Kemarin ternyata ultahku. Kenapa ada kata 'ternyata'? Jawabannya sederhana: karena sebetulnya aku ga ingat. Makanya aku terheran-heran kenapa banyak orang mengucapkan ucapan selamat.. hahaa.. bingung sendiri.
Entah kenapa aku benar-benar ga ingat aku ultah atau ga. Bahkan sampai Ibuku sms aku yang isinya 'selamat ulang tahun' pun aku masih berusaha mencari ingatan ultahku yang hilang. Rasanya tidak ada feel apa pun. Padahal kalau dulu sehari sebelum ultah aku senang ga karuan. Ga bisa tidur. Tungguin datangnya ucapan dari orang-orang yang aku sayang. Tungguin orang kasih hadiah. Suka banget terima sms dan telpon yang isinya hanya berupa ucapan. Tapi sekarang aku malah ga bisa merasakan itu semuaa... aaa... ada yang salahkah dengan diriku? hahaa... mungkin sudah putus urat seneng nya.. ==" But anyway makasih banyak pada semua orang yang sudah kasih selamat \(´▽`)/ ♥♥ terutama ma Koga yang kasih aku hadiah. Hadiahnya anak kecil banget. Haha.. Tapi aku suka.. :))
Thx for coming to my page. I'm here just to shared what I think, feel, learn and heard. Enjoy.
Tuesday, 26 July 2011
Saturday, 23 July 2011
Feel Pain
Terkadang banyak hal yang tidak dimengerti oleh orang lain walaupun kita sudah berusaha untuk mengungkapkan apa yang kita rasakan. Pelan-pelan bilang. Menggunakan ilustrasi dengan contoh sederhana. Tapi selalu tidak dapat dirasakan orang lain dengan tepat.
Terkadang aku merasa dalam kesendirian walaupun sesungguhnya aku berada ditempat yang ramai. Di kelilingi teman-teman dengan ceritanya yang tidak pernah habis. Dikelilingi keluarga yang selalu ingat untuk menyiapkan teh ketika aku baca buku (padahal ga minta). Dikelilingi banyak orang yang sangat perhatian. Tapi aku masih merasa sepi. Entah kenapa kata itu tidak dapat melukiskan sepenuhnya perasaanku. Entah mesti menggunakan kata apa lagi, tapi aku hanya bisa bilang 'aku sedih'.
Bahkan Koga, orang yang paling dekat denganku pun tidak dapat memahamiku. We always fight all the day. Talk too much. Blame each other. Screaming bad thing. And ending with crying. Hanya mengeluarkan enegri negatif yang tidak berarti apa-apa, tidak merubah perasaanku.
Aku selalu berpikir apa yang salah, ataukah siapa yang salah. Aku merenung 'benarkan tindakanku selama ini'? Sudahkah aku menemukan apa yang sebetulnya aku inginkan? Just silent answers it.
Terkadang aku merasa dalam kesendirian walaupun sesungguhnya aku berada ditempat yang ramai. Di kelilingi teman-teman dengan ceritanya yang tidak pernah habis. Dikelilingi keluarga yang selalu ingat untuk menyiapkan teh ketika aku baca buku (padahal ga minta). Dikelilingi banyak orang yang sangat perhatian. Tapi aku masih merasa sepi. Entah kenapa kata itu tidak dapat melukiskan sepenuhnya perasaanku. Entah mesti menggunakan kata apa lagi, tapi aku hanya bisa bilang 'aku sedih'.
Bahkan Koga, orang yang paling dekat denganku pun tidak dapat memahamiku. We always fight all the day. Talk too much. Blame each other. Screaming bad thing. And ending with crying. Hanya mengeluarkan enegri negatif yang tidak berarti apa-apa, tidak merubah perasaanku.
Aku selalu berpikir apa yang salah, ataukah siapa yang salah. Aku merenung 'benarkan tindakanku selama ini'? Sudahkah aku menemukan apa yang sebetulnya aku inginkan? Just silent answers it.
Tuesday, 5 July 2011
Buku Gambar Terkutuk
Ada cerita menarik pas aku sidang Studio Arsitektur 2, lebih tepatnya evaluasi ke dua. Tumben banget aku santai seharian padahal udah H-1. Ga ada siapin apa-apa. Ga ada rasa takut sama sekali (pengalaman sebelumnya ketika H-1 : ga bisa tidur!).
Akhirnya hari sidangpun tiba. Aku datang agak siangan ke kampus tanpa menyadari ada sesuatu yang gaswat (baca : gawat sekali) mendhadang. Sesampainya di meja gambar, aku baru menyadari bahwa aku ketinggalan buku gambarku yang tahap 1 di rumah! HAAKS Σ(° ☐ °|||)*syok tingkat dewa
Mau tau apa yang bakal aku dapatkan kalau sidang tanpa buku 'durhaka itu'?
- Nilai berkurang 50% ( Oh my....... )
- Kena marah-marah dari dosen penguji ( Errrrr.........)
- Diketawain sama teman cluster/kelompok <(‾^‾‾)>
- Terancam nilai studioku jatuh ( hiks* berlutut berdoa sama Tuhan dipojokan ruangan)
Alhasil karena ketakutan-ketakutan yang sudah melebihi nightmare, aku pun memutuskan untuk pulang kerumah dan mengambil buku gambar terkutuk itu. Padahal kampus dan rumahku beda kota. Jarak tempuhnya 30-40 menit. Kalau bolak balek ya makan waktu banyak banget.. Ugh,, pengen cemplung ke jurang sebelah kampus.
40 menit kemudian..
Eits, ini bukan cerita di jalan. Ternyata dalam 40 menit aku berhasil balek lagi ke kampus bersama buku gambarku itu.. Wuahahaha! Dijalan ngebut banget kayak ngejer kereta ... =,= aaaa.. Kalo ketahuan sama Koga ato ortuku entah berapa lama kena marah. Hahahaaa.. *keep silent :D
Sepertinya hari ini mendapatkan berita baik dan buruk juga. Berita buruknya, bahan sidangku yang paling penting malah masih dirumah ketika sidang mau mulai! Berita baiknya, pas aku sampai dikampus, dosennya baru dateng juga :D hehe... bersyukur banget *\(´▽`)/* horeee,,, makasih ya Tuhanku yang maha ganteng dan baiiik !
Akhirnya hari sidangpun tiba. Aku datang agak siangan ke kampus tanpa menyadari ada sesuatu yang gaswat (baca : gawat sekali) mendhadang. Sesampainya di meja gambar, aku baru menyadari bahwa aku ketinggalan buku gambarku yang tahap 1 di rumah! HAAKS Σ(° ☐ °|||)*syok tingkat dewa
Mau tau apa yang bakal aku dapatkan kalau sidang tanpa buku 'durhaka itu'?
- Nilai berkurang 50% ( Oh my....... )
- Kena marah-marah dari dosen penguji ( Errrrr.........)
- Diketawain sama teman cluster/kelompok <(‾^‾‾)>
- Terancam nilai studioku jatuh ( hiks* berlutut berdoa sama Tuhan dipojokan ruangan)
Alhasil karena ketakutan-ketakutan yang sudah melebihi nightmare, aku pun memutuskan untuk pulang kerumah dan mengambil buku gambar terkutuk itu. Padahal kampus dan rumahku beda kota. Jarak tempuhnya 30-40 menit. Kalau bolak balek ya makan waktu banyak banget.. Ugh,, pengen cemplung ke jurang sebelah kampus.
40 menit kemudian..
Eits, ini bukan cerita di jalan. Ternyata dalam 40 menit aku berhasil balek lagi ke kampus bersama buku gambarku itu.. Wuahahaha! Dijalan ngebut banget kayak ngejer kereta ... =,= aaaa.. Kalo ketahuan sama Koga ato ortuku entah berapa lama kena marah. Hahahaaa.. *keep silent :D
Sepertinya hari ini mendapatkan berita baik dan buruk juga. Berita buruknya, bahan sidangku yang paling penting malah masih dirumah ketika sidang mau mulai! Berita baiknya, pas aku sampai dikampus, dosennya baru dateng juga :D hehe... bersyukur banget *\(´▽`)/* horeee,,, makasih ya Tuhanku yang maha ganteng dan baiiik !
Labels:
Accidental,
Book,
College
Subscribe to:
Comments (Atom)