Thursday, 26 July 2012

Cek Nomor?

Eaa,, saatnya berbicara mengenai mobile phone. Kadang-kadang kalau ke penjual pulsa, aku sering lupa dengan nomor sendiri. Soalnya aku sendiri pegang handphone 2 buah. Yang satu menjadi nomor utama dan satu lagi untuk telpon saja. Karena dengan memegang kedua nomor tersebut ternyata pulsa yang terkuras menjadi lebih hemat dibandingkan memegang 1 nomor saja.

Oke, back to topic. Disini aku mau share mengenai cara mengecek nomor sendiri berdasarkan operator masing-masing. Silakaan di-save :). Semoga menjadi refrensi.

[Kartu Indosat ( Im3 dan Mentari )]
cek nomor : *777*8# kemudian tekan tombol Call
[Kartu Telkomsel ( Simpati dan AS )]
cek nomor : *808# kemudian tekan tombol Call
daftar paket internet: *363#
cek pulsa: *888#
[Kartu XL]
cek nomor : *123*6*4*1*1# kemudian tekan tombol Call
ada cara baru: *123*7*1*1*1# (update from DEE)
Call center XL : 816
untuk berbagi pulsa kartu XL anda dapat mengetikkan
Baginomor XL tujuannilainominal
kemudian kirimkan ke 168. Kemudian 168 akan mengirimkan sms balasan / konfirmasi. balas dengan mengetikkan Y, maka secara otomatis pulsa akan ditransfer ke nomor tujuan tersebut. Syaratnya pulsa yang tersisa minimal 10000. nominal yg dikirim minimal 3000
contoh pemakaian: Bagi 0819xxxxxxxx 15000
[Kartu Axis]
 cek nomor : *2# kemudian tekan tombol Call
[Kartu Three]
cek nomor : *998# kemudian tekan tombol Call
daftar paket internet: *123#
cek pulsa: *123*8#
[Kartu Smart]
Ketik : *551# kemudian tekan tombol Call
[Kartu Fren]
Untuk fren caranya adalah dengan cara mengirimkan sms, formatnya ketik : STATUS dan kirim ke 551, dan akan ada balasan ” Anda berada dalam layanan selular dengan nomor aktif 0888xxx”.
[CDMA / cara lain]
Untuk Cdma
Flexi, fren, esia, Smart, fren, starone syaratnya mesti punya hp Nokia cdma.
Caranya:
1. Dalam menu standby tekan *3001#12345#
2. Pilih NAM 1
3. Pilih MOBILE ID number

Terimakasiiih ~
Btw baru sadar ini adalah postinganku ke-100 ! Wuiiih, perlu di rayakan kah? wkwk :D
Oke, tunggu episode yang menarik selanjutnya. Haha ~

Wednesday, 25 July 2012

Arbbi Design

Beberapa waktu lalu aku mengikuti lomba Arbbi Award Design. Waktu itu bertepatan dengan liburan semester. Makanya karena ingin menghabiskan waktu. Ya ampun, aku ikut itu lomba padahal skill pas - pasan.. Haha. Ya emang ga harap menang sih :p

Well, proyek yang harus dibuat adalah rumah tinggal diatas lahan seluas 200 m2 dengan ketentuan luas total lantai tidak boleh lebih dari 200m2. Karena itulah membuat lantai bertingkat jadi sulit. Dan satu lagi, konsepnya adalah Go Green. Jadi harus menggunakan material bahan bangunan yang tidak merusak alam, dan diikuti dengan pemanfaatan cahaya dan penghawaan alami sehingga mengurangi penggunaan listrik yang tidak perlu. Oke, disini aku posting beberapa hasil gambarnya.. Haha. Kacau sekali ya. Ini rumah aku buat dalam waktu 4 minggu penuh dan aku memberinya nama 'Shady House', rumah teduh.

Perspektif Eksterior | Shady House


Back Side of House - Sunscreen made of bamboo |  Shady House

Front Side - using the tradisional element | Shady House


Isometri's House |  Shady House
Front of the House | Shady House
Back of the House |  Shady House

Studio 4

Yeeah,, saatnya untuk memamerkan project-projectku yang tidak sempat di posting disini ( gaya kali :p).. Haha.. Untuk kesempatan kali ini, aku akan cerita sedikit menyenai studio perancangan 4 lalu. Target pada studio 4 adalah perancangan bentang lebar. Yang aku bayangkan adalah perancangan museum, bioskop, theater, ataupun stadium olahraga. Eh ternyata oh ternyata bukan seperti yang kubayangkan. Jadi, proyeknya adalah terminal bandara, proyek inilah pelaku sebenarnya yang menyita waktu dan tenagaku belakangan ini. Aku akan posting beberapa fotonya disini. Hehe :D Hope you like it :) Maklum masih belajar.

Project      : Terminal International Airport
Concept    : Neo- Vernakular.
Area          : 14.000 m2
Gate          : 8
Concourse : 16

Bird View of Departure Lounge | International Terminal, Airport

Departure Lounge | International Terminal, Airport

Aerobridge | International Terminal, Airport
Roof of Terminal - 3 layer Glasses | International Terminal, Airport

Checking Ticket at Gate |  International Terminal, Airport

Tuesday, 24 July 2012

Studio & KP

Waah, sudah lama tidak nulis blog. Hoho. Banyak kesibukan belakangan. Apalagi studioku yang paling terakhir ini ( studio4 ) ekstrem banget temanya, Terminal International Airport. Oh damn! I need miracle to do that! Akhirnya aku terus-terusan 1 semester dikejar-kejar deadline. Deadline dekat banget. Tiap Evaluasi, form penilaian baru diberikan sehari sebelum dikumpul. Alhasil hasil yang dikumpulkan tidak sesuai dengan target. Trus bagaimana bisa sesuai kalau dikasih waktunya hanya 1 hari. Ya ampun..

Akhirnya selesai juga studio yang sangat sangat tersiksa itu. Apalagi diikuti dengan Mata Kuliah KP ( Kerja Praktek ). Mata kuliah ini merupakan matakuliah wajib juga. Dan berjalan sesuai dengan kapan mahasiswanya mendapatkan proyek yang disetujui. Waktu lagi stress Studio4, aku dan temanku seorang ikut mengajukan proyek agar pas nanti liburan tidak harus perkutat dengan KP. Dan setelah perjuangan bolak balik ajukan proyek selama dua minggu, akhirnya disetujui juga. Ah, lega banget. Tapi ternyata dari sinilah perjuangan sesungguhnya dimulai.

Dosen pembimbing KP ada dua orang yang diutus oleh Dosen Koor. Setelah di acc ( disetujui ), mahasiswa harus menemui kedua dosen ini segera untuk menjalankan intruksi KP dari masing - masing dosen. Kedua dosen ini sebenarnya pernah mengajarku di matakuliah sebelumnya, dan keduanya terkenal susah ditemui dikampus. Apalagi salah satunya adalah lulusan S3 di Nagoya, Jepang. Dalam pikiranku, sudah muncul pikiran - pikiran yang ga enak.

Selama KP bersama kedua dosen pembimbing banyak sekali lika-likunya. Misalnya Dosen 1, anggap saja namanya Pak Wid. Pertama kali menelpon beliau,

Aku : Selamat siang pak. Dengan Pak W?
Pak W : Ya, saya pak w.

A: Pak, saya mau minta waktu untuk asistensi KP. Saya baru mendapatkan acc KP 3 hari lalu. Kapan bpk punya waktu?
P: hm,, baru KP ya? angkatan berapa?
A: 2009. hari ini bisa pak?
P: hari ini? Hari ini saya bisa. Sekarang ya.
A: Hah? Sampai jam berapa? *lirik jam dinding menunjukan jam 4.30 sore
P: Kalau hari ini saya bisanya sampai jam 5. Kalau mau ya sekarang. Saya tunggu 5 menit di rumah. Nanti jam 6 saya ada ngajar jadi tidak bisa karena selesai ngajar malam. Jadi bagaimana?
A: Eeer maaf,, rumah bapak dimana ya?
P: di mengwi.
A: Hm, begini pak. Saya posisi lagi di denpasar. Butuh waktu lebih dari 1 jam untuk sampai di mengwi dan mencari rumah bapak. Jadi rasanya tidak bisa 5 menit lagi saya sudah dirumah bapak. Bagai- (dipotong)
P: Loh, Saya hanya punya waktu sekarang. Kalau Anda tinggal sebelah rumah saya, ya 5 menit juga nyampe. Ya Anda maunya bagaimana?
A: ( Berpikir keras + kesal). Besok saja kalau begitu. Besok jam berapa pak? Jam 5 pagi?
P: ooh, tidak mau hari ini? Haha. kalau besok temui saya di kampus jam 5 sore ya.

Oke, itu cuman salah satu percakapan yang tidak masuk akal antara aku dan Pak Wid. Heeer,,, mau buat janji, yang ada sampai dikerjai begitu. Lain halnya dengan dosen satunya lagi, anggap saja namanya Pak K. Pasti kata-katanya menusuk seperti percakapan berikut ini;

A: ya jadi proyeknya sedang berjalan dan sedang mengerjakan bagian sloof. Para tukangnya lagi buat pembesian dan bekisting.
P: ada fotonya? hm,,, *sambil lihat foto
A: Material ditaruh persis depan lokasi proyek pak.
P: hm,,, ini besi ukuran berapa?
A: eer,, saya tidak perhatikan. Nanti akan saya ukur.
P: loh, bukannya itu yang harusnya Anda perhatikan dilapangan. Jangan cuman lihat tukang bekerja atau tidak tapi harus melihat teknis pengerjaannya.
A: iya pak.
P: Trus pasirnya bagaimana? Asal pasirnya dari mana?
A: Maksudnya belinya dimana? saya tidak tau.
P: ooh bukan.. Maksudnya asal pasirnya. Dari gunung mana dia? Apakah dari karangasem atau dimana? dan diprosesnya bagaimana? apakah berasal dari erosi atau apa?
A: ooh, ya akan saya cari tau.
P: haha Anda dilapangan tidak melakukan apa-apa ya? Nanti harus dilengkapi lagi. Dan harus yang penting saja. Cek juga asal bahan lainnya ya.
A: ya pak.
P: km kan kedudukannya di sarjana, tapi begini saja tidak tau. Belajar lebih banyak ya..

Yah, akhirnya aku pulang sambil memikirkan pasir. Haha. Menyebalkan sekali deh. Hal yang tidak begitu penting disinggung-singgung. Benar - benar cari kesalahan. Tapi setelah memasuki masa KP bulan ke 2, mereka sudah mulai melunak. Misalnya Pak W berkata kalau tidak mengerti langsung tanya bapak ya, sebanyak-banyaknya. Dan Pak K yang sudah mulai bosan mengecek laporanku karena sudah kehabisan bahan untuk di gali-gali lagi. Dan alhasil KP berjalan baik dan berakhir pada tanggal 10 Juli 2012. Dengan ini aku jadi sangat berterimakasih pada kedua dosenku yang 'jahat' tapi sebenarnya baik. Aku jadi benar - benar belajar banyak di proyek. Tq for Koga too yang suka antar - antar ke proyek. Tq untuk Pak desi yang mau komat kamit jelasin yang tidak kumengerti, ah baik sekali deh. Tq juga untuk seluruh staff kantor developernya. Dan jangan lupa thankyou untuk satu -satunya teman seperjuangan KP-ku pada saat itu, Mita.

Panda! xD

Belakangan, entah kenapa aku lagi pengen pelihara binatang lagi. Tapi sekarang lagi suka banget lihat binatang yang jarang ditemui. Hahaha..

Binatang pertama yang pengen banget aku piara adalah lumba -lumba. Yep Dolphin! Pertama kali aku ketemu lumba-lumba pada umur 5 tahun. Pas waktu itu, lagi ada pertunjukan di dekat rumahku. Dan waktu itu harga tiket masuk mahal banget, bisa setara dengan 10x porsi makan rata-rata. Tapi akhirnya aku putuskan untuk tidak memelihara lumba-lumba. Kenapa? Sudah 1 minggu cari cari, tapi tidak ada penjual lumba - lumba ternyata. Beeeh.

Binatang kedua adalah taa-daaaa,, Pandaa! Wkwkwkwk! Panda itu imut bangeet! Waaah, makanya aku berniat untuk pelihara. Tapi kendalanya sama seperti sebelumnya. Tidak ada yang menjualnya! Baaaah...

Oke cukup sekian untuk imajinasi liarku berkelana. Pas lagi senggang, aku akan posting lagi keinginan-keinginanku yang ekstrem. Tunggu episode selanjutnya ya. Haha.

Pandaa! Sooo cute ! | I got this picture from somewhere in the internet