditempat yang sama dengan baju yang sama dia kenakan ketika aku yang masih kelas 4. Mungkin karena kakinya yang lumpuh membuatnya sulit untuk beranjak dari sana.
Suatu hari aku pulang dari kampusku yang berada di Pusat Kota. Aku lewati jalan itu lagi. Dan tentunya melihat dia masih berada disana. Dengan pose yang sama seperti kemarin. Banyak pertanyaan yang berkecambuk dalam pikiranku. Dimana dia biasanya bermalam? Apakah dia mendapatkan makan yang cukup? Hal ini tidak dapat kubayangkan sebelumnya. Sinar matahari yang terik membuatku mempercepat kendaraanku hingga ke rumah dan melupakan apa yang baru kupikirkan.
Tepat 7 tahun yang lalu, aku dan keluargaku berkunjung kerumah teman Ayahku yang letaknya kebetulan dekat tempat pengemis itu berada. Saat itu aku disibukkan oleh urusan teman Ayahku itu dan melupakan mengenai pengemis itu. Setelah urusan selesai, kami bermaksud pulang. Tapi tiba-tiba hujan yang deras turun seenaknya. Teman Ayah langsung menyuguhkan teh dan meminta kami untuk diam sejenak disana hingga hujan berhenti. Kami tidak bisa menolaknya. Lagipula hari itu kami memang tidak mempunyai kesibukan lainnya.
Aku diam duduk dimeja dengan tangan menyangga wajahku. Pandanganku lurus ke arah luar ketempat hujan berada. Tiba-tiba aku langsung ingat mengenai pengemis tersebut. Segera aku lari keluar dan mengambil cepat payung yang ada. Aku berlari keluar dan melihat pengemis itu tetap berada diposisinya. Seperti patung. Dia tidak bergerak dengan posisi duduk. Aku hampir tidak dapat bernafas. Pemandangan ini hatiku bergerak. Air mataku menetes perlahan dan berbaur dengan air hujan. Aku perlahan mendekati lelaki itu. Perlahan. Dengan kaki terseret. Aku takut ternyata dugaanku tepat. Aku takut kalau ternyata benar lelaki itu telah meninggal. Rasanya tidak enak mengetahui dia telah pergi sebelum aku dapat melakukan apa-apa. Apa yang kulakukan selama ini? Hanya melihatnya dan pergi. Oh Tuhan maafkan hambamu ini.
Jarakku dengan pengemis itu hanya 20 cm. Lebar payungku dapat menjangkaunya dan membuat air hujan tidak mengenainya untuk sementara. Jarak ini membuatku cukup jelas melihat tubuhnya sedikit bergerak. Dadanya masih naik turun menandakan dia masih bernafas walaupun sangat pelan. Matanya yang semula terpejam kini terbuka perlahan-lahan. Dia menatapku dengan matanya yang berwarna abu-abu. Dia berbicara. Tapi aku sama sekali tidak dapat menangkap satupun kata-katanya. Dia hanya mengulang-ngulang sebuah kata. Mungkin sebuah nama. Dia membuka mulutnya dan mengucapkan sebuah kata lagi. Dan lagi. Aku seperti anak TK disana karena aku sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakannya. Aku bermaksud membantunya tapi tidak tau harus membantu apa. Aku mengeluarkan uang yang merupakan uang sakuku yang terkhir dan memberikan kepadanya. Aku menaruh uang itu diatas telapak tangan lelaki itu dan menggerakkan tangan itu untuk menggenggamnya. Aku berkata,'Ini semua uang yang kumiliki, ambillah. Suatu hari jika aku sudah bekerja dan kakek masih disini aku akan datang kesini setiap hari dan memberi kakek makanan dan baju yang layak. Semoga kakek dilindungi sama Tuhan.' Aku berdiri. Dan dengan berat hari beranjak dari sana.
Setelah kejadian itu aku masih melihatnya disana terus menerus ketika pulang dari sekolah. Pulang dari kampus. Hingga sekarang.
Labels:
Accidental,
Sacrifice,
Tears
Monday, 28 June 2010
I Don't Care At All
Kesehatan makin menurun membuat segalanya semakin kacau. Mulai dari tugas yang amburadul, untungnya selesai tepat waktu - thx to my grandpa and Koga. Tugas kelompok yang akhirnya begadang sendiri 2 hari untuk menyelesaikannya. Hubunganku dengan seorang teman mulai longgar dengan sendirinya. Ayahku sakit dan masih keras kepala tidak mau ke dokter - sepertinya sifat ini menurun ke anak pertamanya. Sebentar lagi Short Semester akan dimulai padahal masih ingin berlibur T.T hiks.. Rasanya sudah ga semangat hidup. Mau lakuin apa saja sudah malas. Setiap nyetir sudah ga tau sudah sampai dimana. Ga pernah lihat jam lagi. Ga peduli. Ga mau tau. Memang ada yang khawatir aku apa. Ck. Memang siapa yang memerlukanku.
Monday, 21 June 2010
Mulutmu Itu Seperti Pisau
Coba aja lakuin seperti itu terus. Kamu bakal tau apa yang salah dari perbuatanmu. Sudah banyak yang nasehatin tak terkecuali pacarmu tapi km masih saja tidak peduli. Aku ga masalah kamu mau berbuat apa tapi kalo hal itu menyangkut diriku aku bakalan kesel juga. Apalagi kalo mengenai hal yang sebenarnya tidak ada. Suka banget sih ngomongin orang. Kurang kerjaan. Terus dah gitu sampai kamu puas. Ga tau apa kalau kata-katamu itu membuat segalanya kacau. Mulut itu dipakai bagaimana semestinya. Bodoh. Dari aku sekolah sampai kuliah selalu saja ad 2-3 orang seperti ini. Ga ada habisnya. Apalagi orang jenis seperti ini selalu saja mendiskriminasi ras orang. Ckck. Mengertilah kalo kalau kita tinggal ditempat yang memiliki berbagai suku dan budaya.
Labels:
Friendship
Monday, 14 June 2010
Salahkah Aku Minta Maaf?
Tengah Malam aku baru pulang dari tempat print tugas karena hampir satu angkatan print out tugas disana. Tempat jadi penuh. Mau lewat mesti bilang biar diberi ruang lebih untuk lewat. Aku baru tau tugas ini tadi pagi sekitar jam 10 an. Seharian ini aku lumayan sibuk. Temanku shella minta ditemenin ngobrol. Karena hari itu aku sudah janji akan meluangkan waktuku untuknya walau dikit. Karena itu aku berencana kerumahnya bikin tugas sambil mendengerkan dia bercerita. Setelah 2 jam lebih akhirnya tugasku hampir selesai. Tapi tiba-tiba laptop jadi aneh. Not responding. Oh tidaaak. Aku langsung buru-buru pulang. Tapi jalan keluar dari rumah Shella di aspal. Jadi mesti menunggu. Aeeh. Belum lagi ada temanku si Rosa yang sejak pagi minta barengan nge-print tugas. Aku jadi panik ga karuan. Dia terus menerus sms dan telpon minta secepatnya. Haah.. =,=
Setelah pulang aku malah dimarah oleh Koga. Kepalaku pusing sekali. Capek. Makan telat. Daritadi sibuk bolak balik. Mata sudah capek gara-gara kelamaan didepan layar laptop. Tapi kerjaan tidak ada yang benar-benar selesai. Niatnya pulang dengerin suara Koga biar agak baikan moodnya malah kena bentak. Kata-katanya setajam pisau. Serasa di tusuk berkali-kali ditempat yang sama. Sakit banget. Bahkan sakit dikakiku sudah tidak terasa lagi. Tanganku mati rasa dari tadi pegang handphone ga jelas. Di telpon. Dimatiin lagi. Di telpon lagi. Dan untuk kesekian kali dimatiin lagi. Aku ingin minta maaf karena telah membuatnya cemas. Tapi yang kudapatkan lain. Aku jadi serba salah. Minta maaf salah. Habis sudah kata-kataku. Pusing. Mataku sampai perih sekali. Hiks.
Setelah pulang aku malah dimarah oleh Koga. Kepalaku pusing sekali. Capek. Makan telat. Daritadi sibuk bolak balik. Mata sudah capek gara-gara kelamaan didepan layar laptop. Tapi kerjaan tidak ada yang benar-benar selesai. Niatnya pulang dengerin suara Koga biar agak baikan moodnya malah kena bentak. Kata-katanya setajam pisau. Serasa di tusuk berkali-kali ditempat yang sama. Sakit banget. Bahkan sakit dikakiku sudah tidak terasa lagi. Tanganku mati rasa dari tadi pegang handphone ga jelas. Di telpon. Dimatiin lagi. Di telpon lagi. Dan untuk kesekian kali dimatiin lagi. Aku ingin minta maaf karena telah membuatnya cemas. Tapi yang kudapatkan lain. Aku jadi serba salah. Minta maaf salah. Habis sudah kata-kataku. Pusing. Mataku sampai perih sekali. Hiks.
Thursday, 10 June 2010
Tidak Akan Kuucapkan Kedua Kali
Ada beberapa kalimat yang berhasil lahir dari pengalaman-pengalaman orang yang patut diilhami. Salah satunya: "Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya."
Aku pernah kehilangan seseorang yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Dia meninggalkan dunia ini setelah baru masuk ke bangku kuliah karena sakit. Sakit yang tidak pernah kuketahui sebelumnya. Dia tidak pernah menceritakannya. Yang kutahu selama aku mengenalnya dia orang yang ceria. Dia selalu bercerita padaku mengenai apa saja. Dia juga bercerita mengenai mimpi dan cita-citanya untuk membeli Honda Jazz White Edition dengan uangnya sendiri. Ketika mendapat masalah dia selalu mengatakan pada dirinya, 'ayo semangat Rya.'Ketika temannya mendapat pengalaman buruk misalnya tidak dapat masuk ke universitas incarannya ataupun masalah dengan pacar, dia selalu menjadi penyemangat. Aku masih ingat bagaimana suaranya. Ada beberapa pesan singkat melalui sms darinya masih tersimpan dalam ponselku. Jadi sedih banget kalau baca smsnya.
Aku benar-benar kaget ketika dia dikabarkan meninggal karena sakit. Diketahui dari Ibunya kalau dia sakit karena kelelahan menjalannya OSPEK. Aku syok bukan main. Karena aku sempat mengatakan selamat tinggal padanya ketika hari terakhir di bimbingan belajar. Tidak kusangka benar-benar terjadi, karena itulah aku tidak akan sembarangan mengatakan selamat tinggal kepada orang yang ada disekelilingku terutama yang aku sayang.
Ketika mengetahui berita duka itu, kepalaku langsung kosong ga tau mau mikir apa. Aku ingat waktu itu aku iseng juga mencari jurusan Kedokteran Gigi dan ikut ujian tes bersamanya pada hari pertama. Hari kedua adalah ujian kesehatan dan hari dimana aku langsung mengundurkan diri. Ketika dia menerima hasil pengumumannya dan mengetahui bahwa dirinya akhirnya masuk kesana dia terlihat sangat senang dan loncat-loncat kegirangan ditempat bimbingan belajar. Semua orang ikut tertawa melihat kelakuannya. Wajah itulah wajah yang paling senang yang pernah dia perlihatkan padaku dan wajah terakhir yang kulihat sebelum dia pergi. Selamat jalan.
Aku pernah kehilangan seseorang yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Dia meninggalkan dunia ini setelah baru masuk ke bangku kuliah karena sakit. Sakit yang tidak pernah kuketahui sebelumnya. Dia tidak pernah menceritakannya. Yang kutahu selama aku mengenalnya dia orang yang ceria. Dia selalu bercerita padaku mengenai apa saja. Dia juga bercerita mengenai mimpi dan cita-citanya untuk membeli Honda Jazz White Edition dengan uangnya sendiri. Ketika mendapat masalah dia selalu mengatakan pada dirinya, 'ayo semangat Rya.'Ketika temannya mendapat pengalaman buruk misalnya tidak dapat masuk ke universitas incarannya ataupun masalah dengan pacar, dia selalu menjadi penyemangat. Aku masih ingat bagaimana suaranya. Ada beberapa pesan singkat melalui sms darinya masih tersimpan dalam ponselku. Jadi sedih banget kalau baca smsnya.
Aku benar-benar kaget ketika dia dikabarkan meninggal karena sakit. Diketahui dari Ibunya kalau dia sakit karena kelelahan menjalannya OSPEK. Aku syok bukan main. Karena aku sempat mengatakan selamat tinggal padanya ketika hari terakhir di bimbingan belajar. Tidak kusangka benar-benar terjadi, karena itulah aku tidak akan sembarangan mengatakan selamat tinggal kepada orang yang ada disekelilingku terutama yang aku sayang.
Ketika mengetahui berita duka itu, kepalaku langsung kosong ga tau mau mikir apa. Aku ingat waktu itu aku iseng juga mencari jurusan Kedokteran Gigi dan ikut ujian tes bersamanya pada hari pertama. Hari kedua adalah ujian kesehatan dan hari dimana aku langsung mengundurkan diri. Ketika dia menerima hasil pengumumannya dan mengetahui bahwa dirinya akhirnya masuk kesana dia terlihat sangat senang dan loncat-loncat kegirangan ditempat bimbingan belajar. Semua orang ikut tertawa melihat kelakuannya. Wajah itulah wajah yang paling senang yang pernah dia perlihatkan padaku dan wajah terakhir yang kulihat sebelum dia pergi. Selamat jalan.
Labels:
Accidental,
College,
Friendship,
Health,
Sacrifice,
Tears
Sunday, 30 May 2010
1 Jam di Ruangan Operasi
Setelah mendaftar dibagian resepsionis aku melangkah ke ruang tunggu operasi. Banyak yang kupikirkan. Jika operasi ini berhasil aku akan melakukan banyak kegiatan yang dulu belum kesampaian. Jika tidak, aku hanya berharap bisa diterima disisiNya. Agak berlebihan memang karena ini operasi kecil. Masih stadium awal. Tapi ada ketakutan yang sangat dalam diriku ini. Aku masih belum mau meninggalkan dunia ini.
Setelah ada panggilan dari suster aku melangkah masuk ke ruang operasi dengan perasaan campur aduk. Entah mau senang karena setelah ini aku tidak akan kesakitan lagi atau takut karena menurutku kata 'operasi' itu sangat mengerikan bagiku.
Lampu operasi menyala dengan terangnya hingga pandanganku kabur. Wajah dokterpun sudah tidak terlalu jelas kelihatan lagi. Operasi dimulai cukup lama.. Aku merasakan sakit yang benar-benar ingin membuatku mati saat itu juga. Dia tidak membiusku total. Hanya bagian tertentu yang dibius. Mataku tertutup kain besar yang baunya seperti Selama operasi aku mendengar suara gunting dan pisau secara bergantian. Suara benturan besi selalu ada. Suara dokter yang suaranya seperti suara radio rusak. Pendengaranku melemah. Tapi semua suara masih dapat terdengar. Suara orang melangkah. Suara dokter dan suster bergantian.Belum lagi ada suara sayatan pada salah satu organku. Oh my.. T.T
Tiba-tiba semua wajah yang kukenal bermunculan.. Serasa mendapatkan kekuatan. Dari orang-orang yang kusayangi dan kucintai. Aku bersalah kepada keluargaku karena aku tidak bisa menjaga kesehatanku dengan baik. Aku juga bersalah kepada Koga yang waktu itu aku telantarkan tanpa kabar sama sekali. Waktu itu memang tidak bisa sama sekali. Nomor yang bawa kesana tidak merespon dengan baik karena tidak memiliki jaringan disana - kesalahan terbesarku. Hiks. Maafkan aku ya.
Setelah ada panggilan dari suster aku melangkah masuk ke ruang operasi dengan perasaan campur aduk. Entah mau senang karena setelah ini aku tidak akan kesakitan lagi atau takut karena menurutku kata 'operasi' itu sangat mengerikan bagiku.
Lampu operasi menyala dengan terangnya hingga pandanganku kabur. Wajah dokterpun sudah tidak terlalu jelas kelihatan lagi. Operasi dimulai cukup lama.. Aku merasakan sakit yang benar-benar ingin membuatku mati saat itu juga. Dia tidak membiusku total. Hanya bagian tertentu yang dibius. Mataku tertutup kain besar yang baunya seperti Selama operasi aku mendengar suara gunting dan pisau secara bergantian. Suara benturan besi selalu ada. Suara dokter yang suaranya seperti suara radio rusak. Pendengaranku melemah. Tapi semua suara masih dapat terdengar. Suara orang melangkah. Suara dokter dan suster bergantian.Belum lagi ada suara sayatan pada salah satu organku. Oh my.. T.T
Tiba-tiba semua wajah yang kukenal bermunculan.. Serasa mendapatkan kekuatan. Dari orang-orang yang kusayangi dan kucintai. Aku bersalah kepada keluargaku karena aku tidak bisa menjaga kesehatanku dengan baik. Aku juga bersalah kepada Koga yang waktu itu aku telantarkan tanpa kabar sama sekali. Waktu itu memang tidak bisa sama sekali. Nomor yang bawa kesana tidak merespon dengan baik karena tidak memiliki jaringan disana - kesalahan terbesarku. Hiks. Maafkan aku ya.
Friday, 28 May 2010
Tak Bisa Kubayangkan
Aku sudah berpikir jauh. Aku sudah membayangkannya walau hanya sebagian saja. Hal itu seperti mimpi buruk bagiku. Sepertinya aku memang tidak bisa. Keberadaanmulah membuatku tahu bahwa hidup itu terasa lebih hidup. Apa yang terjadi jika hal itu benar-benar terjadi?? Aku sangat membutuhkanmu. Bahkan lebih dari yang kau tahu. Oh Tuhanku yang Maha Kuasa dan Pengasih. Jangan beri aku cobaan lagi. Kuingin sentuhan tanganMu sampai ke kehidupanku yang berliku dan tidak terlihat ujungnya. Kumohon dengan sangat. Aku tak mampu bertahan lebih lama lagi.
Wednesday, 26 May 2010
Minggu yang Berat
Langit seperti mengerti situasiku. Dia menurunkan hujan yang deras sekali malam ini. Bahkan suara musik yang aku putar dilaptop tidak terlalu jelas terdengar. Tugas kian menumpuk. Deadline tugas tinggal seminggu. Ada UAS --- belum belajar lagi. Mood tidak mendukung. Belum lagi ada masalah lain yang masih tidak bisa lepas dari pikiranku. Kakiku sakit setiap kumelangkah dan ini sangat menyulitkanku untuk berpergian. Aku sakit lagi. Oh God~
Hari Minggu yang Sial
Hari Minggupun datang. Artinya hari ini aku akan menghabiskan malamku dengan mengerjakan tugas Komputer Arsitektur. Biasanya tugas sebanyak apapun dalam 2jam selesai, paling lama 4jam, itupun kalau masih betah. Hahaha. Kenapa hari Munggu? Karena hari Minggu si tugas baru dikeluarkan secara resmi di FB dan hari Senin waktu pengumpulannya. Waktunya mepet. Makanya ngebut kerjain malam-malam.
Aku masih mengerjakan tugasnya. Tinggal 50%. Tiba-tiba listriknnya mati. Dueer --- bukan suara listriknya tapi suara yang ada dikepalaku. Aku panik luar biasa. Tugas tadi belum ke-save. Udah kerja 2jam an dari tadi. HWEEEE..... T.T
Didalam kegelapan aku berpikir bagaimana caranya biar tugas bisa kembali utuh seperti tadi. Berpikir. Berpikir. Berpikir. Duh. Jadi sakit kepala. Akhirnya aku memutuskan untuk keluar teras dan mengecek lampu tetangga. Hasilnya nasib listrik mereka sama. Horee..
Setelah tunggu sekitar 2 jam AKHIRNYA listrikpun kembali menyala. Hauuf... Karena mood sudah tidak mendukung aku mengerjakan gambar lainnya. Ternyata diluar dugaan kerjaan lebih cepat selesai daripada tadi. Hahahaha... Makasih ya Tuhan. Love you ♥
Aku masih mengerjakan tugasnya. Tinggal 50%. Tiba-tiba listriknnya mati. Dueer --- bukan suara listriknya tapi suara yang ada dikepalaku. Aku panik luar biasa. Tugas tadi belum ke-save. Udah kerja 2jam an dari tadi. HWEEEE..... T.T
Didalam kegelapan aku berpikir bagaimana caranya biar tugas bisa kembali utuh seperti tadi. Berpikir. Berpikir. Berpikir. Duh. Jadi sakit kepala. Akhirnya aku memutuskan untuk keluar teras dan mengecek lampu tetangga. Hasilnya nasib listrik mereka sama. Horee..
Setelah tunggu sekitar 2 jam AKHIRNYA listrikpun kembali menyala. Hauuf... Karena mood sudah tidak mendukung aku mengerjakan gambar lainnya. Ternyata diluar dugaan kerjaan lebih cepat selesai daripada tadi. Hahahaha... Makasih ya Tuhan. Love you ♥
Labels:
Accidental,
Alone,
College
Sunday, 23 May 2010
Maketku Berubah Warna
Karena hari ini tidak ada kuliah sejak pagi kerjaanku hanya memotong, menggunting, mengelem, dan memasang. Dipotong sesuai ukuran denah. Kemudian dilem. Begitulah seterusnya. Ya, aku sedang membuat miniatur bangunan alias maket untuk tugas kali ini.
Pikiranku banyak sekali hingga tidak bisa fokus pada salah satunya. Aku sedang membuat maket. Tapi pikiranku ke tugas lain. Ketika membuat tugas lain, pikiran lainpun bermunculan dengan seenaknya. Harusnya dikepalaku ada yang namanya security check untuk menyaring pikiran-pikiran penting. Hahaha.. Tanpa sadar cutter itu memotong karton dan menembus hingga mengenai jariku. Darah menetes membasahi lantai. Pandanganku mulai tidak jelas dan kabur. Aku pusing. Gara-gara darah tadi aku jadi panik ga karuan. Bukan karena darahnya banyak. Tapi karena maketku juga ikut kena darah. Aduh. Muncullah warna yang tidak diinginkan. Padahal ini untuk tugas Estetika Bentuk. Gimana bisa bagus kalau warna jadi kayak gini. Aku pindahkan maketku ke tempat lain. Darah menempel lagi di maket. Oh tidak! Buru2 aku berpikir untuk menutupi noda malapetaka itu. Tapi pikiranku langsung berhenti karena sakit di tanganku mulai datang. Perih sekali. Kulihat darahnya mengalir dengan mulus ditanganku tanpa halangan. Aku langsung tiup-tiup berharap dia membeku sambil berkahyal aku putri salju. Hahaha..
Aku kembali ke tempat kerjaku tadi. Mana-mana ada bercak darahnya. Dikoran, karton, gunting, cutter, plastik mika, lem, hingga lantai marmerku juga ada. Ternyata banyak juga darahnya keluar. Setelah berkelana dirumah untuk mencari obat merah akhirnya aku menemukannya didepan komputer. Ck. Bisa-bisanya barang seperti itu ada di dekat komputer. Pasti kerjaan adikku..
Ugh.. Mau bikin tugas lain jadi tidak bisa.. Pusing gara-gara tadi.. Wew,, Maaf ya tugasku yang lain, dipending dulu. Tuanmu mau istirahat.
Pikiranku banyak sekali hingga tidak bisa fokus pada salah satunya. Aku sedang membuat maket. Tapi pikiranku ke tugas lain. Ketika membuat tugas lain, pikiran lainpun bermunculan dengan seenaknya. Harusnya dikepalaku ada yang namanya security check untuk menyaring pikiran-pikiran penting. Hahaha.. Tanpa sadar cutter itu memotong karton dan menembus hingga mengenai jariku. Darah menetes membasahi lantai. Pandanganku mulai tidak jelas dan kabur. Aku pusing. Gara-gara darah tadi aku jadi panik ga karuan. Bukan karena darahnya banyak. Tapi karena maketku juga ikut kena darah. Aduh. Muncullah warna yang tidak diinginkan. Padahal ini untuk tugas Estetika Bentuk. Gimana bisa bagus kalau warna jadi kayak gini. Aku pindahkan maketku ke tempat lain. Darah menempel lagi di maket. Oh tidak! Buru2 aku berpikir untuk menutupi noda malapetaka itu. Tapi pikiranku langsung berhenti karena sakit di tanganku mulai datang. Perih sekali. Kulihat darahnya mengalir dengan mulus ditanganku tanpa halangan. Aku langsung tiup-tiup berharap dia membeku sambil berkahyal aku putri salju. Hahaha..
Aku kembali ke tempat kerjaku tadi. Mana-mana ada bercak darahnya. Dikoran, karton, gunting, cutter, plastik mika, lem, hingga lantai marmerku juga ada. Ternyata banyak juga darahnya keluar. Setelah berkelana dirumah untuk mencari obat merah akhirnya aku menemukannya didepan komputer. Ck. Bisa-bisanya barang seperti itu ada di dekat komputer. Pasti kerjaan adikku..
Ugh.. Mau bikin tugas lain jadi tidak bisa.. Pusing gara-gara tadi.. Wew,, Maaf ya tugasku yang lain, dipending dulu. Tuanmu mau istirahat.
Labels:
Accidental,
College,
Holiday,
Sacrifice
Thursday, 13 May 2010
Aku Tidak Bisa
Waktu itu aku pulang dari suatu tempat yang sangat tidak asing bagiku. Hujan mulai turun rintik-rintik. Seolah-olah turut menangis bersamaku. Banyak masalah datang hari ini. Mulai dari kampus. Mereka memang baik, teman-teman, senior, dosen, tukang parkir, tukang kebun, hingga satpam. Aku senang kuliah disini. Tapi terkadang hal baik itu mempunyai sesuatu yang membuatnya tidak sempurna. Selalu saja ada yang menyebalkan. Menjengkelkan.
Ada juga masalah lainnya yang cukup komplikasi. Aku berpikir keras mencari jalan keluar. Berpikir apa yang sebaiknya yang paling baik aku lakukan. Apalagi ada masalah tentang kesehatanku terkait kecelakaan lalu tidaklah gampang. Belum aku periksa jadi belum ada kepastian yang jelas. Pikiranku buntu. Stuck. Berpikir sepanjang hari tapi tidak ada hasilnya. Aku pasrah.
Hujan rintik-rintik itu berganti menjadi hujan deras. Menatap langit yang kini menggelap. Melihat ribuan titik-titik air hujan turun dengan kecepatan tak terkira. Bibirku mengucapkan sesuatu yang pelan tapi bergetar, 'Koga..'
Ada juga masalah lainnya yang cukup komplikasi. Aku berpikir keras mencari jalan keluar. Berpikir apa yang sebaiknya yang paling baik aku lakukan. Apalagi ada masalah tentang kesehatanku terkait kecelakaan lalu tidaklah gampang. Belum aku periksa jadi belum ada kepastian yang jelas. Pikiranku buntu. Stuck. Berpikir sepanjang hari tapi tidak ada hasilnya. Aku pasrah.
Hujan rintik-rintik itu berganti menjadi hujan deras. Menatap langit yang kini menggelap. Melihat ribuan titik-titik air hujan turun dengan kecepatan tak terkira. Bibirku mengucapkan sesuatu yang pelan tapi bergetar, 'Koga..'
Jawaban Yang Tidak Kudapatkan
'Apakah kau sungguh-sungguh bahagia denganku???'
Air mata ini selalu mengalir ketika mengingatmu. Banyak pertanyaan yang masih mencari jawaban-jawabannnya.
Aku bertanya ini dan benar-benar menginginkan jawaban sesungguhnya. Bukan sekedar jawaban omong kosong agar terdengar senang. Lebih baik jujur dari sekarang. Katakanlah bahwa kamu ingin mengakhirinya dan aku akan melepaskannya walau dengan hati yang sangat berat. Hal itu akan jauh lebih indah karena kamu dapat kehidupan yang lebih menyenangkan tanpaku. Dan aku bisa turut senang melihat tawamu kembali lagi seperti sedia kala.
Air mata ini selalu mengalir ketika mengingatmu. Banyak pertanyaan yang masih mencari jawaban-jawabannnya.
Aku bertanya ini dan benar-benar menginginkan jawaban sesungguhnya. Bukan sekedar jawaban omong kosong agar terdengar senang. Lebih baik jujur dari sekarang. Katakanlah bahwa kamu ingin mengakhirinya dan aku akan melepaskannya walau dengan hati yang sangat berat. Hal itu akan jauh lebih indah karena kamu dapat kehidupan yang lebih menyenangkan tanpaku. Dan aku bisa turut senang melihat tawamu kembali lagi seperti sedia kala.
Tuesday, 11 May 2010
Tidaklah Sesederhana Itu
Aku akan berjuang. Berjuang atas segala usahaku. Aku hanya ingin orang lain melihatku. Menghargaiku. Melihat bahwa aku ADA. Benar-benar ada karena aku berguna. Bukan karena rasa kasihan. Posisi orang tua atau kerabat. Aku bisa. Aku akan berusaha menutup kekuranganku dengan kelebihanku. Aku menginginkan kepercayaan. Aku ingin aku dibebankan tanggungjawab besar. Bukan hanya sekedar mengetik makalah. Aku belajar apapun itu sesanggupnya aku. Aku ingin mengerjakan apapun dengan maximal. Aku tidak ingin orang mengatakan aku gampang mendapatkan nilai. Perjuanganku tidak sama seperti kalian. Perjuanganku tidaklah sedangkal sungai. Aku hidup dalam kehidupan yang berliku. Susah dijalani karena banyak hambatan dan banyak jalan rusak seperti jalan cargo. Aku hidup perlahan. Perlahan tapi pasti. Karena aku berjalan sambil berpikir. Bukan berpikir dulu baru jalan. Aku selalu berpikir realitis. Tau kalau segalanya tidaklah segampang ucapan orang. Tolong hargailah orang.
Aku Kacau Sekali
Aku duduk disebelahnya. Melihat wajahnya dari dekat. Matanya merah. Wajahnya pucat. Pandangannya melayang entah kemana. Aku sedih sekali. Hatiku ga kuat melihatnya. Biasanya aku selalu menggenggam tangannya agar bisa menenangkan diri sendiri menghadapi masalah. Tapi kini aku hanya bisa menggenggam handphoneku. Aku bingung bukan main. Bukan karena tugasku yang banyak. Aku bingung olehnya. Aku bingung apa yang bisa kulakukan untuknya. Aku benar-benar kehilangan akal. Hatiku berteriak ingin menolongnya. Hatiku menangis karena tidak bisa berbuat apa-apa T.T . Hatiku terisak kesakitan yang pilu karena melihatnya seperti ini ˣ_ˣ . Kepalaku sakit karena kebanyakan berpikir. Perasaanku sangat kacau.
Aku tau hatinya sedang gundah karena kehilangan seseorang yang sangat berarti untuknya. Sedangkan aku hanya bisa menyemangatinya lewat kata. Tidak ada yang bisa kulakukan. AKu bodoh. Aku benar-benar merasa keberadaanku tidak berguna. Aku tau dia merasakan kesakitan. Aku tau dia sedih. Tapi yang tidak kuketahui adalah sedalam apa sakitnya. Aku tidak mampu untuk menariknya dari kesakitan itu. Aku tidak berguna. Maaf.
Aku hanya bisa berdoa. Semoga Almarhum pergi dengan tenang dan diterima disisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Aku tau hatinya sedang gundah karena kehilangan seseorang yang sangat berarti untuknya. Sedangkan aku hanya bisa menyemangatinya lewat kata. Tidak ada yang bisa kulakukan. AKu bodoh. Aku benar-benar merasa keberadaanku tidak berguna. Aku tau dia merasakan kesakitan. Aku tau dia sedih. Tapi yang tidak kuketahui adalah sedalam apa sakitnya. Aku tidak mampu untuk menariknya dari kesakitan itu. Aku tidak berguna. Maaf.
Aku hanya bisa berdoa. Semoga Almarhum pergi dengan tenang dan diterima disisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Sunday, 9 May 2010
Understand Me Please
Dia tidak mengerti aku.
Hampir seharian ini banyak masalah datang.
Dia tidak ada.
Dia sibuk.
Aku tidak berani mengganggunya.
Aku menangis.
Yang direspon diluar dugaan.
Aku sedih sekali.
...
Dia tidak ada untukku.
...
Padahal aku menginginkannya.
Aku membutuhkannya.
Aku membutuhkannya.
::crying
Hampir seharian ini banyak masalah datang.
Dia tidak ada.
Dia sibuk.
Aku tidak berani mengganggunya.
Aku menangis.
Yang direspon diluar dugaan.
Aku sedih sekali.
...
Dia tidak ada untukku.
...
Padahal aku menginginkannya.
Aku membutuhkannya.
Aku membutuhkannya.
::crying
Monday, 3 May 2010
Annoyed Keeper
Malam-malam aku pergi ke warnet dengan si Revi. Kesana hanya bermaksud untuk print-out tugasku yang lampirannya berwarna. Sampai disana aku langsung serahkan flashdisk-ku pada penjaga warnet. Penjaganya adalah seorang laki-laki separuh baya tapi bersetelan layaknya orang mau ke pantai.
Setelah diberitahu tugas mana yang dimaksud, aku langsung duduk menunggu printernya selesai bekerja. Diwaktu singkat itulah dia memulai pembicaraan yang tidak penting. Sepertinya cocok juga masuk ke acara close-up. Hahaha.
"Ini tugas kuliah ya mbak?"
'Iya.'
"Namanya bagus ya?", dia berkata sambil tersenyum miring.
'Tau dari mana?'
"Dari cover tugasnya mbak..", jawabnya sambil menoleh kearahku.
'Hm,...'
"Ngomong-ngomong dirumah ada printer ya?"
'Tau dari mana?'
"Soalnya ga sekalian print yang bagian tulisannya.."
'Ya soalnya tinta warna lagi habis.'
"Kalo punya printer, hape pasti juga punya kan?"
'Iya lah..'
"Boleh minta nomor hapenya gak?"
'Jangan harap..'
"Beh,, pelit kali.. Kalo gitu, ini satu lembar saya pasang harganya dua ribu loh."
'Ya udah saya bayar segitu.’
"Wah.. Jangan marah donk. Saya kasih gratis satu jam internet deh.."
'Ah ga usah.. '
"Gpp koq.. Bneran saya kasih gratis.."
'Aah.. Aduh dibilang ga mau kenapa sih maksa?!! Print nya udah kan? Makasih ya'
Setelah bayar, aku langsung pergi. Tanpa aba-aba warnet ini sudah masuk dalam 'blacklist-warnet'ku.
Setelah diberitahu tugas mana yang dimaksud, aku langsung duduk menunggu printernya selesai bekerja. Diwaktu singkat itulah dia memulai pembicaraan yang tidak penting. Sepertinya cocok juga masuk ke acara close-up. Hahaha.
"Ini tugas kuliah ya mbak?"
'Iya.'
"Namanya bagus ya?", dia berkata sambil tersenyum miring.
'Tau dari mana?'
"Dari cover tugasnya mbak..", jawabnya sambil menoleh kearahku.
'Hm,...'
"Ngomong-ngomong dirumah ada printer ya?"
'Tau dari mana?'
"Soalnya ga sekalian print yang bagian tulisannya.."
'Ya soalnya tinta warna lagi habis.'
"Kalo punya printer, hape pasti juga punya kan?"
'Iya lah..'
"Boleh minta nomor hapenya gak?"
'Jangan harap..'
"Beh,, pelit kali.. Kalo gitu, ini satu lembar saya pasang harganya dua ribu loh."
'Ya udah saya bayar segitu.’
"Wah.. Jangan marah donk. Saya kasih gratis satu jam internet deh.."
'Ah ga usah.. '
"Gpp koq.. Bneran saya kasih gratis.."
'Aah.. Aduh dibilang ga mau kenapa sih maksa?!! Print nya udah kan? Makasih ya'
Setelah bayar, aku langsung pergi. Tanpa aba-aba warnet ini sudah masuk dalam 'blacklist-warnet'ku.
Labels:
Accidental,
College,
Tears
Sunday, 2 May 2010
Hold On With My Last Strength
Give me more lovin’ than I’ve ever had, make it all better when I’m feelin’ sad, feeling bad~. Tell me that I’m special even when I know I’m not. Make it feel good when I hurt so bad till crying. I’m so glad I found you..
I'm trying to hold on..
I lost all of my strength
I'm try to standing here..
waiting someone coming,,
And save me..
Please,,
Be my side when I got fall apart..
Be my hero when I can't found my way to return back in this cruel life..
Be my father when I need somebody to teach me how to face the problem..
Be my friend when I need someone to tell my problem..
Be my angel to tell me which one true and false..
I know he's not as good as you God,, But he's perfect to me. Sometimes he's really (really) annoyed. Make me felt down.. Make me think the negative things.. Make me cry.. Then,, he cheer me up again. I know he love me.
I'm trying to hold on..
I lost all of my strength
I'm try to standing here..
waiting someone coming,,
And save me..
Please,,
Be my side when I got fall apart..
Be my hero when I can't found my way to return back in this cruel life..
Be my father when I need somebody to teach me how to face the problem..
Be my friend when I need someone to tell my problem..
Be my angel to tell me which one true and false..
I know he's not as good as you God,, But he's perfect to me. Sometimes he's really (really) annoyed. Make me felt down.. Make me think the negative things.. Make me cry.. Then,, he cheer me up again. I know he love me.
Saturday, 1 May 2010
Berikanlah Apa Yang Diinginkan, Ya Tuhanku
Dulu kau memberikanku senyuman yang indah. Tanpa aku minta kau memberikan sesuatu yang tidak ternilai untukku.Senyumanku membuatku sangat bahagia.
Tanpa disuruh kau selalu menawarkan bantuan padaku. Itu membuatku sangat tenang menjalankan hidup ini..
Tanpa dibilang kau selau bertanya mengenai keadaanku. Hal kecil ini selalu nembuat sebuah senyuman terlukis sacara sempurna diwajahku.
Tapi sekarang aku merasa berbeda..
Ada apa dengan dirimu Koga? Aku benar-benar sedih meilhatmu seperti ini.. :'(
Tuhan kumohon padamu berikanlah arti kebahagiaan sebenarnya padanya..
....
Tanpa disuruh kau selalu menawarkan bantuan padaku. Itu membuatku sangat tenang menjalankan hidup ini..
Tanpa dibilang kau selau bertanya mengenai keadaanku. Hal kecil ini selalu nembuat sebuah senyuman terlukis sacara sempurna diwajahku.
Tapi sekarang aku merasa berbeda..
Ada apa dengan dirimu Koga? Aku benar-benar sedih meilhatmu seperti ini.. :'(
Tuhan kumohon padamu berikanlah arti kebahagiaan sebenarnya padanya..
....
Friday, 30 April 2010
Princess of Tea
Pagi-pagi biasanya orang sarapan minum susu atau kopi dan disertakan roti juga. Kadang-kadang ada juga orang sarapan dengan nasi. Tergantung dengan selera dan perekonomian orang. Tapi untukku berbeda. Hampir setiap pagi tidak ada sesuatu yang bisa dijadikan sarapan dirumah. Bukan itu saja. Waktu tidak mengizinkannya. Aku berangkat ke kampus jam 7.55am. Biasanya jam 7.30am bangun langsung mandi dan siap-siap berangkat karena waktu yang dihabiskan dijalan kira-kira 30menit - pernah bikin rekor hingga 17 menit sampai dibukit gara-gara telat bangun dan bangunnya ditelpon teman ~ huahahahaha. Walaupun bangun jam 7am pun tidak mungkin bisa sarapan juga. Pasti aku habiskan waktunya untuk menyelesaikan gambar puriku yang selalu terlantar hingga 1 minggu. Hiks kasihan puri payanganku. Gambar lain sudah selesai tapi dia belum karena perkembangannya kayak siput.
Pas lagi bongkar-bongkar rumah buat mencari minuman selalu saja ketemunya teh. Dimeja makan ada teh. Di meja ruang tamu juga ada teh -- maaf bagi orang-orang yang sudah bertamu selama ini kalau hanya teh yang bisa disuguhkan. Dikamar kadang-kadang ada teh juga. Di dapur apalagi. Jadi hampir seluruh rumah beraroma teh. Hmm..`'•.◦°˚◦°˚`'•. ♥
Ketika dulu pulang sekolah, minuman yang selalu dicari pasti teh botol. Tapi sekarang sejak kuliah minumanku jadi naik level ke nu green tea - huuaahahaaaaha lebay kali. Karena itu ga heran kalau aku sudah pernah mencoba berbagai jenis teh selama ini. Hm.. Jadi curiga. Apa gara-gara teh ya warna kulitku agak lain? wkwka. Impossible. ^^
Tea.Tea.Tea.
♥.Love it.
Pas lagi bongkar-bongkar rumah buat mencari minuman selalu saja ketemunya teh. Dimeja makan ada teh. Di meja ruang tamu juga ada teh -- maaf bagi orang-orang yang sudah bertamu selama ini kalau hanya teh yang bisa disuguhkan. Dikamar kadang-kadang ada teh juga. Di dapur apalagi. Jadi hampir seluruh rumah beraroma teh. Hmm..`'•.◦°˚◦°˚`'•. ♥
Ketika dulu pulang sekolah, minuman yang selalu dicari pasti teh botol. Tapi sekarang sejak kuliah minumanku jadi naik level ke nu green tea - huuaahahaaaaha lebay kali. Karena itu ga heran kalau aku sudah pernah mencoba berbagai jenis teh selama ini. Hm.. Jadi curiga. Apa gara-gara teh ya warna kulitku agak lain? wkwka. Impossible. ^^
Tea.Tea.Tea.
♥.Love it.
Wednesday, 28 April 2010
Aku Takut Dia Tidak Bahagia
Waktu itu aku takut sekali. Pikiran negatif bermunculan dan lomba banyak-banyakan. Kepalaku pusing.. Aku masih mikirin tugas yang tidak pernah habisnya.. Gambar denah belum sempurna.. harruhh..
T.T
Perasaan itu muncul begitu saja.. Seenaknya datang..
Aku takut.
Setiap aku bertanya jawabannya sama, 'aku gpp.' Bisakah kamu bicara sesuatu yang lain?
Aku benar-benar tidak keberatan kalau kamu menyuruhku berpikir mengenai masalahmu. Itu justru lebih baik daripada sekarang..
Hampir satu minggu aku kebingungan mencari jawaban yang tidak kunjung datang.. Jawaban yang paling aku butuhkan. Jawaban yang akan membuat segalanya jelas. Aku menginginkan kepastian saja.
Sampai suatu hari aku memutuskan datang kepadanya-- walau jarak cukup jauh-- dan meminta putus jika dia memang tidak bahagia denganku. Aku rela walau sebenarnya tidak siap. Tapi aku sungguh-sungguh ingin membuatnya bahagia. Tolong mengertilah.. Tuhan tolong bantu masalahnya karena aku tidak kuasa dan tidak mampu.
T.T
Perasaan itu muncul begitu saja.. Seenaknya datang..
Aku takut.
Setiap aku bertanya jawabannya sama, 'aku gpp.' Bisakah kamu bicara sesuatu yang lain?
Aku benar-benar tidak keberatan kalau kamu menyuruhku berpikir mengenai masalahmu. Itu justru lebih baik daripada sekarang..
Hampir satu minggu aku kebingungan mencari jawaban yang tidak kunjung datang.. Jawaban yang paling aku butuhkan. Jawaban yang akan membuat segalanya jelas. Aku menginginkan kepastian saja.
Sampai suatu hari aku memutuskan datang kepadanya-- walau jarak cukup jauh-- dan meminta putus jika dia memang tidak bahagia denganku. Aku rela walau sebenarnya tidak siap. Tapi aku sungguh-sungguh ingin membuatnya bahagia. Tolong mengertilah.. Tuhan tolong bantu masalahnya karena aku tidak kuasa dan tidak mampu.
Saturday, 24 April 2010
Tiang Hidupku
Ditengah pandanganku yang kabur karena air mata, aku melihat ada bunga kecil tumbuh dipekarangnaku tanpa aku sadari..
Hm,, bunga tanpa nama..
Kulihat angin makin kencang bertiup..
Cuaca makin kacau..
Gerimispun tiba dengan seenaknya..
Bunga itu tetap pada posisinya..
Bahkan tidak ada kelopaknya yang jatuh tertimpa angin ataupun air hujan.
Bunga itu kecil sekali.
Tapi tidak selemah kelihatannya.
Aku ingin menjadi sepertinya..
Dia kuat..
Tidak seperti aku yang rapuh.
Aku merasa sangat lemah..
Lebih lemah dari biasanya.
Kurasakan bahwa tanpanya aku sangat kacau.
Ternyata benar,,
Dialah tiang penyanggaku.
Yang membuat hidupku stabil.
Dan sempurna..
...
Hm,, bunga tanpa nama..
Kulihat angin makin kencang bertiup..
Cuaca makin kacau..
Gerimispun tiba dengan seenaknya..
Bunga itu tetap pada posisinya..
Bahkan tidak ada kelopaknya yang jatuh tertimpa angin ataupun air hujan.
Bunga itu kecil sekali.
Tapi tidak selemah kelihatannya.
Aku ingin menjadi sepertinya..
Dia kuat..
Tidak seperti aku yang rapuh.
Aku merasa sangat lemah..
Lebih lemah dari biasanya.
Kurasakan bahwa tanpanya aku sangat kacau.
Ternyata benar,,
Dialah tiang penyanggaku.
Yang membuat hidupku stabil.
Dan sempurna..
...
Dua Hari Tanpanya
Di tengah kesenjaan.
Aku duduk diatas pagar teras..
Didepanku terbentang jalan dan pemukiman..
Mobil masih sibuk mondar-mandir membuatku pusing.
Motor yang jalannya zig-zag sudah tidak terhitung jumlahnya.
Matahari mulai lelah dan turun dari tahtanya.
Angin mulai datang berlomba-lomba dari arah selatan..
Rambutku terbang terbawa angin yang kencang.
Kulihat daun yang kering menguning mulai berguguran.
Hatiku makin pedih melihatnya gugur..
Seperti perasaanku sekarang..
Aku ingin angin ini menerbangkanku hingga ketempatnya..
Sehingga aku bisa melihatnya lagi.
Dan mendengarkan suaranya yang membuatku bahagia..
Melihat senyumanya yang khas..
Aku ingin berada disebelahnya..
Duduk dan menatapinya..
Walau keberadaanku tidak terlihat untuknya itu tidak menjadi masalah.
Aku hanya ingin berada didekatnya selalu.
.........
Tanpa terasa air mataku mulai menetes..
Mengalir,, dan membasahi bajuku.
Aku merasa sendirian.
......
Tangisanku tidak bisa berhenti..
Hikz..
Aku duduk diatas pagar teras..
Didepanku terbentang jalan dan pemukiman..
Mobil masih sibuk mondar-mandir membuatku pusing.
Motor yang jalannya zig-zag sudah tidak terhitung jumlahnya.
Matahari mulai lelah dan turun dari tahtanya.
Angin mulai datang berlomba-lomba dari arah selatan..
Rambutku terbang terbawa angin yang kencang.
Kulihat daun yang kering menguning mulai berguguran.
Hatiku makin pedih melihatnya gugur..
Seperti perasaanku sekarang..
Aku ingin angin ini menerbangkanku hingga ketempatnya..
Sehingga aku bisa melihatnya lagi.
Dan mendengarkan suaranya yang membuatku bahagia..
Melihat senyumanya yang khas..
Aku ingin berada disebelahnya..
Duduk dan menatapinya..
Walau keberadaanku tidak terlihat untuknya itu tidak menjadi masalah.
Aku hanya ingin berada didekatnya selalu.
.........
Tanpa terasa air mataku mulai menetes..
Mengalir,, dan membasahi bajuku.
Aku merasa sendirian.
......
Tangisanku tidak bisa berhenti..
Hikz..
Asterku Perasaanku
Sekarang aku makin mengerti makna bunga Aster Ericoides. Aku merasakan sesuatu yang berbeda pada hidupku. Perubahan yang berasal dari seseorang.
Aku begitu menginginkan dia ada disisiku~
Bersamaku melalui berbagai hal dengan kecerdasannya~
Melewati masalah sambil memegang-erat tanganku sambil berkata, 'Tenanglah aku sudah disini."
Aku jadi makin menyukai bunga ini ^^. Berharap suatu hari nanti dia memberiku bunga ini dan menunjukan arti bunga ini dengan perbuatannya.
Aku begitu menginginkan dia ada disisiku~
Bersamaku melalui berbagai hal dengan kecerdasannya~
Melewati masalah sambil memegang-erat tanganku sambil berkata, 'Tenanglah aku sudah disini."
Aku jadi makin menyukai bunga ini ^^. Berharap suatu hari nanti dia memberiku bunga ini dan menunjukan arti bunga ini dengan perbuatannya.
Budget Bulan Ini Mau Habis!
Waahh gawat.. Keuangan bulan ini mulai menipis. Padahal masih ada seminggu lagi. Biasanya masih ada sisa uang sekurang-kurangnya 100.000. Sekarang tinggal 20.000 untuk seminggu kedepan. Dipakai untuk uang bensin ya tinggal 5000. Jiaah. Paling-paling bakal habis buat beli Nu Green Tea -- yang sekarang sudah naik harga. OMG... Panic! Banyak barang yang mau kubeli.. Huhuuhuhu.. >,<"
Padahal mau beli bahan-bahan buat tugas akhir Estetika Bentuk 2 yang pengeluarannya paling banyak diantara tugas-tugas lainnya. Hwee... Ini gara-gara uangnya habis sampai 300.000an rupiah untuk perbaikan dan lain hal menyangkut kecelakaan cargo. Aduh. T.T
Semoga bisa tahan uangnya sampai bulan baru nanti. Hiks.
Padahal mau beli bahan-bahan buat tugas akhir Estetika Bentuk 2 yang pengeluarannya paling banyak diantara tugas-tugas lainnya. Hwee... Ini gara-gara uangnya habis sampai 300.000an rupiah untuk perbaikan dan lain hal menyangkut kecelakaan cargo. Aduh. T.T
Semoga bisa tahan uangnya sampai bulan baru nanti. Hiks.
Labels:
Accidental,
Money,
Sacrifice
Friday, 23 April 2010
Hal Itupun Berakhir
Suatu hari dia bertanya,
'Baru aku sadari kalau aku menyukaimu. Bolehkan aku memiliki perasaan itu dan melanjutkan hubungan ini?'
'Boleh'
Seminggu kemudian dia bilang,
'Baru kali ini aku benar-benar menyukai seseorang dan menginginkannya'
'Benarkah?'
'Iya. Baru kali ini aku rasakan seumur hidupku.'
Dua minggu kemudian dia berkata,
'Aku akan selalu ada disisimu. Karena itu tenanglah.'
'Terimakasih.'
Tiga minggu kemudian dia mengatakan,
'Aku bosan hidup seperti ini.'
'Apakah aku juga membosankan bagimu?'
'Tidak tahu. Aku sedang mencari jawabannya.'
Empat minggu kemudian dia bertanya dengan nada bingung,
'Apakah kamu tidak bosan kita bertengkar setiap hari?'
'Tidak. Karena pada akhirnya kita baikan lagi.'
Lima minggu kemudian sambil marah dia bertanya,
'Kenapa sih kamu tidak bisa ngertiin aku?'
'Harusnya aku yang bilang seperti itu. Aku sudah mencoba tapi kamu yang tidak pernah mengerti tentang aku.'
Lima minggu kemudian aku bertanya sesuatu yang tidak kusangka,
'Apakah kamu tidak capek menangis terus karena aku?'
'Lumayan. Kalau kamu mengerti hal itu tolong ubahlah.'
Tujuh minggu kemudian dia memutuskan sesuatu.
'Aku tidak ingin melihatmu menderita karena aku. Aku tidak ingin melupakanmu. Tapi aku hanya ingin mengubah hubungan kita.'
"Selamat tinggal. Maaf. Dan terimakasih untukmu."
END
'Baru aku sadari kalau aku menyukaimu. Bolehkan aku memiliki perasaan itu dan melanjutkan hubungan ini?'
'Boleh'
Seminggu kemudian dia bilang,
'Baru kali ini aku benar-benar menyukai seseorang dan menginginkannya'
'Benarkah?'
'Iya. Baru kali ini aku rasakan seumur hidupku.'
Dua minggu kemudian dia berkata,
'Aku akan selalu ada disisimu. Karena itu tenanglah.'
'Terimakasih.'
Tiga minggu kemudian dia mengatakan,
'Aku bosan hidup seperti ini.'
'Apakah aku juga membosankan bagimu?'
'Tidak tahu. Aku sedang mencari jawabannya.'
Empat minggu kemudian dia bertanya dengan nada bingung,
'Apakah kamu tidak bosan kita bertengkar setiap hari?'
'Tidak. Karena pada akhirnya kita baikan lagi.'
Lima minggu kemudian sambil marah dia bertanya,
'Kenapa sih kamu tidak bisa ngertiin aku?'
'Harusnya aku yang bilang seperti itu. Aku sudah mencoba tapi kamu yang tidak pernah mengerti tentang aku.'
Lima minggu kemudian aku bertanya sesuatu yang tidak kusangka,
'Apakah kamu tidak capek menangis terus karena aku?'
'Lumayan. Kalau kamu mengerti hal itu tolong ubahlah.'
Tujuh minggu kemudian dia memutuskan sesuatu.
'Aku tidak ingin melihatmu menderita karena aku. Aku tidak ingin melupakanmu. Tapi aku hanya ingin mengubah hubungan kita.'
"Selamat tinggal. Maaf. Dan terimakasih untukmu."
END
Sakit Itu Datang Setiap aku Melangkah
Sakit itu datang lagi.
Aku menahan sakit sambil memejamkan mata.
Kadang-kadang aku tersenyum untuk menahan sakit untuk menghibur diriku sendiri.
Untuk menipu orang lain agar tidak ada yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Ugh.. Tuhan tolong Mery... T.T
Gara-gara kecelakaan sekitar 2 minggu lalu, kakiku mulai sedikit bermasalah. Setiap melakukan aktivitas kakiku mulai nyeri ga karuan. Naik tangga, berkendara, bahkan untuk berjalan biasa saja aku harus menahan sakit dilutut kananku. Setiap melangkah aku selalu berharap ini hanya mimpi. Yang menjadi kendala adalah aktivitasku yang tidak kunjung selesai. Tidak ada waktu untuk istirahat. Kalau dulu sebelum kuliah, setelah kecelakaan aku pasti bisa mengatur waktu untuk istirahat 2 minggu dirumah. Tapi sekarang benar-benar tidak mungkin untuk libur. Bisa ketinggalan tugas banyak sekali. Aduh..
Setiap hari mesti pergi ke Kampus yang jauh sekali. Belum lagi pergi ke Studio untuk asistensi. Lalu kadang-kadang ke Kampus Sudirman juga buat asistensi mata kuliah lain. Tidak lupa kerumah teman untuk mengerjakan tugas kelompok atau presentasi. Fiuhh.. Frekuensi kecelakaan dari pertama masuk kuliah pada semester satu hingga sekarang sudah tidak terhitung jumlahnya. Semua karena aku terlalu lelah, buru-buru kejar dosen untuk asistensi, dan banyak masalah yang dipikirkan ketika dijalan. Hiks.
Maaf ya untuk orang-orang yang sangat menghawatirkanku. Terimakasih banyak untuk Koga yang waktu itu mau antar aku pulang malamnya padahal lagi sakit --- rumahnya jauh pula. Jujur aku sangat tersentuh hingga mengira waktu itu adalah mimpi. Tapi dibawah alam sadarku aku tahu itu nyata. Karena ketika pulang aku tidak merasakan dinginnya malam yang sebenarnya sangat ( sangat sangat ) dingin.
Ketika bersamamu aku selalu merasa hangat. Jadi terasa terlindungi ♥
Aku menahan sakit sambil memejamkan mata.
Kadang-kadang aku tersenyum untuk menahan sakit untuk menghibur diriku sendiri.
Untuk menipu orang lain agar tidak ada yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Ugh.. Tuhan tolong Mery... T.T
Gara-gara kecelakaan sekitar 2 minggu lalu, kakiku mulai sedikit bermasalah. Setiap melakukan aktivitas kakiku mulai nyeri ga karuan. Naik tangga, berkendara, bahkan untuk berjalan biasa saja aku harus menahan sakit dilutut kananku. Setiap melangkah aku selalu berharap ini hanya mimpi. Yang menjadi kendala adalah aktivitasku yang tidak kunjung selesai. Tidak ada waktu untuk istirahat. Kalau dulu sebelum kuliah, setelah kecelakaan aku pasti bisa mengatur waktu untuk istirahat 2 minggu dirumah. Tapi sekarang benar-benar tidak mungkin untuk libur. Bisa ketinggalan tugas banyak sekali. Aduh..
Setiap hari mesti pergi ke Kampus yang jauh sekali. Belum lagi pergi ke Studio untuk asistensi. Lalu kadang-kadang ke Kampus Sudirman juga buat asistensi mata kuliah lain. Tidak lupa kerumah teman untuk mengerjakan tugas kelompok atau presentasi. Fiuhh.. Frekuensi kecelakaan dari pertama masuk kuliah pada semester satu hingga sekarang sudah tidak terhitung jumlahnya. Semua karena aku terlalu lelah, buru-buru kejar dosen untuk asistensi, dan banyak masalah yang dipikirkan ketika dijalan. Hiks.
Maaf ya untuk orang-orang yang sangat menghawatirkanku. Terimakasih banyak untuk Koga yang waktu itu mau antar aku pulang malamnya padahal lagi sakit --- rumahnya jauh pula. Jujur aku sangat tersentuh hingga mengira waktu itu adalah mimpi. Tapi dibawah alam sadarku aku tahu itu nyata. Karena ketika pulang aku tidak merasakan dinginnya malam yang sebenarnya sangat ( sangat sangat ) dingin.
Ketika bersamamu aku selalu merasa hangat. Jadi terasa terlindungi ♥
Sunday, 18 April 2010
Our friendship is always continue 'till now
Aku tau kau begitu berarti bagiku
Banyak hal yang sudah kita lewati tanpa kita sadari
My Friend ( forever )…
I hope it helps a little just to know
That you’re my thoughts now more than ever.
Memories of love never fade away
They live on in your heart
True friendship is like wine
We appreciate it more as it grows older.
Here’s to our ever lasting friendship.
Kamu temanku yang berharga…
Semua berawal dari kelas satu SMP…
Kita kenalan di tempat les…
Duduk bareng…
Belajar bareng…
Sampai kita berpisah karena beda level kelas
Ketika kamu mau pindah kekelasku…
dan bertanya aku dikelas berapa…
Seseorang bernama LK nyuruh aku berbohong…
Alhasil kita beda kelas lagi…
Padahal aku pikir kita bakal bersama.
Pas kelas 3 SMP…
Ingat ga' kalau kita sekelas pas pejalaran Indo…
Aku dan LK duduk disisimu…
Kamu kerjain soal dan aku bersama LK nunggu setoran jawaban…
Kita lakukan sesuatu yang out of mind and impossible…
Kita berhasil dapat si hitam berkaki dan
Si Biru yang udah dead battlow…
Waktu itu benar-benar hari yang deg”an banget…
Kita dipanggil terus ke ayam Raj dan si kakek putih sekarat…
Banyak banget orang yang menyebalkan disekitar kita…
[skip this section]
Kelas 9 ini yang paling worst dalam hidup.
Pernah kita bertengkar gara” LK and IY kompakan kerjain kita.
Kita pernah saling tidak percaya dan saling nuduh.
Entah karena waktu or what,
Kita temanan lagi dan janji tidak saling nuduh lagi.
Kita juga pernah saling benci sampai mogok sms.
Paling parah masalah tentang si AJ.
Semoga saja tidak terulang kembali.
Maaf ya selama ini aku tidak mau mengalah & egois.
Aku hanya mengikuti alur cerita yang kamu inginkan.
Memasuki bulan July.
Hidupku hitam putih,,,
Aku tidak semangat ke sekolah karena kamu sudah pindah.
Yang paling sebel,,,
LK juga di sekolah yang sama yang kemudian akan sekelas denganku.
Merasa ga kalau aku dan LK tu berjodoh,
Hingga kelas tiga pun aku masih sebangku dengannya.
Kehidupan SMA ku berubah 180 derajat,,,
Pas kelas satu,,,
Aku masih sebel banget sama LK,
Gara” pernah bikin kita bertengkar.
Jadinya aku duduk jauh berlawanan jauh dengannya.
Dengan begitu aku duduk sebangku dengan NP.
Entah gimana kejadiannya,
Aku dan LK (lagi) kompakan kerjain NP sampai keluar.
Kelas satu selesai, NP pun keluar dengan sendirinya.
Pas kelas dua,
LK2 jatuhin LG Shine-ku.
Saat itu aku benar” berasa terasa terimidasi.
Aku dekat banget dengan ADF,
Karena tempat duduk kami dekat jadi sering ngobrol.
Dari dia aku tahu kalau dia suka AS dan minta ramal melulu.
AN yang pernah dua kali tembak AS yang membuat ADF mulai menyerah.
WP yang suka bergosip pun ikut peran.
Hampir setiap waktu LK kasih tahu WP tentang semua kejelekanmu.
Selesai cerita mengenaimu, ketawanya tidak akan bisa berhenti hingga sebuah mata pelajaran selesai.
WP pun membuat gossip baru,
Setelah si TK mengertaknya, WP tidak berani berbicara sedikit pun tentang kamu.
Kemudian LM mengikuti jejak WP.
Seperti yang kamu tahu,
Semua yang diceritakan lewat mulutnya selalu ditambahkan dengan bumbu” yang tidak benar.
[Hope you like my writing]
To: Yumi
From: Kaz
Banyak hal yang sudah kita lewati tanpa kita sadari
My Friend ( forever )…
I hope it helps a little just to know
That you’re my thoughts now more than ever.
Memories of love never fade away
They live on in your heart
True friendship is like wine
We appreciate it more as it grows older.
Here’s to our ever lasting friendship.
Kamu temanku yang berharga…
Semua berawal dari kelas satu SMP…
Kita kenalan di tempat les…
Duduk bareng…
Belajar bareng…
Sampai kita berpisah karena beda level kelas
Ketika kamu mau pindah kekelasku…
dan bertanya aku dikelas berapa…
Seseorang bernama LK nyuruh aku berbohong…
Alhasil kita beda kelas lagi…
Padahal aku pikir kita bakal bersama.
Pas kelas 3 SMP…
Ingat ga' kalau kita sekelas pas pejalaran Indo…
Aku dan LK duduk disisimu…
Kamu kerjain soal dan aku bersama LK nunggu setoran jawaban…
Kita lakukan sesuatu yang out of mind and impossible…
Kita berhasil dapat si hitam berkaki dan
Si Biru yang udah dead battlow…
Waktu itu benar-benar hari yang deg”an banget…
Kita dipanggil terus ke ayam Raj dan si kakek putih sekarat…
Banyak banget orang yang menyebalkan disekitar kita…
[skip this section]
Kelas 9 ini yang paling worst dalam hidup.
Pernah kita bertengkar gara” LK and IY kompakan kerjain kita.
Kita pernah saling tidak percaya dan saling nuduh.
Entah karena waktu or what,
Kita temanan lagi dan janji tidak saling nuduh lagi.
Kita juga pernah saling benci sampai mogok sms.
Paling parah masalah tentang si AJ.
Semoga saja tidak terulang kembali.
Maaf ya selama ini aku tidak mau mengalah & egois.
Aku hanya mengikuti alur cerita yang kamu inginkan.
Memasuki bulan July.
Hidupku hitam putih,,,
Aku tidak semangat ke sekolah karena kamu sudah pindah.
Yang paling sebel,,,
LK juga di sekolah yang sama yang kemudian akan sekelas denganku.
Merasa ga kalau aku dan LK tu berjodoh,
Hingga kelas tiga pun aku masih sebangku dengannya.
Kehidupan SMA ku berubah 180 derajat,,,
Pas kelas satu,,,
Aku masih sebel banget sama LK,
Gara” pernah bikin kita bertengkar.
Jadinya aku duduk jauh berlawanan jauh dengannya.
Dengan begitu aku duduk sebangku dengan NP.
Entah gimana kejadiannya,
Aku dan LK (lagi) kompakan kerjain NP sampai keluar.
Kelas satu selesai, NP pun keluar dengan sendirinya.
Pas kelas dua,
LK2 jatuhin LG Shine-ku.
Saat itu aku benar” berasa terasa terimidasi.
Aku dekat banget dengan ADF,
Karena tempat duduk kami dekat jadi sering ngobrol.
Dari dia aku tahu kalau dia suka AS dan minta ramal melulu.
AN yang pernah dua kali tembak AS yang membuat ADF mulai menyerah.
WP yang suka bergosip pun ikut peran.
Hampir setiap waktu LK kasih tahu WP tentang semua kejelekanmu.
Selesai cerita mengenaimu, ketawanya tidak akan bisa berhenti hingga sebuah mata pelajaran selesai.
WP pun membuat gossip baru,
Setelah si TK mengertaknya, WP tidak berani berbicara sedikit pun tentang kamu.
Kemudian LM mengikuti jejak WP.
Seperti yang kamu tahu,
Semua yang diceritakan lewat mulutnya selalu ditambahkan dengan bumbu” yang tidak benar.
[Hope you like my writing]
To: Yumi
From: Kaz
Labels:
Accidental,
Friendship,
Health,
Holiday,
Sacrifice,
Tears
Wednesday, 14 April 2010
Si Reddy Sekarat Setengah Hari
Ada kejadian aneh kemarin dan hari ini.
Kemarin si reddy jatuh 2 kali dan menyebabkan fleksibelity antar slidernya rusak. Makanya kadang-kadang kalau di slide ke atas atau ditutup layarnya nge-blank atau berubah warna secara tidak wajar. Aku langsung panik tingkat tinggi (serius nih!). Pertama selama ini reddy tidak pernah rusak. Kedua aktifitasku hampir semuanya berasal dari si reddy. Haduuh. Ternyata dia sangat berguna! Dia bagian dari hidupku. Hehe..
Spontan langsung aku pulang dan pinjem handphone dirumah yang sedang menganggur. Niatnya sih mau mengurus si reddy yang nafasnya sudah tersenggal-senggal -bayangkan kalo dia bisa bernafas. Tapi aku pergi ke kampus dulu buat asistensi baru ke nokia care centre. Setelah menunggu 1 jam tiada kabar dari dosen, semua sepakat pulang meninggalkannya - whuaa mahasiswa zaman sekarang jahanam-- wkwkawkwaa-- soalnya masing-masing orang punya urusan lain makanya tidak bisa menunggu lebih lama lagi.
Setelah penungguan yang sia-sia aku langsung ke nokia centre. Tapi yang ada antrinya panjang sekali. Mungkin tokonya mau tutup baru aku dilayani. So, aku pulang.
Besoknya aku ke nokia care centre lainnya. Baru masuk langsung dpt nomor depan alias langsung dilayani tanpa antrian. Yang melayani aku seorang wanita cantik yang umurnya kurang lebih 22-24 an. Tapi gayanya menyeramkan. Bukan karena dia memakai maskara tebal atau sejenisnya. Tapi dia memakai bando dengan hiasan topi kecil dibagian kanan. Kayak anak SMP. Belum lagi setiap dia menyelesaikan 4-5 kalimat, dia mengibaskan rambutnya yang panjang itu kebelakang dan tersenyum pendek. 3-5 menit kemudian di melirik kekukunya yang panjang dan lentik nan indah itu. Wah. Oke kembali ke reddy. Setelah dicek bagian luar katanya si reddy tidak kenapa-kenapa. Heran. Padahal kemarin jelas-jelas sudah nyahok dan mau diganti dlmnya yang rusak. Dicek lagi malah si reddy sudah sembuh. Wah. Ajaib. Katanya kalau mau cek lebih dalam harus di tinggal dalam waktu lama sekitar satu hingga dua minggu. Ogah ah. Aku tidak akan membiarkan si reddy tidur di tempat asing. Hahaha.
Setelah si reddy selesai diurus, aku langsung bertanya mengenai handphone lainya yang dititip Koga. Padahal bukan punyaku tapi kata-kata orang sana si hape tidak bisa kembalikan hidup ke dunia -halah bahasanya jadi lebay-, membuatku syok. Diam. Berpikir. Kebingungan. Tidak tau kalau kerusakkannya seserius ini. Aku sampai bertanya 4 kali pertanyaan yang intinya sama. "Hah? Mati?", "Beneran?", "Serius?", " Bener-bener ga bisa idup bu?". Pasti dalam hati dia mau bilang " ni anak bacot kali".. Hehehe.. Maaf ya mbak berbando topi.
Sambil jalan pulang aku sempet berpikir kalo si 6680 menyerahkan setitik kehidupannya buat si reddy alias E66. Tapi kayaknya hal itu sangat tidak mungkin, diluar logika. Hahaha. Tapi kalau benar terimakasih ya blekog (si 6680).
Kemarin si reddy jatuh 2 kali dan menyebabkan fleksibelity antar slidernya rusak. Makanya kadang-kadang kalau di slide ke atas atau ditutup layarnya nge-blank atau berubah warna secara tidak wajar. Aku langsung panik tingkat tinggi (serius nih!). Pertama selama ini reddy tidak pernah rusak. Kedua aktifitasku hampir semuanya berasal dari si reddy. Haduuh. Ternyata dia sangat berguna! Dia bagian dari hidupku. Hehe..
Spontan langsung aku pulang dan pinjem handphone dirumah yang sedang menganggur. Niatnya sih mau mengurus si reddy yang nafasnya sudah tersenggal-senggal -bayangkan kalo dia bisa bernafas. Tapi aku pergi ke kampus dulu buat asistensi baru ke nokia care centre. Setelah menunggu 1 jam tiada kabar dari dosen, semua sepakat pulang meninggalkannya - whuaa mahasiswa zaman sekarang jahanam-- wkwkawkwaa-- soalnya masing-masing orang punya urusan lain makanya tidak bisa menunggu lebih lama lagi.
Setelah penungguan yang sia-sia aku langsung ke nokia centre. Tapi yang ada antrinya panjang sekali. Mungkin tokonya mau tutup baru aku dilayani. So, aku pulang.
Besoknya aku ke nokia care centre lainnya. Baru masuk langsung dpt nomor depan alias langsung dilayani tanpa antrian. Yang melayani aku seorang wanita cantik yang umurnya kurang lebih 22-24 an. Tapi gayanya menyeramkan. Bukan karena dia memakai maskara tebal atau sejenisnya. Tapi dia memakai bando dengan hiasan topi kecil dibagian kanan. Kayak anak SMP. Belum lagi setiap dia menyelesaikan 4-5 kalimat, dia mengibaskan rambutnya yang panjang itu kebelakang dan tersenyum pendek. 3-5 menit kemudian di melirik kekukunya yang panjang dan lentik nan indah itu. Wah. Oke kembali ke reddy. Setelah dicek bagian luar katanya si reddy tidak kenapa-kenapa. Heran. Padahal kemarin jelas-jelas sudah nyahok dan mau diganti dlmnya yang rusak. Dicek lagi malah si reddy sudah sembuh. Wah. Ajaib. Katanya kalau mau cek lebih dalam harus di tinggal dalam waktu lama sekitar satu hingga dua minggu. Ogah ah. Aku tidak akan membiarkan si reddy tidur di tempat asing. Hahaha.
Setelah si reddy selesai diurus, aku langsung bertanya mengenai handphone lainya yang dititip Koga. Padahal bukan punyaku tapi kata-kata orang sana si hape tidak bisa kembalikan hidup ke dunia -halah bahasanya jadi lebay-, membuatku syok. Diam. Berpikir. Kebingungan. Tidak tau kalau kerusakkannya seserius ini. Aku sampai bertanya 4 kali pertanyaan yang intinya sama. "Hah? Mati?", "Beneran?", "Serius?", " Bener-bener ga bisa idup bu?". Pasti dalam hati dia mau bilang " ni anak bacot kali".. Hehehe.. Maaf ya mbak berbando topi.
Sambil jalan pulang aku sempet berpikir kalo si 6680 menyerahkan setitik kehidupannya buat si reddy alias E66. Tapi kayaknya hal itu sangat tidak mungkin, diluar logika. Hahaha. Tapi kalau benar terimakasih ya blekog (si 6680).
Half Angel
Aku setengah manusia dan malaikat.
Hidup disurga tidak bisa karena aku kurang baik.
Hidup di bumi juga tidak bisa karena aku kurang jahat.
Aku tidak bisa kembali ke surga karena ada sesuatu di Bumi yang menjerat hatiku.
Aku terperangkap oleh sesuatu yang tidak terlihat pada dirinya.
Dia menyulapku hingga tergila-gila.
Aku jatuh cinta dengan seseorang di bumi.
Aku bertahan disini karena keberadaanya.
Dialah yang mengajarkanku arti tega sebenarnya.
Makanya aku sudah biasa di-tegain olehnya.
Hm..
Maybe he's actually a demon.
Hoho.. ^^
Inspirated by someone.
Thx Koga~
Hidup disurga tidak bisa karena aku kurang baik.
Hidup di bumi juga tidak bisa karena aku kurang jahat.
Aku tidak bisa kembali ke surga karena ada sesuatu di Bumi yang menjerat hatiku.
Aku terperangkap oleh sesuatu yang tidak terlihat pada dirinya.
Dia menyulapku hingga tergila-gila.
Aku jatuh cinta dengan seseorang di bumi.
Aku bertahan disini karena keberadaanya.
Dialah yang mengajarkanku arti tega sebenarnya.
Makanya aku sudah biasa di-tegain olehnya.
Hm..
Maybe he's actually a demon.
Hoho.. ^^
Inspirated by someone.
Thx Koga~
Tuesday, 13 April 2010
I'm Tired
Setelah sekian kali memaksakan diri untuk kerja, kerja, dan kerja sekarang sudah tidak bisa lagi. Sudah tenaga terakhir. Jadi keputusannya, hari ini aku tidak kuliah - dalam sejarah aku kuliah, salama ini belum pernah mengambil jatah bolos sekalipun.
Huft. Tapi tugas masih banyak sekali dan selalu ada tugas baru ketika tugas lain selesai. Kapan bisa istirahat coba. Dosen masih tunggu anak-anak datang asistensi. Temen-temen masih tunggu buat kerjain tugas sama-sama. Orangtua yang selalu stand by di rumah buat mendengarkan anaknya bercerita dengan muka berseri-seri, tapi kenyataannya aku hanya sempet bicara dengan orangtua 2-3 hari sekali. Masih mencari waktu buat perbaiki motor temen. Handphoneku rusak dan belum sempat keservis. Haruhh.. Hai dunia, tau ga aku capek sekali..
Huft. Tapi tugas masih banyak sekali dan selalu ada tugas baru ketika tugas lain selesai. Kapan bisa istirahat coba. Dosen masih tunggu anak-anak datang asistensi. Temen-temen masih tunggu buat kerjain tugas sama-sama. Orangtua yang selalu stand by di rumah buat mendengarkan anaknya bercerita dengan muka berseri-seri, tapi kenyataannya aku hanya sempet bicara dengan orangtua 2-3 hari sekali. Masih mencari waktu buat perbaiki motor temen. Handphoneku rusak dan belum sempat keservis. Haruhh.. Hai dunia, tau ga aku capek sekali..
Sunday, 11 April 2010
Dibawah Hujan, Air Mataku Tidaklah Berarti
Hari ini tiba-tiba aku bertengkar sama Koga. Bener-benar tanpa ada niat dan kesengajaan. Mukanya seram sekali menatapku dengan dingin. Langsung aku tau bahwa ak SALAH.
Banyak hal negatif yang sempat terlintas dalam pikiranku waktu itu. Aku langsung berbalik dan menuju mobil meninggalkannya.
Diluar gerimis. Sementara jarak parkiran mobilku cukup jauh. Aku berjalan melintasi jalanan yang penuh genangan air. Kakiku terseret menahan sakit. Tangisanku tidak bisa berhenti. Aku tidak tau bagaimana cara menyelesaikannya dengan benar. Aku mulai berhenti melangkah. Ak diam. Siapa tau kepalaku bisa dingin dengan air hujan ini.
Akan tetapi hujan makin deras dan membasahi bajuku. Kemudian aku berjalan kembali ke arah mobil.
Masuk ke dalam mobil aku hanya diam. Tidak melakukan apa-apa kecuali memandang langit-langit mobil agar air mataku tidak mengalir lagi. Aku menunggunya tanpa kepastian. Menunggu.
Tanpa kusadari didalam mobil itu pengap sekali. Tidak bisa bernafas. Kepalaku mulai pening. Seketika aku langsung tau aku salah telah menunggunya. Harusnya aku yang menghampirinya dan minta maaf secara langsung karena aku memang salah.
Hujan masih turun deras dengan kejamnya. Tapi keringatku mengalir. Nafasku tidak beraturan. Aku berjalan secepat mungkin. Aku hanya ingin menemuinya dan berkata, "Maafkan aku. Aku mencintaimu."
Banyak hal negatif yang sempat terlintas dalam pikiranku waktu itu. Aku langsung berbalik dan menuju mobil meninggalkannya.
Diluar gerimis. Sementara jarak parkiran mobilku cukup jauh. Aku berjalan melintasi jalanan yang penuh genangan air. Kakiku terseret menahan sakit. Tangisanku tidak bisa berhenti. Aku tidak tau bagaimana cara menyelesaikannya dengan benar. Aku mulai berhenti melangkah. Ak diam. Siapa tau kepalaku bisa dingin dengan air hujan ini.
Akan tetapi hujan makin deras dan membasahi bajuku. Kemudian aku berjalan kembali ke arah mobil.
Masuk ke dalam mobil aku hanya diam. Tidak melakukan apa-apa kecuali memandang langit-langit mobil agar air mataku tidak mengalir lagi. Aku menunggunya tanpa kepastian. Menunggu.
Tanpa kusadari didalam mobil itu pengap sekali. Tidak bisa bernafas. Kepalaku mulai pening. Seketika aku langsung tau aku salah telah menunggunya. Harusnya aku yang menghampirinya dan minta maaf secara langsung karena aku memang salah.
Hujan masih turun deras dengan kejamnya. Tapi keringatku mengalir. Nafasku tidak beraturan. Aku berjalan secepat mungkin. Aku hanya ingin menemuinya dan berkata, "Maafkan aku. Aku mencintaimu."
Friday, 9 April 2010
Angka 2, 5, dan 7 Dalam Kehidupanku
Saya lahir pada tanggal 25.
Lahir pada bulan dengan angka jumlah tanggal lahir saya, bulan tujuh - Juli.
Biasanya atau bahkan selalu memberi jawaban setelah orang menyatakan prasaannya adalah 7 hari setelahnya.
Pacaran pertama kali pada tanggal 7.
Putus setelah 52 hari setelahnya.
Tanggal pembuatan passport saya tanggal 25.
Total angka '7' dan '5' pada no handphone saya ada 5 digit.
Sampai saat ini sudah ganti handphone 5x.
Salah satu nasib handphoneku dengan tragisnya jatuh ke aspal karena kecelakaan setelah 5 bulan kemudian sejak pembelian dan koma setelah dijatuhin tanpa kepri-handphone-an oleh teman 7 bulan setelahnya. Dan 2 bulan kemudian setelah koma dia pun tidur selamanya - maksudnya di turn off, dikembalikan ke kotak, dan dipajangkan dikamar.
Utang teman ke saya selalu ada angka '5' nya.
Lukisanku yang ke-2 mendapat peringkat ke-7 dari 52 peserta, padahal hanya menggunakan 5 warna dan 2 kuas dalam rentang waktu 2 jam.
Nomor handphoneku dengan orang yang kusayang memiliki 5 no yang sama -- jika angka depannya (081) tidak dihitung karena dianggap no umum.
Temenan dengan orang yang paling kupercaya 7 tahun lamanya (semoga aja masih bisa lanjut).
Lahir pada bulan dengan angka jumlah tanggal lahir saya, bulan tujuh - Juli.
Biasanya atau bahkan selalu memberi jawaban setelah orang menyatakan prasaannya adalah 7 hari setelahnya.
Pacaran pertama kali pada tanggal 7.
Putus setelah 52 hari setelahnya.
Tanggal pembuatan passport saya tanggal 25.
Total angka '7' dan '5' pada no handphone saya ada 5 digit.
Sampai saat ini sudah ganti handphone 5x.
Salah satu nasib handphoneku dengan tragisnya jatuh ke aspal karena kecelakaan setelah 5 bulan kemudian sejak pembelian dan koma setelah dijatuhin tanpa kepri-handphone-an oleh teman 7 bulan setelahnya. Dan 2 bulan kemudian setelah koma dia pun tidur selamanya - maksudnya di turn off, dikembalikan ke kotak, dan dipajangkan dikamar.
Utang teman ke saya selalu ada angka '5' nya.
Lukisanku yang ke-2 mendapat peringkat ke-7 dari 52 peserta, padahal hanya menggunakan 5 warna dan 2 kuas dalam rentang waktu 2 jam.
Nomor handphoneku dengan orang yang kusayang memiliki 5 no yang sama -- jika angka depannya (081) tidak dihitung karena dianggap no umum.
Temenan dengan orang yang paling kupercaya 7 tahun lamanya (semoga aja masih bisa lanjut).
Labels:
Accidental,
Friendship,
Handphone,
Love
Monday, 29 March 2010
Sakitku Masalahku
Operasi hanya menyembuhkan luka sementara. Buktinya sakitku hanya sembuh sementara. Aku terlalu banyak memakan masalah hidup. Masalah kehidupan itu akan membuat luka lainnya yang makin dalam. Aku tidak kuat.
Aku hanya butuh istirahat total.
Tidak ada pekerjaan.
Tidak ada panggilan dosen.
Tidak ada tugas.
Tidak ada perdebatan.
Tidak ada masalah.
Tidak ada keributan.
Tidak ada rasa iri.
Tidak ada penghianatan.
Tidak ada kesengsaraan.
Tidak ada pengorbanan.
Tidak ada cemburu.
Tidak ada keterpaksaan.
Tidak ada penganiyaan.
Tidak ada penipuan.
Tidak ada balas dendam.
Tidak ada pembuat beban.
Tidak ada telpon kosong.
Tidak ada sms panggilan.
Tidak ada permusuhan.
Tidak ada pelampiasan.
Sederhananya aku hanya ingin 1 HARI saja tanpa itu semua.
Hanya itu.
Aku hanya butuh istirahat total.
Tidak ada pekerjaan.
Tidak ada panggilan dosen.
Tidak ada tugas.
Tidak ada perdebatan.
Tidak ada masalah.
Tidak ada keributan.
Tidak ada rasa iri.
Tidak ada penghianatan.
Tidak ada kesengsaraan.
Tidak ada pengorbanan.
Tidak ada cemburu.
Tidak ada keterpaksaan.
Tidak ada penganiyaan.
Tidak ada penipuan.
Tidak ada balas dendam.
Tidak ada pembuat beban.
Tidak ada telpon kosong.
Tidak ada sms panggilan.
Tidak ada permusuhan.
Tidak ada pelampiasan.
Sederhananya aku hanya ingin 1 HARI saja tanpa itu semua.
Hanya itu.
Labels:
Alone,
Friendship,
Health,
Love,
Sacrifice
I know that
Aku memang tdk sepintar km harapkan
Aku memang tdk sekaya km kira
Aku memang tdk sedewasa yang km bayangkan..
Tapi aku akan selalu ada untukmu.
Aku tau bantuanku tidak akan ada artinya
Pertolonganku hanya membuat perubahan yang tidak berarti
Aku tau aku tidak sebaik yang km kira
Tapi aku akan terus menjadi sebaik-baik untukmu.
Sakitmu sakitku juga.
Katakanlah agar aku bisa membantumu.
Kebisuanmu hanya membuatku luka mendalam yang tidak terlihat.
Aku memang tdk sekaya km kira
Aku memang tdk sedewasa yang km bayangkan..
Tapi aku akan selalu ada untukmu.
Aku tau bantuanku tidak akan ada artinya
Pertolonganku hanya membuat perubahan yang tidak berarti
Aku tau aku tidak sebaik yang km kira
Tapi aku akan terus menjadi sebaik-baik untukmu.
Sakitmu sakitku juga.
Katakanlah agar aku bisa membantumu.
Kebisuanmu hanya membuatku luka mendalam yang tidak terlihat.
Labels:
Friendship,
Love,
Sacrifice
For someone.
to someone (no need to comment): Aku hanya merasakan dan melihat apa yang aku lihat. Aku tidak ada maksud untuk menyakiti siapapun. Aku hanya ingin segalanya kembali normal. Aku tidak ada maksud untk merusak hubungan itu.
Kalo km mau salahin aku silakan aku terima. Aku tau aku juga salah. Dan kesalahanku tidak mungkin berulang 3x sperti seseorang. Aku tidak ada niat untuk mengambil siapapun dalam kehidupanmu.
Aku selalu bertindak dengan memprioritaskan km tapi km dulu lah yang mematahkan hubungan itu sendiri. Aku lebih sakit dari km kira. Bukan hny sakit fisik tapi jiwaku. Aku rela terima semuanya jika km memang ingin. Kalo km pkir dengan minta maaf segalanya selesai itu salah. Aku tidak BUTUH kata itu. Lakukanlah dan perlihatkanlah padaku. Karena aku masih percaya padamu.
Kalo km mau salahin aku silakan aku terima. Aku tau aku juga salah. Dan kesalahanku tidak mungkin berulang 3x sperti seseorang. Aku tidak ada niat untuk mengambil siapapun dalam kehidupanmu.
Aku selalu bertindak dengan memprioritaskan km tapi km dulu lah yang mematahkan hubungan itu sendiri. Aku lebih sakit dari km kira. Bukan hny sakit fisik tapi jiwaku. Aku rela terima semuanya jika km memang ingin. Kalo km pkir dengan minta maaf segalanya selesai itu salah. Aku tidak BUTUH kata itu. Lakukanlah dan perlihatkanlah padaku. Karena aku masih percaya padamu.
Labels:
Friendship
Tuesday, 9 March 2010
Aku tak sanggup..
Hikz...
Makin lama badanku makin tidak bisa dikompromi..
Mau begadang buat tugas jadi menyulitkan.
Mau minum obat tapi sudah dilarang dokter karena badanku tidak kuat kalo mengonsumsi obat jangka lama. Hadouhh... Tiap malam meringis kesakitan.. Tuhan tolong..
Makin lama badanku makin tidak bisa dikompromi..
Mau begadang buat tugas jadi menyulitkan.
Mau minum obat tapi sudah dilarang dokter karena badanku tidak kuat kalo mengonsumsi obat jangka lama. Hadouhh... Tiap malam meringis kesakitan.. Tuhan tolong..
Labels:
Health
Musuh dalam selimut!
Didepanku dia begitu baik. Akan tetapi dibelakangku dia menghianatiku. Semua berjalan cepat, tanpa kusadari. Taukah kau aku sangat terluka kau perlakukan aku seperti itu.
Apa artinya aku membantumu selama ini? Aku berusaha ada setiap kamu memerlukanku padahal kesibukanku pada kuliah tidak bisa terbilang sedikit. Aku selalu memberikan yang terbaik untukmu bagiku. Akan tetapi apa yang kamu balas? Kamu lebih mendengarkan orang lain yang baru kenal dibandingkan aku. Apa artinya persahabatan 7 tahun kita ini? Bukan waktu yang singkat untuk menjadi seorang sahabat asal kamu tahu. Semua ada prosesnya. Aku sudah menjalani berbagai suka duka denganmu. Dan sekarang kamu dengan gampangnya mencampakkan ikatan itu seperti sampah.
Kita sering bersenang-senang. Bertengkar pun sering. Semua berjalan dengan baik. Saling mengalah dan mengerti itu indah. Tapi untuk masalah kita yang terakhir kayaknya tidak bisa terselesaikan dengan baik. Kamu lebih mendengarkan orang lain yang baru kamu kenal.
Jika itu yang kamu inginkan aku akan terima. Aku hanya mengikuti apa kata hatiku tapi kamu mengikuti sesuatu yang 'maya'. Aku sangat kecewa.
Apa artinya aku membantumu selama ini? Aku berusaha ada setiap kamu memerlukanku padahal kesibukanku pada kuliah tidak bisa terbilang sedikit. Aku selalu memberikan yang terbaik untukmu bagiku. Akan tetapi apa yang kamu balas? Kamu lebih mendengarkan orang lain yang baru kenal dibandingkan aku. Apa artinya persahabatan 7 tahun kita ini? Bukan waktu yang singkat untuk menjadi seorang sahabat asal kamu tahu. Semua ada prosesnya. Aku sudah menjalani berbagai suka duka denganmu. Dan sekarang kamu dengan gampangnya mencampakkan ikatan itu seperti sampah.
Kita sering bersenang-senang. Bertengkar pun sering. Semua berjalan dengan baik. Saling mengalah dan mengerti itu indah. Tapi untuk masalah kita yang terakhir kayaknya tidak bisa terselesaikan dengan baik. Kamu lebih mendengarkan orang lain yang baru kamu kenal.
Jika itu yang kamu inginkan aku akan terima. Aku hanya mengikuti apa kata hatiku tapi kamu mengikuti sesuatu yang 'maya'. Aku sangat kecewa.
Labels:
Friendship
Saturday, 27 February 2010
Pengorbanan yang Berat
Kalau tangisku bisa menjadi tawamu.
Kesakitanku bisa menjadi kebahagiaanmu.
dan Matiku bisa menjadi hidupmu,, akan kujaga dirimu dari duri yang menusuk hatimu dan kutempatkan hidupku di neraka demi surgamu.
Terimakasih sudah menunjukkanku sesuatu yang belum pernah kurasakan sebelumnya.
Kesakitanku bisa menjadi kebahagiaanmu.
dan Matiku bisa menjadi hidupmu,, akan kujaga dirimu dari duri yang menusuk hatimu dan kutempatkan hidupku di neraka demi surgamu.
Terimakasih sudah menunjukkanku sesuatu yang belum pernah kurasakan sebelumnya.
Tuesday, 23 February 2010
Time to work again!!!
Uda masuk kuliah...
Saat nya begadang lagi..
Hahaa...
Padahal kondisi badan tidak mendukung..
Tapi tetap saja aku harus berjuang demi kuliah.
Hufft... semoga dengan di-pending-nya operasi tidak membuat badanku makin terpuruk.. T.T
Saat nya begadang lagi..
Hahaa...
Padahal kondisi badan tidak mendukung..
Tapi tetap saja aku harus berjuang demi kuliah.
Hufft... semoga dengan di-pending-nya operasi tidak membuat badanku makin terpuruk.. T.T
Thursday, 4 February 2010
Serba Salah!
Hidup penuh dengan komplikasi..
Aku lakukan apa saja jadi serba salah bagi dia.
Aku berusaha bicara dianggap salah.
Aku minta maaf, digubris.
Ak diem, salah.
Ini salah, itu salah..
Ak bilang apa yang ak pikirkan, dia salah paham.
Aku katakan apa yang aku inginkan juga salah.
Aku berusaha jujur tapi kamu merasa aneh.
Apa sih mau mu z'mbie??!!!!!
Sikapmu bkin aku sakit. Aku jadi ga tau mesti lakuin apa lagi biar kamu senang.
Hiks. Tega sekali dirimu membuatku begini. Kamu memberiku kebahagiaan. Tapi kamu juga memberiku derita. Kamu sudah bikin luka dihatiku. Rasanya hidup jadi tidak niat.
Aku lakukan apa saja jadi serba salah bagi dia.
Aku berusaha bicara dianggap salah.
Aku minta maaf, digubris.
Ak diem, salah.
Ini salah, itu salah..
Ak bilang apa yang ak pikirkan, dia salah paham.
Aku katakan apa yang aku inginkan juga salah.
Aku berusaha jujur tapi kamu merasa aneh.
Apa sih mau mu z'mbie??!!!!!
Sikapmu bkin aku sakit. Aku jadi ga tau mesti lakuin apa lagi biar kamu senang.
Hiks. Tega sekali dirimu membuatku begini. Kamu memberiku kebahagiaan. Tapi kamu juga memberiku derita. Kamu sudah bikin luka dihatiku. Rasanya hidup jadi tidak niat.
Monday, 1 February 2010
Terimakasih
Hufft...
Hari ini perasaanku sedikit lebih bener..
Sedikit lebih wajar..
Sedikit lebih tenang..
dan SEDIKIT lebih baik dari kemarin..
Makasih ya buat teman-teman yang udah hibur aku, terutama teman-teman dari dunia maya. Makasih buat mbie yang sudah pernah menyayangiku. Makasih untuk sgala-galanya. Makasih buat yang mau temenin aku pas lagi setengah gila dan nekad mau ke akherat. Makasih buat yang waktu itu tenangin aku, pake dibeliin es krim lagi, hehe mksh. Makasih buat yang temenin aku di toko buku padahal dia lagi uring-uringan ma pacarnya. Makasih buat yang sudah perhatian banget. Makasih buat temenku yang sempet panik dan menyempatkan diri untuk menelponku jam 2 malam padahal besoknya dia ada UAS, jauh-jauh telpon dari Jakarta lagi. Buat yang di Surabaya maaf ya sudah bikin khawatir. Makasih banyak yah. Arigatou.
Hari ini perasaanku sedikit lebih bener..
Sedikit lebih wajar..
Sedikit lebih tenang..
dan SEDIKIT lebih baik dari kemarin..
Makasih ya buat teman-teman yang udah hibur aku, terutama teman-teman dari dunia maya. Makasih buat mbie yang sudah pernah menyayangiku. Makasih untuk sgala-galanya. Makasih buat yang mau temenin aku pas lagi setengah gila dan nekad mau ke akherat. Makasih buat yang waktu itu tenangin aku, pake dibeliin es krim lagi, hehe mksh. Makasih buat yang temenin aku di toko buku padahal dia lagi uring-uringan ma pacarnya. Makasih buat yang sudah perhatian banget. Makasih buat temenku yang sempet panik dan menyempatkan diri untuk menelponku jam 2 malam padahal besoknya dia ada UAS, jauh-jauh telpon dari Jakarta lagi. Buat yang di Surabaya maaf ya sudah bikin khawatir. Makasih banyak yah. Arigatou.
Friday, 29 January 2010
Frutasi!
Today Jan 28 2010. Aku tau hal ini cepat atau lambat pasti datang. Tapi aku tidak siap. Batinku tidak sekuat kelihatannya.
Hiks..
He's so annoying!!
Padahal aku percaya padanya..
tapi ternyata tidak seindah kata-katanya dulu.
Hatiku sakit banget.
Mungkin aku akan susah mencintai seseorang lagi dalam jangka waktu lama.
Hiks...
Hiks..
He's so annoying!!
Padahal aku percaya padanya..
tapi ternyata tidak seindah kata-katanya dulu.
Hatiku sakit banget.
Mungkin aku akan susah mencintai seseorang lagi dalam jangka waktu lama.
Hiks...
Labels:
Love
Tuesday, 19 January 2010
Haduh,, bunga teratainya mati digigit kura-kura.
Kenapa hidup ku tidak pernah merasa tenang!? Makin hari ada ajah masalah. Entah dari keluarga dan kampus. Huufftt. Capek..
Di kebunku ada kolam ikan. Disana ada bunga teratai berwarna biru. Dulu pas SMA ada lomba melukis aku mengambil bunga teratai sebagai objeknya karena kehabisan ide. Hahaha. Ga menang gara-gara daunnya salah kasih warna - kecampur ama warna lain soalnya. Tapi sekarang objek lukisanku sudah tidak ada dikolamnya lagi. Yang ada malah kura-kura yang jingkrak-jingkrak kesana kemari bahagia. Mungkin gara-gara waktu itu kura-kuranya naik ke daun teratai terus kejebur karena daunnya tidak kuat menahan beban. Kan kura-kuranya gendut. Tapi kayaknya ga terlalu bermasalah deh dengan kura-kuranya. Entahlah. Sampai sekarang aku masih bingung kenapa teratainya digigit putus batangnya sama kura-kura.
Hm.. Aku berharap bisa jadi Nymphaea lotus. Bunga ini hebat loh. Setinggi-tingginya air berada bunga teratai akan selalu berada diatasnya. Jadi sebesar apa pun masalahnya aku harus bisa melaluinya. Ya kadang-kadang cobaannya terlalu berat. Aku kan bukan manusia serba bisa. Pikiranku juga terbatas. Tanganku juga cuman ada dua. Tapi tuntutan orang padaku melebihi kemampuanku.
Di kebunku ada kolam ikan. Disana ada bunga teratai berwarna biru. Dulu pas SMA ada lomba melukis aku mengambil bunga teratai sebagai objeknya karena kehabisan ide. Hahaha. Ga menang gara-gara daunnya salah kasih warna - kecampur ama warna lain soalnya. Tapi sekarang objek lukisanku sudah tidak ada dikolamnya lagi. Yang ada malah kura-kura yang jingkrak-jingkrak kesana kemari bahagia. Mungkin gara-gara waktu itu kura-kuranya naik ke daun teratai terus kejebur karena daunnya tidak kuat menahan beban. Kan kura-kuranya gendut. Tapi kayaknya ga terlalu bermasalah deh dengan kura-kuranya. Entahlah. Sampai sekarang aku masih bingung kenapa teratainya digigit putus batangnya sama kura-kura.
Hm.. Aku berharap bisa jadi Nymphaea lotus. Bunga ini hebat loh. Setinggi-tingginya air berada bunga teratai akan selalu berada diatasnya. Jadi sebesar apa pun masalahnya aku harus bisa melaluinya. Ya kadang-kadang cobaannya terlalu berat. Aku kan bukan manusia serba bisa. Pikiranku juga terbatas. Tanganku juga cuman ada dua. Tapi tuntutan orang padaku melebihi kemampuanku.
Tuesday, 12 January 2010
Aster Ericoides
Bunga Aster mempunyai nama latin Aster ericoides. Arti bunga ini adalah bintang. Simbol cinta, cinta yang setia, keindahan, dan pemikiran yang dalam. Aku menyukai bunga ini karena keadaan dan arti ini mirip denganku. Bunga ini memiliki hampir 600 spesies di muka bumi. Mempunyai warna-warna cantik yang beragam - seperti keadaan hatiku yang suka berubah-rubah. Apalagi bunga aster yang berwarna pink berarti cinta yang setia - begitulah aku memperlakukan semua orang yang aku sayangi dan cintai. Aku susah melupakan orang yang pernah ada dihidupku.
Holiday is coming. But I just feel bored here.
Biasanya setiap hari ada ajah yang bisa dikerjakan.. Tugas kuliah yang seabrek, entah itu estetika bentuk - tugasnya selalu mengeluarkan duit, menggambar arsitektur - mata kuliah yang paling menyita waktu karena bisa sampai seharian di studio, manggambar teknik - pusing gara perspektif yang membingungkan, dll.
Sekarang karena libur tidak ada yang bisa dikerjakan. Benar-benar kayak pengangguran - sudah pernah ngerasain pas selesai UN, nganggur. Gara-gara tidak ada yang dikerjakan bawaannya kangen ma z'mbie terus. Hehehehe.. Missing someone is really hurt my feeling - wanna cried for every night.
Apalagi kalau kita berdua tinggal di kota yang bersebelahan. Faktor itulah kadang-kadang membuat kita susah bertemu karena harus siap dari jauh hari - tapi lebih sering ketemunya mendadak sih. Pas libur seperti ini dia lagi sibuk berlibur dengan teman-teman seangkatan. Sedangkan angkatanku menungguku atau seseorang untuk mengatur acara. Huufft - ga tau apa orang lagi cape..
Sekarang karena libur tidak ada yang bisa dikerjakan. Benar-benar kayak pengangguran - sudah pernah ngerasain pas selesai UN, nganggur. Gara-gara tidak ada yang dikerjakan bawaannya kangen ma z'mbie terus. Hehehehe.. Missing someone is really hurt my feeling - wanna cried for every night.
Apalagi kalau kita berdua tinggal di kota yang bersebelahan. Faktor itulah kadang-kadang membuat kita susah bertemu karena harus siap dari jauh hari - tapi lebih sering ketemunya mendadak sih. Pas libur seperti ini dia lagi sibuk berlibur dengan teman-teman seangkatan. Sedangkan angkatanku menungguku atau seseorang untuk mengatur acara. Huufft - ga tau apa orang lagi cape..
Saturday, 9 January 2010
Oh my,, I'm so useless for Him.
I'm relaize something...
Aku tahu kalau Z'mbie baik banget sama aku. Dia menepati janjinya seperti sebulan lalu - seneng banget loh. Yang paling aku syukuri kalau kita sama di jurusan yang sama. Artinya masing-masing dari kami akan saling mengerti kesibukan kuliah yang benar-benar tidak bisa diganggu gugat. Hampir disetiap masalah aku jalanin sebaik mungkin dengan berpikir 3x - soalnya aku suka mikir. Banyak mata kuliah yang selalu membuatku panik ga jelas kayak orang gila. Tp z'mbie ada untukku. Hal itu membuatku tenang sejujurnya.
Tapi ada hal yang baru aku sadari sekarang, z'mbie jarang bercerita mengenai tugas ataupun masalah dibandingkan dulu. Sebagai orang yang paling aku sayangi aku tidak mau dia menghadapi segalanya sendiri - kalau dia bisa ya gpp sih. Lama-lama aku merasa kalau aku tidak berguna untuk nya. Aku ingin sekali bantu walau dikit.
Kalau di perumpamaan,,,
Jika z'mbie lagi gambar mery mau jadi pensilnya.
Kalau z'mbie lagi ngedit gambar mery mau jadi adobe-nya..
Kalau z'mbie lagi bikin perspektif mery mau jadi autocad ataupun meja gambar.
Kalau lagi mau pergi mery mau jadi sopirnya.
Kalau z'mbie lg pusing mery mau jadi obatnya..
Kalau z'mbie lagi kesepian, jengkel, marah, atau sejenisnya mery akan berusaha untuk selalu ada untuk mbie.
I wanna be something useful but i know that's impossible to do karena saat ini mery sebagai junior yang bagaimanapun z'mbie pasti lebih mampu hadapi semuanya daripada mery. Kan z'mbie lebih tinggi semesternya dari mery. Duh. Kenapa aku jadi useless gini bagi dia ya. Sedihnya. Hiks.
Aku tahu kalau Z'mbie baik banget sama aku. Dia menepati janjinya seperti sebulan lalu - seneng banget loh. Yang paling aku syukuri kalau kita sama di jurusan yang sama. Artinya masing-masing dari kami akan saling mengerti kesibukan kuliah yang benar-benar tidak bisa diganggu gugat. Hampir disetiap masalah aku jalanin sebaik mungkin dengan berpikir 3x - soalnya aku suka mikir. Banyak mata kuliah yang selalu membuatku panik ga jelas kayak orang gila. Tp z'mbie ada untukku. Hal itu membuatku tenang sejujurnya.
Tapi ada hal yang baru aku sadari sekarang, z'mbie jarang bercerita mengenai tugas ataupun masalah dibandingkan dulu. Sebagai orang yang paling aku sayangi aku tidak mau dia menghadapi segalanya sendiri - kalau dia bisa ya gpp sih. Lama-lama aku merasa kalau aku tidak berguna untuk nya. Aku ingin sekali bantu walau dikit.
Kalau di perumpamaan,,,
Jika z'mbie lagi gambar mery mau jadi pensilnya.
Kalau z'mbie lagi ngedit gambar mery mau jadi adobe-nya..
Kalau z'mbie lagi bikin perspektif mery mau jadi autocad ataupun meja gambar.
Kalau lagi mau pergi mery mau jadi sopirnya.
Kalau z'mbie lg pusing mery mau jadi obatnya..
Kalau z'mbie lagi kesepian, jengkel, marah, atau sejenisnya mery akan berusaha untuk selalu ada untuk mbie.
I wanna be something useful but i know that's impossible to do karena saat ini mery sebagai junior yang bagaimanapun z'mbie pasti lebih mampu hadapi semuanya daripada mery. Kan z'mbie lebih tinggi semesternya dari mery. Duh. Kenapa aku jadi useless gini bagi dia ya. Sedihnya. Hiks.
Hamsterku bunuh diri. Percaya?
Aku punya dua ekor hamster yang sudah kupelihara dari 2 bulan lalu. Mereka kupelihara dengan penuh kasih sayang. Aku rajin mengganti air minumnya setiap hari. Aku memberi makanan yang beragam. Aku juga mengganti ampas kayu setiap minggunya. Aku memberi waktu nya untuk keluar kandang 1 jam perhari. Kurang bahagia apa coba.
Tapi hal itu tdak berlangsung lama. Makin lama ujian nasional makin datang merangkak perlahan-lahan seperti laba-laba. Makin lama hamster itu aku telantarkan. Aku mulai jarang merawatnya. Kasih makan juga kalau makanannya memang habis. Kandang jarang dibersihkan. Walaupun hamster rajin mandi sendiri tapi kalau kandang bau yang tetap saja bau. Aku mulai merubah jadwalku untuk belajar.
Ujian Nasional itu benar-benar terasa berat bagiku. Aku mulai berpikir macam-macam jikalau aku tidak lulus. Mulailah pikiran-pikiran negatif menyergap pikiranku dan membunuh harapan untuk kuliah. Karena ujian nasional makin mendekat si hamster mulai merasa dianaktirikan. Maka ketika aku membuka kandang agar mereka bisa jalan-jalan dikamar mereka senang sekali. Mereka berdua mulai berlari-lari kesana kemari. Kamarku terletak di lantai 2 - makanya punya teras. Tempat yang biasa di pakai jalan-jalan hamster yaitu dalam kamarku sampai teras. Mereka kubiarkan jalan-jalan sendiri seperti biasa.
Entah ini karena mereka merasa tidak bahagia lagi untuk dirawat olehku tiba-tiba mereka berjalan ke teras dan dengan gampangnya meloncati teras itu dan jatuh ke kolam - dibawah teras ada kolam ikan. Tidak usah diceritain lagi pasti sudah tahulah nasib hamsternya. Dari sini aku baru belajar ada juga istilah bunuh diri pada kamus hamster - bukankah binatang hidup pada instingnya? Duh jangan tanya, aku juga ga ngerti. Haha. Duh.. Semoga arwah hamster kesayanganku tenang. Maafkanlah majikanmu yang jahanam ini. Maaf ya.
Tapi hal itu tdak berlangsung lama. Makin lama ujian nasional makin datang merangkak perlahan-lahan seperti laba-laba. Makin lama hamster itu aku telantarkan. Aku mulai jarang merawatnya. Kasih makan juga kalau makanannya memang habis. Kandang jarang dibersihkan. Walaupun hamster rajin mandi sendiri tapi kalau kandang bau yang tetap saja bau. Aku mulai merubah jadwalku untuk belajar.
Ujian Nasional itu benar-benar terasa berat bagiku. Aku mulai berpikir macam-macam jikalau aku tidak lulus. Mulailah pikiran-pikiran negatif menyergap pikiranku dan membunuh harapan untuk kuliah. Karena ujian nasional makin mendekat si hamster mulai merasa dianaktirikan. Maka ketika aku membuka kandang agar mereka bisa jalan-jalan dikamar mereka senang sekali. Mereka berdua mulai berlari-lari kesana kemari. Kamarku terletak di lantai 2 - makanya punya teras. Tempat yang biasa di pakai jalan-jalan hamster yaitu dalam kamarku sampai teras. Mereka kubiarkan jalan-jalan sendiri seperti biasa.
Entah ini karena mereka merasa tidak bahagia lagi untuk dirawat olehku tiba-tiba mereka berjalan ke teras dan dengan gampangnya meloncati teras itu dan jatuh ke kolam - dibawah teras ada kolam ikan. Tidak usah diceritain lagi pasti sudah tahulah nasib hamsternya. Dari sini aku baru belajar ada juga istilah bunuh diri pada kamus hamster - bukankah binatang hidup pada instingnya? Duh jangan tanya, aku juga ga ngerti. Haha. Duh.. Semoga arwah hamster kesayanganku tenang. Maafkanlah majikanmu yang jahanam ini. Maaf ya.
Pelarian Pelajaraan : Perpustakaan
Ketertekanan karena ujian nasional selalu membuatku ingin lari dari kenyataan. Stress menjadi hal biasa yang selalu kuterima dengan muka masam. Karena aku benar-benar tidak tertarik dengan pelajaran maka tujuanku untuk sekolah adalah mengunjungi perpustakaan sekolah. Aku selalu menyempatkan diri untuk datang dan meminjam buku yang menarik untuk dibawa pulang. Hal ini selalu kulakukan selama berbulan-bulan dengan meninggalkan segunung buku pelajaran yang tidak pernah kusentuh.
Akhirnya suatu hari ketika rapot bayangan diambil, Ibuku marah sekali dan melarangku untuk meminjam buku di perpustakaan lagi ataupun membeli buku selain pelajaran. Aku tahu beliau marah sekali, tapi tetap saja aku cuekin dan tetap melanjutkan apa yang sudah menjadi kebiasaanku. Aku suka sekali dengan penjaga perpustakaan. Namanya Ms Lilya. Dia baik sekali dan sepertinya bukan orang yang suka marah-marah. Tipe orang yang berkehidupan damai. Kerjaannya tentu saja menjaga ruangan perpustakaan yang membosankan. Setiap hari pandangannya hanya buku-buku lusuh yang tidak berjodoh dengan murid bandel. Setiap hari hanya ada sekitar tiga murid yang memang berniat datang. Alasannya sederhana :meminjam buku, ingin menyendiri atau cuman lihat-lihat nasib ruangan dipojok koridor yang tidak ada daya tarik sama sekali.
Aku suka kesana bukan hanya meminjam buku tapi juga tertarik pada penjaganya. Dia tidak bosan pada pekerjaannya malah ditekuninya bertahun-tahun. Selain itu dia juga rajin membersihkan buku-buku dan sesuatu yang bersudut. Itulah yang membuatku sangat penasaran dengan orang ini.
Dulu aku sudah membayangkan sebuah perpustakaan yang terbelangkai dengan penjaga yang membosankan. Ruangan dengan banyak kutu buku dan sarang laba-laba disana-sini. Aku sudah berencana untuk menangkap seekor laba-laba untuk di experiment pribadi - hanya berencana tapi yang pasti tidak mungkin lah. Tapi nyatanya sangat berbeda. Ms Lilya sangat menyukai pekerjaan ini dan tidak mau dipecat hanya karena tidak mencatat laporan peminjaman buku atau sejenisnya. Dia sangat bersih dan praktis dalam melakukan sesuatu. Begitupula ruangan perpustakaannya, bersih dan rapi. Walaupun sumpek, buku-buku masih bisa berjejer rapi seperti pengemis yang minta uang tanpa harapan. Si buku seperti minta tolong untuk bisa dipakai baca agar berguna. Sama seperti pengemis, tersingkir dan tidak diperhatikan. Penjaganya seperti orang yang membagi-bagi brosur ditengah jalan tapi tak seorangpun yang mau membagi waktu untuk sekedar mampir dan menerima brosurnya. Ms Lilya selalu tersenyum setiap ada yang masuk berkunjung. Dan tentu saja tidak ada yang mau meminjam buku. Tapi disinilah kuhabiskan satu tahun - karena setelah setahun kemudian kepala sekolah diganti dan keadaan sekolah cukup berubah drastis mulai dari peraturan hingga perpustakaan unik ini.
Salah satu faktor tidak ada pengunjung diperpustakaan adalah murid-muridnya. Sekolahku merupakan sekolah elit yang berisi sekumpulan murid kaya tingkat menengah hingga atas. Jadi sangat mungkin mereka dapat membeli buku apa saja yang diinginkan. Buku-buku diperpustakaan sangat kuno dan hanya berisi kata-kata kuno dan susah. Dapat dikatakan perpustakaan dalam sekolah swasta elit sering terbelangkai dan tidak diinginkan siswa. Semoga saja pihak kepala sekolah dapat mengantisipasi hal ini selalu meng-update buku buku baru.
Akhirnya suatu hari ketika rapot bayangan diambil, Ibuku marah sekali dan melarangku untuk meminjam buku di perpustakaan lagi ataupun membeli buku selain pelajaran. Aku tahu beliau marah sekali, tapi tetap saja aku cuekin dan tetap melanjutkan apa yang sudah menjadi kebiasaanku. Aku suka sekali dengan penjaga perpustakaan. Namanya Ms Lilya. Dia baik sekali dan sepertinya bukan orang yang suka marah-marah. Tipe orang yang berkehidupan damai. Kerjaannya tentu saja menjaga ruangan perpustakaan yang membosankan. Setiap hari pandangannya hanya buku-buku lusuh yang tidak berjodoh dengan murid bandel. Setiap hari hanya ada sekitar tiga murid yang memang berniat datang. Alasannya sederhana :meminjam buku, ingin menyendiri atau cuman lihat-lihat nasib ruangan dipojok koridor yang tidak ada daya tarik sama sekali.
Aku suka kesana bukan hanya meminjam buku tapi juga tertarik pada penjaganya. Dia tidak bosan pada pekerjaannya malah ditekuninya bertahun-tahun. Selain itu dia juga rajin membersihkan buku-buku dan sesuatu yang bersudut. Itulah yang membuatku sangat penasaran dengan orang ini.
Dulu aku sudah membayangkan sebuah perpustakaan yang terbelangkai dengan penjaga yang membosankan. Ruangan dengan banyak kutu buku dan sarang laba-laba disana-sini. Aku sudah berencana untuk menangkap seekor laba-laba untuk di experiment pribadi - hanya berencana tapi yang pasti tidak mungkin lah. Tapi nyatanya sangat berbeda. Ms Lilya sangat menyukai pekerjaan ini dan tidak mau dipecat hanya karena tidak mencatat laporan peminjaman buku atau sejenisnya. Dia sangat bersih dan praktis dalam melakukan sesuatu. Begitupula ruangan perpustakaannya, bersih dan rapi. Walaupun sumpek, buku-buku masih bisa berjejer rapi seperti pengemis yang minta uang tanpa harapan. Si buku seperti minta tolong untuk bisa dipakai baca agar berguna. Sama seperti pengemis, tersingkir dan tidak diperhatikan. Penjaganya seperti orang yang membagi-bagi brosur ditengah jalan tapi tak seorangpun yang mau membagi waktu untuk sekedar mampir dan menerima brosurnya. Ms Lilya selalu tersenyum setiap ada yang masuk berkunjung. Dan tentu saja tidak ada yang mau meminjam buku. Tapi disinilah kuhabiskan satu tahun - karena setelah setahun kemudian kepala sekolah diganti dan keadaan sekolah cukup berubah drastis mulai dari peraturan hingga perpustakaan unik ini.
Salah satu faktor tidak ada pengunjung diperpustakaan adalah murid-muridnya. Sekolahku merupakan sekolah elit yang berisi sekumpulan murid kaya tingkat menengah hingga atas. Jadi sangat mungkin mereka dapat membeli buku apa saja yang diinginkan. Buku-buku diperpustakaan sangat kuno dan hanya berisi kata-kata kuno dan susah. Dapat dikatakan perpustakaan dalam sekolah swasta elit sering terbelangkai dan tidak diinginkan siswa. Semoga saja pihak kepala sekolah dapat mengantisipasi hal ini selalu meng-update buku buku baru.
Friday, 8 January 2010
Welcome to my page
Selamat Datang di Blog saya.
Saya disini murni bertujuan untuk berbagi cerita tentang kehidupan saya dan mungkin tentang orang lain yang mungkin nama akan di samarkan. Selain nama orang, nama tempat akan saya sensor untuk kepentingan dan ketenangan bersama - jiahh lebay,, tapi ini serius.
Terimakasih sudah membaca blog saya. Jika ada yang salah, tersinggung, atau apapun namanya tolong dimaafkan ya. Terimakasih juga bagi orang-orang disekitar saya yang sudah memberikan pengalaman hidup yang membuat saya menghadapi masalah dengan ribuan cara yang unik. Tanpa mereka mungkin saya sudah masuk ke neraka hidup.
Saya disini murni bertujuan untuk berbagi cerita tentang kehidupan saya dan mungkin tentang orang lain yang mungkin nama akan di samarkan. Selain nama orang, nama tempat akan saya sensor untuk kepentingan dan ketenangan bersama - jiahh lebay,, tapi ini serius.
Terimakasih sudah membaca blog saya. Jika ada yang salah, tersinggung, atau apapun namanya tolong dimaafkan ya. Terimakasih juga bagi orang-orang disekitar saya yang sudah memberikan pengalaman hidup yang membuat saya menghadapi masalah dengan ribuan cara yang unik. Tanpa mereka mungkin saya sudah masuk ke neraka hidup.
Labels:
pendahuluan
Subscribe to:
Comments (Atom)







